Pernahkah Anda merasa lawan bicara Anda selalu bergumam? Atau mungkin Anda sering menaikkan volume TV hingga orang di sekitar merasa terganggu? Jika ya, Anda tidak sendirian. Kehilangan pendengaran bukan sekadar masalah “telinga”, melainkan gangguan komunikasi yang bisa memutus koneksi Anda dengan dunia.
Lebih dari Sekadar Suara: Dampak Tersembunyi
Kehilangan pendengaran (gangguan pendengaran) terjadi saat sistem auditori mengalami hambatan. Dampaknya tidak main-main. Mulai dari kesulitan mengikuti rapat penting, rasa cemas saat bertelepon, hingga risiko demensia dan depresi pada lansia akibat isolasi sosial. Bagi anak-anak, ini bisa menjadi penghambat prestasi di sekolah.
Mengapa Pendengaran Kita Menurun?
Secara medis, ada dua jalur utama yang menyebabkan gangguan ini:
- Gangguan Konduktif (Hambatan Fisik): Suara terhalang masuk karena penumpukan kotoran, infeksi telinga tengah, cairan akibat alergi, hingga kondisi gendang telinga yang pecah.
- Gangguan Sensorineural (Kerusakan Saraf):Sering terjadi akibat proses penuaan, paparan kebisingan ekstrem, cedera kepala, atau penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi.
- Tipe Campuran:Kombinasi dari keduanya yang memerlukan penanganan lebih kompleks.
Waspadai 5 Tanda Peringatan Ini:
Jangan abaikan jika Anda atau keluarga mulai menunjukkan gejala berikut:
- Sering meminta orang lain mengulang kalimat.
- Suara orang lain terdengar seperti bergumam/tidak jelas.
- Telinga sering berdenging (Tinnitus).
- Sulit mendengar suara bernada tinggi (seperti kicauan burung).
- Kesulitan memahami percakapan di tempat ramai (restoran atau kafe).
Diagnosis Modern: Akurat dan Terukur
- Teknologi medis saat ini memungkinkan diagnosa yang sangat presisi. Di rumah sakit kami, tim ahli audiolog menggunakan serangkaian tes canggih:
- Tes Nada Murni: Menentukan ambang batas pendengaran terkecil Anda.
- OAE (Otoacoustic Emissions): Mengecek kesehatan telinga bagian dalam secara spesifik.
- Timpanometri: Melihat kondisi kesehatan gendang telinga Anda.
Solusi dan Pengobatan
Kabar baiknya, sebagian besar gangguan pendengaran dapat ditangani. Mulai dari prosedur pembersihan kotoran telinga, penggunaan antibiotik untuk infeksi, hingga langkah restoratif seperti Alat Bantu Dengar (ABD) atau Implan Koklea bagi kasus yang lebih berat.
Mencegah Lebih Baik Daripada Membungkam Dunia
Pendengaran adalah aset masa depan. Anda bisa melindunginya dengan langkah sederhana:
- Aturan 80/90:Jangan mendengarkan musik lebih dari 80% volume selama lebih dari 90 menit.
- Gunakan Earplug:Terutama saat berada di konser atau area konstruksi.
- Stop Cotton Bud: Hindari memasukkan benda apa pun ke dalam telinga yang justru berisiko merusak gendang telinga.
- Kontrol Penyakit Kronis:Jaga tekanan darah dan gula darah Anda tetap stabil.
Kehilangan pendengaran sering kali terjadi secara perlahan sehingga penderitanya tidak sadar. Deteksi dini adalah kunci agar kualitas hidup tetap terjaga.
Ditinjau oleh:
dr. Bunga Aline Ditha, Sp.THT-BKL
Spesialis THT-BKL
Primaya Hospital Kelapa Gading
Referensi:
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/deafness-and-hearing-loss
- https://www.cdc.gov/hearing-loss/about/index.html
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072
- https://www.healthline.com/health/hearing-loss
- https://www.nidcd.nih.gov/health/hearing-ear-infections-deafness


