• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengenal Akupunktur Medik: Terapi Berbasis Bukti Ilmiah

Akupunktur medik

Akupunktur, sebagai salah satu bentuk pengobatan tertua, telah mengalami evolusi signifikan. Di samping praktik tradisional, kini hadir Akupunktur Medik (atau Medical Acupuncture), yang merupakan bagian dari ilmu kedokteran konvensional dan didukung oleh bukti ilmiah.

Lalu, apa bedanya dengan akupunktur tradisional? Kondisi apa saja yang bisa ditangani, dan bagaimana cara kerjanya?

Perbedaan Akupunktur Medik dan Akupunktur Tradisional

Perbedaan mendasar antara Akupunktur Medik dan Akupunktur Tradisional terletak pada dasar filosofi, diagnosis, dan praktisinya.

  • Akupunktur Tradisional (TCM): Berakar pada filosofi pengobatan Tiongkok kuno yang melibatkan konsep energi vital tubuh (Qi), keseimbangan Yin dan Yang, serta sistem jalur energi yang disebut meridian atau saluran. Praktisi utamanya sering disebut sinshe atau ahli pengobatan tradisional (bukan dokter).
  • Akupunktur Medik: Tidak lagi menggunakan konsep Qi, Yin-Yang, atau meridian tradisional sebagai dasar diagnosis dan terapi. Akupunktur medik berfokus pada pemahaman anatomi, fisiologi, patologi, dan mekanisme neurologis serta biokimia tubuh manusia. Praktisinya adalah dokter spesialis akupunktur medik (Sp.Ak.) atau dokter umum yang telah mendapat pelatihan akupunktur medik, sehingga menjamin standar keamanan dan sterilitas yang ketat, serta dapat berkolaborasi dengan dokter spesialis lain.

Akupunktur medik menggunakan dasar-dasar ilmu kedokteran dan kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine) dalam menentukan titik stimulasi dan teknik terapi. Selain jarum, akupunktur medik juga dapat menggunakan moda lain seperti listrik (elektroakupunktur), termal, laser, atau tanam benang (Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Akupunktur Medik Indonesia (PDAI)).

Baca Juga:  Akupunktur Medis, Pahami Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Kondisi yang Dapat Ditangani Dokter Spesialis Akupunktur Medik

Dokter spesialis akupunktur medik menangani berbagai kondisi kesehatan dengan fokus utama pada manajemen nyeri dan gangguan fungsional, sering kali sebagai terapi komplementer yang bersinergi dengan pengobatan konvensional.

Menurut studi klinis dan rekomendasi, kondisi yang umumnya ditangani meliputi:

Manajemen Nyeri Kronis:

  • Nyeri punggung bawah (Low Back Pain).
  • Nyeri leher dan bahu (frozen shoulder).
  • Osteoartritis (nyeri sendi lutut).
  • Sakit kepala, termasuk migrain dan sakit kepala tegang.
  • Nyer pasca operasi.
  • Fibromyalgia.
  • Nyeri neuropati (gangguan saraf).

Gangguan Fungsional Lain:

  • Mual dan muntah (misalnya akibat kemoterapi).
  • Insomnia (gangguan tidur).
  • Infertilitas (gangguan kesuburan) sebagai terapi tambahan.
  • Gangguan kecemasan dan depresi.
  • Rehabilitasi pasca stroke.
  • Gangguan kecantikan/estetika (misalnya facial rejuvenation).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah merekomendasikan akupunktur untuk mengatasi lebih dari 100 jenis gangguan kesehatan

Cara Kerja Akupunktur Medik

Akupunktur medik bekerja dengan merangsang titik-titik spesifik pada tubuh yang terhubung dengan sistem saraf, otot, dan endokrin (hormon). Jarum halus dimasukkan ke bawah kulit atau lebih dalam mencapai otot untuk memicu respons fisiologis tubuh.

Mekanisme utama yang mendasari Akupunktur Medik meliputi:

  • Perangsangan Saraf: Penusukan jarum merangsang serabut saraf, yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak dan sumsum tulang belakang. Rangsangan ini memicu pelepasan zat kimia saraf (neurotransmiter).
  • Pelepasan Endorfin: Salah satu respons yang paling penting adalah pelepasan endorfin dan enkefalin, zat kimia alami tubuh yang memiliki efek pereda nyeri (analgesik) dan memberikan efek relaksasi. Hal ini menjelaskan mengapa akupunktur sangat efektif dalam manajemen nyeri.
  • Regulasi Neuro-Endokrin-Imun: Stimulasi titik akupunktur membantu mengatur sistem saraf, hormonal, dan kekebalan tubuh. Ini dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan, dan memperbaiki fungsi organ terkait (Sumber: Hello Sehat).
  • Perbaikan Sirkulasi Darah: Rangsangan lokal dapat meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke jaringan yang cedera atau bermasalah, membantu mempercepat proses penyembuhan.
Baca Juga:  Amankah Terapi Akupunktur Untuk Orang Tua?

Prosedur ini dilakukan dengan jarum steril sekali pakai, memastikan keamanan dan minim risiko efek samping.

Jika Anda menghadapi nyeri kronis yang tak kunjung membaik, migrain berulang, atau mencari terapi komplementer yang berbasis ilmiah untuk kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Akupunktur Medik (Sp.Ak.). Dapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang terintegrasi dengan pengobatan konvensional, demi mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan bebas nyeri.

Ditinjau oleh:

dr. Feliani, Sp.Ak

Spesialis Akupunktur Medik

Primaya Hospital Kelapa Gading

Referensi:

  • https://hellosehat.com/alternatif-lain/terapi-lain/akupunktur/
  • https://pdai.or.id/
  • https://www.alodokter.com/memahami-akupunktur-lebih-jauhhttps://
  • www.who.int/health-topics/traditional-complementary-and-integrative-medicinehttps://
  • www.nccih.nih.gov/health/acupuncture-what-you-need-to-know
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below