• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Gatal di area kewanitaan

Tanya DokterKatagori: Kesehatan WanitaGatal di area kewanitaan
J*a bertanya
Halo dok, aku mahasiswa + gapernah sex, keputihan bertahun-tahun, warnanya kadang bening, putih, ijo ke kuningan. Baunya seperti bau asem dll ga yg semerbak gitu. Terus dibagian bibir vagina dan kulit di bulu kemaluan nya itu gatal dok, dulu dibagian kulit bulu kemaluanku seperti ketombe kecil-kecil gitu dan sekarang udah ga ngelopek kaya ketombe tpi bekasnya msih ada, bulet-bulet kecil" bngt dok. Tadinya hanya sedikit yang gatal, makin kesini ternyata bintik-bintik kecil putih itu meluas sampai ke bibir vaginaku. Awal mulanya saat pertengahan bulan di 2024 klo ga salah, aku udh selesai menstruasi lalu saya cukur bulu kemaluan pakai gunting, keesokan harinya gatal sampai sekarang. Sudah pakai salep miconazole dsb sampai 2 minggu lebih tiap hbis mandi, sempat sembuh tpi datang lgi gatal nya ini.
Ganti cd 2x sehari. Habis BAK aku cebok dari depan kebelakang dan dilap dengan tisu tapi tetap gatal, sring nya gatal itu datang saat habis BAK.

Kira-kira itu kenapa ya dok? Apakah ad salep yg ampuh? Haruskah aku pke sabun pembersih kewanitaan?
1 Answers
Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan keluhan yang Anda sampaikan, yaitu keputihan yang berlangsung lama dengan perubahan warna dan bau, gatal yang meluas di area kemaluan, serta adanya bintik-bintik putih, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi. Beberapa kemungkinan penyebab umum meliputi:

  1. Infeksi Jamur (Kandidiasis Vagina): Gejala seperti keputihan putih kental, gatal hebat, dan rasa terbakar adalah ciri khas infeksi jamur. Miconazole memang obat antijamur, namun jika kambuh, mungkin dosis atau durasi penggunaan belum optimal, atau ada jenis jamur yang resisten, atau ada faktor pemicu lain yang belum diatasi.
  2. Vaginosis Bakteri: Ditandai dengan keputihan berwarna keabu-abuan atau kekuningan dengan bau amis yang khas (terutama setelah berhubungan intim atau setelah menstruasi), meskipun Anda belum pernah berhubungan seks, kondisi ini tetap bisa terjadi.
  3. Dermatitis Kontak/Iritasi: Gatal yang muncul setelah mencukur bulu kemaluan bisa jadi merupakan iritasi awal pada kulit. Penggunaan produk tertentu, bahan pakaian, atau bahkan kebiasaan mencukur dapat memicu iritasi dan peradangan kulit di area tersebut. Jika kulit teriritasi, ini juga bisa mempermudah terjadinya infeksi lain.
  4. Kondisi Kulit Lain: Adanya bintik-bintik atau "ketombe" yang meluas juga bisa menunjukkan kondisi kulit lain yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat, sangat disarankan bagi Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin mengambil sampel keputihan untuk diperiksa di laboratorium guna menentukan jenis infeksi atau masalah kulit yang Anda alami. Dengan diagnosis yang akurat, dokter dapat meresepkan pengobatan yang paling sesuai.

Mengenai salep yang ampuh, keampuhannya sangat bergantung pada diagnosis yang tepat. Menggunakan salep tanpa diagnosis yang jelas justru bisa memperparah kondisi atau menunda penyembuhan.

Terkait penggunaan sabun pembersih kewanitaan, umumnya tidak disarankan untuk digunakan secara rutin. Area kewanitaan memiliki pH alami yang rentan terganggu oleh sabun atau produk wewangian, yang justru dapat memicu iritasi atau infeksi. Cukup bersihkan dengan air bersih mengalir dari arah depan ke belakang. Kebiasaan Anda mengganti celana dalam 2 kali sehari dan membersihkan dengan benar sudah baik.

{"doctor_specialist": "KEBIDANAN DAN KANDUNGAN"}

KEBIDANAN DAN KANDUNGAN

Promo Terbaru

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below