Berdasarkan gejala yang Anda alami seperti iritasi, gatal, perih saat buang air, dan bentol-bentol kecil di area vagina, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:
- Vaginitis: Peradangan pada vagina yang bisa disebabkan oleh infeksi jamur (seperti kandidiasis), bakteri (vaginosis bakterial), atau parasit.
- Reaksi alergi atau iritasi: Pergantian pembalut atau penggunaan produk kewanitaan yang mengandung pewangi atau bahan kimia tertentu dapat memicu reaksi alergi atau iritasi pada kulit sensitif di area vagina.
- Dermatitis kontak: Kondisi kulit yang meradang akibat kontak dengan zat pemicu iritasi atau alergi.
Mengingat keluhan ini sudah berlangsung cukup lama dan memburuk, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan, pemeriksaan penunjang seperti tes cairan vagina untuk mengetahui penyebab pasti dan memberikan penanganan yang tepat.
Untuk sementara, hindari menggaruk area yang gatal, jaga kebersihan area kewanitaan dengan mencucinya dari depan ke belakang menggunakan air bersih tanpa sabun yang keras, kenakan pakaian dalam berbahan katun yang tidak terlalu ketat, serta hindari penggunaan pembalut atau produk kewanitaan yang mengandung pewangi.


