Pembengkakan kelenjar getah bening, baik di bawah dagu maupun di belakang telinga, dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi ringan seperti flu atau radang tenggorokan, infeksi bakteri atau virus lainnya, hingga kondisi yang lebih serius seperti penyakit autoimun atau keganasan (kanker). Jumlah dan ukuran kelenjar yang membengkak perlu dievaluasi lebih lanjut.
Adanya kelenjar di paru-paru (umumnya merujuk pada pembesaran kelenjar getah bening di area paru-paru atau mediastinum) juga merupakan temuan yang memerlukan perhatian medis. Ini bisa disebabkan oleh infeksi (misalnya tuberkulosis, infeksi jamur), peradangan, atau kondisi lain yang lebih serius.
Untuk menentukan penyebab pasti dan apakah kondisi ini berbahaya, sangat penting untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis lengkap, dan mungkin merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, rontgen dada, CT scan, atau bahkan biopsi jika diperlukan.
{"doctor_specialist": "PENYAKIT DALAM"}
Pembengkakan kelenjar getah bening, baik di bawah dagu maupun di belakang telinga, seringkali merupakan respons tubuh terhadap infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan atas, infeksi gigi, atau infeksi telinga. Namun, pembengkakan kelenjar getah bening yang banyak atau menetap juga dapat menjadi tanda kondisi medis lain yang lebih serius, seperti penyakit autoimun, atau bahkan keganasan (kanker), meskipun ini lebih jarang terjadi.
Adanya "kelenjar di paru-paru" juga memerlukan evaluasi lebih lanjut. Istilah ini kemungkinan merujuk pada pembesaran kelenjar getah bening di area dada (mediastinum) atau adanya nodul/massa lain di paru-paru. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi (seperti tuberkulosis), peradangan, atau tumor.
Untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi yang Anda alami, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan, akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, rontgen dada, USG, atau biopsi untuk menegakkan diagnosis yang akurat. Tanpa pemeriksaan langsung, tidak mungkin untuk menentukan penyakit yang mendasarinya.