• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

TENTANG BAB

Ra***in bertanya
Saya sudah 4 tahun mengalami BAB bercampur darah dan setelah BAB terasa perih,panas dan duduk tidak nyaman
Pertanyaan nya apa nama penyakit ini dan bagaimana cara pengobatannya
9 Answers
Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan keluhan yang Anda sampaikan seperti buang air besar bercampur darah, rasa perih, panas setelah buang air besar, dan ketidaknyamanan saat duduk selama 4 tahun, ini adalah gejala yang perlu diwaspadai dan diperiksa lebih lanjut. Beberapa kondisi medis yang mungkin menyebabkan gejala-gejala tersebut antara lain:

  1. Wasir (Hemoroid): Pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Ini adalah penyebab paling umum dari perdarahan saat buang air besar, sering disertai nyeri, gatal, atau rasa tidak nyaman.
  2. Fisura Ani: Robekan kecil pada lapisan kulit di sekitar anus. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri tajam seperti teriris atau terbakar saat buang air besar, diikuti perdarahan.
  3. Divertikulosis: Kantong-kantong kecil yang terbentuk di dinding usus besar. Bisa menyebabkan perdarahan tanpa nyeri atau dengan nyeri ringan.
  4. Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease - IBD): Seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn, yang bisa menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan dan gejala seperti diare berdarah, nyeri perut, dan penurunan berat badan.
  5. Polip atau Kanker Kolorektal: Meskipun lebih jarang pada kasus perdarahan terang dari anus yang disertai nyeri, polip atau kanker pada usus besar atau rektum juga dapat menyebabkan perdarahan.

Mengingat keluhan sudah berlangsung lama dan menyebabkan ketidaknyamanan signifikan, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan area anus dan mungkin menganjurkan pemeriksaan lanjutan seperti kolonoskopi, untuk menegakkan diagnosis pasti dan menentukan penanganan yang tepat.

Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan keluhan yang Anda sampaikan, yaitu buang air besar (BAB) bercampur darah, terasa perih dan panas setelah BAB, serta ketidaknyamanan saat duduk yang sudah berlangsung selama 4 tahun, kemungkinan besar Anda mengalami kondisi seperti wasir (hemoroid) atau fisura ani.

  • Wasir (Hemoroid) adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau di dalam rektum bawah. Gejala umumnya meliputi pendarahan saat BAB (darah segar berwarna merah terang), nyeri, gatal, atau rasa tidak nyaman di area anus.
  • Fisura Ani adalah robekan kecil pada lapisan tipis dan lembab di anus. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri tajam seperti terbakar saat atau setelah BAB, dan bisa disertai pendarahan.

Penting untuk dicatat bahwa diagnosis pasti tidak dapat ditegakkan tanpa pemeriksaan langsung oleh dokter. Ada beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan gejala serupa, meskipun mungkin lebih jarang.

Penanganan: Pengobatan akan sangat tergantung pada diagnosis dan tingkat keparahan kondisi Anda. Beberapa penanganan umum meliputi:

  1. Perubahan gaya hidup: Konsumsi makanan tinggi serat, minum air yang cukup, hindari mengejan berlebihan saat BAB, dan jangan menunda BAB.
  2. Obat-obatan: Dokter mungkin akan meresepkan krim atau supositoria untuk mengurangi peradangan, nyeri, dan gatal.
  3. Tindakan medis: Untuk kasus yang lebih parah, dokter dapat merekomendasikan tindakan seperti ligasi pita karet (rubber band ligation), skleroterapi, atau dalam beberapa kasus, prosedur bedah.

Sangat disarankan agar Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana penanganan yang tepat.

Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan gejala yang Anda jelaskan seperti BAB bercampur darah, rasa perih, panas setelah BAB, dan ketidaknyamanan saat duduk yang sudah berlangsung selama 4 tahun, kondisi ini dapat mengindikasikan beberapa kemungkinan penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan bagian bawah, terutama area anus dan rektum.

Beberapa kemungkinan penyebab yang umum antara lain:

  1. Wasir (Hemoroid): Pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau di dalam rektum bawah. Gejalanya sering meliputi pendarahan saat BAB (biasanya darah merah terang), rasa gatal, nyeri, dan ketidaknyamanan.
  2. Fisura Ani: Robekan kecil pada lapisan kulit di sekitar anus. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri hebat (terutama saat dan setelah BAB), sensasi terbakar, dan pendarahan.
  3. Proktitis: Peradangan pada lapisan rektum, yang bisa menyebabkan pendarahan, nyeri, dan perasaan ingin BAB terus-menerus.

Untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin menyarankan pemeriksaan penunjang seperti anoskopi atau kolonoskopi untuk menegakkan diagnosis. Pengobatan akan disesuaikan dengan diagnosis yang ditegakkan, bisa berupa perubahan gaya hidup, obat-obatan, atau tindakan medis lain jika diperlukan.

Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan keluhan yang Anda sampaikan, yaitu buang air besar (BAB) bercampur darah, disertai rasa perih, panas, dan ketidaknyamanan saat duduk yang sudah berlangsung selama 4 tahun, ini dapat mengindikasikan beberapa kondisi medis pada saluran pencernaan bagian bawah, terutama di daerah anus dan rektum.

