Tidur di lantai yang dingin atau kurangnya istirahat karena bangun terlalu pagi untuk belajar memang dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan rentan terhadap beberapa kondisi.
Tidur di lantai yang dingin, terutama dalam jangka waktu lama, bisa menyebabkan paparan suhu rendah pada tubuh. Hal ini dapat memicu otot-otot kaku, nyeri sendi, atau membuat tubuh merasa kedinginan, yang seringkali diinterpretasikan sebagai "masuk angin". "Masuk angin" sendiri bukanlah diagnosis medis, melainkan kumpulan gejala seperti pegal-pegal, meriang, perut kembung, dan rasa tidak enak badan yang sering dikaitkan dengan paparan dingin atau kelelahan.
Namun, demam (peningkatan suhu tubuh di atas normal) umumnya merupakan respons tubuh terhadap infeksi, seperti virus atau bakteri, atau kondisi peradangan. Tidur di lantai atau kurang tidur secara langsung tidak menyebabkan demam. Namun, kurang tidur dan kelelahan yang terjadi akibat bangun terlalu pagi untuk belajar dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi yang kemudian bisa menyebabkan demam.
Untuk menjaga kesehatan, disarankan untuk tidur di permukaan yang nyaman, cukup istirahat (7-9 jam untuk dewasa), menjaga kebersihan diri, dan mengonsumsi makanan bergizi. Jika Anda mengalami gejala demam atau merasa tidak enak badan terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.


