Perdarahan yang berlangsung hingga 4 hari setelah hubungan seksual pertama kali, terutama jika jumlahnya cukup banyak atau disertai nyeri, memerlukan perhatian medis. Beberapa kemungkinan penyebab perdarahan ini antara lain:
- Robekan selaput dara (himen): Ini adalah penyebab umum perdarahan setelah hubungan seksual pertama. Namun, perdarahan biasanya ringan dan berhenti dalam waktu singkat (beberapa jam hingga satu hari). Jika perdarahan berlanjut lama, mungkin ada robekan yang lebih dalam atau luas.
- Luka atau iritasi pada vagina: Hubungan seksual yang pertama kali, terutama jika tidak cukup pelumasan, dapat menyebabkan luka kecil atau iritasi pada dinding vagina atau leher rahim.
- Kondisi medis lain: Meskipun lebih jarang, perdarahan juga bisa terkait dengan kondisi lain seperti infeksi pada organ reproduksi, polip serviks, atau masalah pada leher rahim.
Sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui penyebab pasti perdarahan dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Perdarahan ringan setelah hubungan seksual pertama kali dapat terjadi karena pecahnya selaput dara (himen). Namun, jika perdarahan berlangsung terus-menerus selama 4 hari atau lebih, hal ini bukan kondisi yang umum dan memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter.
Beberapa kemungkinan penyebab perdarahan yang berkepanjangan meliputi:
- Laserasi atau luka yang lebih dalam: Selain selaput dara, mungkin ada luka pada jaringan vagina atau leher rahim yang memerlukan penanganan.
- Infeksi: Infeksi pada saluran reproduksi dapat menyebabkan perdarahan.
- Kondisi medis lainnya: Meskipun kurang umum, beberapa kondisi medis atau hormonal juga bisa memengaruhi perdarahan.
Sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis agar penyebab perdarahan dapat diketahui secara pasti dan penanganan yang tepat bisa diberikan.