Beberapa kemungkinan penyebab yang paling umum antara lain:

  1. Wasir (Hemoroid): Pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau di dalam rektum. Wasir bisa menyebabkan BAB berdarah (umumnya darah segar), nyeri, gatal, dan ketidaknyamanan, terutama setelah BAB atau saat duduk.
  2. Fisura Ani: Robekan kecil pada lapisan kulit di sekitar anus. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri tajam dan perih yang hebat saat atau setelah BAB, disertai perdarahan (darah segar) dan rasa tidak nyaman.
  3. Divertikulosis atau Divertikulitis: Kantung-kantung kecil yang terbentuk di dinding usus besar yang bisa meradang atau berdarah.
  4. Kolitis atau Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease - IBD): Peradangan pada usus besar yang dapat menyebabkan nyeri perut, diare berdarah, dan gejala lainnya.
  5. Polip atau Kanker Kolorektal: Meskipun lebih jarang, terutama pada usia muda, pendarahan kronis perlu dievaluasi untuk menyingkirkan kemungkinan adanya polip atau keganasan pada usus besar atau rektum.

Mengingat durasi keluhan yang sudah cukup lama (4 tahun), sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik lengkap dan mungkin pemeriksaan penunjang seperti anoskopi, proktoskopi, atau kolonoskopi untuk menegakkan diagnosis yang tepat. Dengan diagnosis yang akurat, penanganan yang sesuai dapat segera diberikan, baik melalui pengobatan konservatif, perubahan gaya hidup, atau tindakan medis jika diperlukan.

Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan gejala yang Anda jelaskan, yaitu BAB bercampur darah, terasa perih, panas setelah BAB, dan ketidaknyamanan saat duduk selama 4 tahun, kondisi ini dapat mengindikasikan beberapa kemungkinan masalah pada saluran pencernaan bagian bawah atau area anus.

Beberapa kondisi yang sering memiliki gejala serupa meliputi:

  1. Hemoroid (ambeien/wasir): Pembengkakan pembuluh darah di dalam atau di sekitar anus yang dapat menyebabkan pendarahan (biasanya darah segar menetes atau menempel pada tinja), nyeri, rasa panas, gatal, dan ketidaknyamanan, terutama saat duduk atau setelah BAB.
  2. Fissura Ani: Robekan kecil pada kulit di sekitar anus yang sangat sensitif. Ini sering menyebabkan nyeri hebat, perih, dan panas saat BAB serta pendarahan berupa bercak darah segar.
  3. Fistula Ani: Saluran abnormal yang terbentuk antara usus dan kulit di sekitar anus, sering kali akibat infeksi atau abses sebelumnya. Gejalanya bisa berupa nyeri, keluarnya cairan (nanah atau darah), dan ketidaknyamanan.

Mengingat gejala yang sudah berlangsung lama (4 tahun) dan menyebabkan ketidaknyamanan signifikan, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis yang akurat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan jika diperlukan, pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti keluhan Anda dan merencanakan penanganan yang tepat.

Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan keluhan yang Anda sampaikan, yaitu buang air besar (BAB) bercampur darah, terasa perih dan panas setelah BAB, serta ketidaknyamanan saat duduk selama 4 tahun, ini adalah gejala yang perlu mendapatkan perhatian medis segera. Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan beberapa kondisi, di antaranya:

  1. Wasir (Hemorrhoid/Ambeien): Pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Gejala umumnya adalah pendarahan saat BAB (biasanya darah segar menetes atau melapisi tinja), nyeri, gatal, dan rasa tidak nyaman di area anus, terutama saat duduk.
  2. Fisura Ani: Robekan kecil pada lapisan kulit di saluran anus. Kondisi ini sering disebabkan oleh tinja keras atau diare kronis, menyebabkan nyeri hebat dan sensasi terbakar saat dan setelah BAB, serta pendarahan (biasanya sedikit dan berwarna merah terang).
  3. Polip atau Divertikulosis: Benjolan kecil pada dinding usus besar atau kantong-kantong kecil pada usus besar yang bisa berdarah dan menyebabkan iritasi.
  4. Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD): Seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn, dapat menyebabkan pendarahan kronis, nyeri perut, dan diare.
  5. Kegemaran yang Lebih Serius (Jarang Terjadi pada Usia Muda, tetapi Penting untuk Dipertimbangkan): Dalam kasus yang lebih jarang dan terutama jika terjadi pada usia lanjut, pendarahan kronis juga bisa menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius seperti tumor atau kanker kolorektal.

Mengingat keluhan Anda sudah berlangsung selama 4 tahun, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan area anus, dan mungkin menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti kolonoskopi atau sigmoidoskopi untuk menegakkan diagnosis yang akurat. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan dapat memberikan pilihan pengobatan yang sesuai, yang bisa berupa perubahan gaya hidup, obat-obatan, atau tindakan medis lain seperti ligasi, skleroterapi, atau bahkan operasi, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi Anda.

Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan keluhan yang Anda sampaikan, yaitu buang air besar (BAB) bercampur darah, terasa perih dan panas setelah BAB, serta ketidaknyamanan saat duduk yang sudah berlangsung selama 4 tahun, kemungkinan besar kondisi yang Anda alami adalah wasir (hemoroid) atau fisura ani.

  • Wasir (Hemoroid) adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau di dalam rektum bagian bawah. Kondisi ini sering menyebabkan pendarahan (darah segar), rasa nyeri, gatal, dan ketidaknyamanan, terutama saat duduk atau setelah BAB.
  • Fisura Ani adalah robekan kecil pada lapisan kulit di anus. Robekan ini sering disebabkan oleh tinja yang keras dan dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam dan perih yang hebat selama atau setelah BAB, serta pendarahan.

Meskipun wasir dan fisura ani adalah penyebab paling umum dari gejala yang Anda alami, pendarahan kronis dari saluran cerna bawah juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang lebih serius seperti radang usus (inflammatory bowel disease), polip usus, atau bahkan kanker kolorektal, meskipun ini lebih jarang terjadi pada usia muda.

Mengingat keluhan ini sudah berlangsung lama (4 tahun) dan menyebabkan ketidaknyamanan signifikan, sangat penting bagi Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan anus dan rektum, dan mungkin merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti anoskopi atau kolonoskopi untuk menegakkan diagnosis pasti dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang lebih serius.

Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi Anda. Untuk wasir dan fisura ani, penanganan awal bisa meliputi perubahan pola makan (tingkatkan asupan serat dan cairan), penggunaan obat pencahar, salep topikal, atau rendam duduk. Pada kasus yang lebih parah, mungkin diperlukan tindakan medis seperti ligasi, skleroterapi, atau operasi.

Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan keluhan yang Anda sampaikan, yaitu buang air besar (BAB) bercampur darah, terasa perih dan panas setelah BAB, serta ketidaknyamanan saat duduk yang sudah berlangsung selama 4 tahun, kemungkinan besar Anda mengalami kondisi seperti wasir (hemoroid) atau fisura ani (robekan pada lapisan anus).

Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di dalam atau di sekitar anus, yang bisa menyebabkan pendarahan saat BAB, nyeri, gatal, dan benjolan. Sedangkan fisura ani adalah luka atau robekan kecil pada kulit di sekitar anus, yang seringkali sangat nyeri, terutama saat dan setelah BAB, serta bisa disertai pendarahan.

Namun, untuk mengetahui diagnosis pasti dan penyebab keluhan Anda, serta menentukan pengobatan yang tepat, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan langsung oleh dokter. Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, dan mungkin pemeriksaan penunjang lainnya jika diperlukan.

Pengobatan akan sangat tergantung pada diagnosis. Secara umum, beberapa penanganan awal dapat meliputi:

  • Mengonsumsi makanan tinggi serat dan cukup cairan untuk melancarkan BAB dan mencegah tinja keras.
  • Menggunakan obat-obatan pereda nyeri atau salep yang diresepkan dokter untuk mengurangi perih dan bengkak.
  • Merendam area anus dengan air hangat (sitz bath) untuk meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan.
  • Dalam beberapa kasus, prosedur medis minor atau operasi mungkin diperlukan, terutama jika kondisinya sudah parah atau tidak membaik dengan pengobatan konservatif.

{"doctor_specialist": "BEDAH DIGESTIF"}

Primaya AI menjawab
Disclaimer : Informasi yang diberikan bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis. Jawaban AI tidak dapat dijadikan acuan.

Berdasarkan gejala yang Anda alami, yaitu buang air besar (BAB) bercampur darah, terasa perih dan panas setelah BAB, serta ketidaknyamanan saat duduk yang sudah berlangsung selama empat tahun, beberapa kondisi medis dapat menjadi penyebabnya.

Kemungkinan kondisi yang paling umum meliputi:

  1. Wasir (Hemoroid): Pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau di rektum bagian bawah. Gejala umumnya adalah pendarahan merah terang saat atau setelah BAB, rasa nyeri, gatal, atau benjolan di sekitar anus.
  2. Fisura Ani: Robekan kecil pada lapisan kulit di anus. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri tajam atau perih yang hebat saat dan setelah BAB, serta pendarahan merah terang. Rasa panas dan ketidaknyamanan saat duduk sangat sesuai dengan gejala fisura ani.

Meskipun demikian, gejala BAB bercampur darah yang kronis juga perlu dievaluasi lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang lebih serius seperti polip usus, divertikulitis, atau bahkan kanker kolorektal, terutama mengingat durasi gejala yang sudah empat tahun.

Untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan area anus, dan mungkin menyarankan pemeriksaan penunjang seperti anoskopi, proktoskopi, atau kolonoskopi jika diperlukan, untuk menegakkan diagnosis. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan, bisa berupa perubahan gaya hidup dan pola makan, obat-obatan topikal atau oral, hingga tindakan medis atau bedah jika diperlukan.

{"doctor_specialist": "BEDAH DIGESTIF"}

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below