Banyak orang menganggap remeh rasa nyeri, kram, atau berat pada kaki saat berjalan. “Ah, cuma pegal biasa atau faktor usia,” begitu gumamnya. Namun, waspadalah. Gejala yang tampak sepele ini bisa jadi adalah alarm dari Peripheral Artery Disease (PAD) atau Penyakit Arteri Perifer—kondisi serius yang jika dibiarkan, taruhannya adalah kehilangan anggota tubuh.
Mengenal PAD: Ketika Jalur Nutrisi Terhambat
Secara sederhana, PAD terjadi akibat penyempitan pembuluh darah arteri yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, terutama kaki.
Penyebab utamanya adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada dinding arteri. Bayangkan pipa air yang tersumbat kerak; aliran air tidak lancar, bukan? Begitu pula darah Anda. Saat Anda berjalan, otot kaki butuh asupan oksigen lebih. Karena jalurnya sempit, pasokan darah tidak mencukupi, terjadilah rasa nyeri hebat yang memaksa Anda berhenti melangkah.
Waspada 5 Gejala Khas “Si Pencuri Langkah”
PAD sering kali berkembang secara senyap. Kenali tanda-tanda berikut sebelum terlambat:
- Klaudikasio Intermiten:Nyeri atau kram hebat pada betis, paha, atau bokong saat beraktivitas, namun ajaibnya hilang saat beristirahat.
- Nyeri Saat Rebahan:Pada tahap lanjut, rasa sakit tetap muncul meski sedang tidur, terutama di bagian jari kaki.
- Perubahan Fisik Kaki:Kulit kaki tampak pucat atau kebiruan, terasa dingin, dan terlihat mengkilap.
- Luka Membandel:Luka kecil atau lecet yang tidak kunjung sembuh. Ini fase berbahaya karena risiko infeksi tinggi.
- Rambut Kaki Rontok:Pertumbuhan rambut kaki berkurang dan kuku kaki menjadi rapuh atau tumbuh sangat lambat.
Â
Siapa yang Paling Berisiko?
Gaya hidup adalah faktor penentu. Kelompok yang paling rentan terkena PAD antara lain:
- Perokok Aktif:Racun rokok merusak dinding arteri secara agresif.
- Penderita Diabetes:Gula darah tinggi adalah “musuh” bagi elastisitas pembuluh darah.
- Hipertensi & Kolesterol Tinggi:Keduanya mempercepat pembentukan plak yang mengeraskan arteri.
- Usia di Atas 50 Tahun:Risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
 Langkah Penanganan: Jangan Tunggu Sampai Lumpuh
Kabar baiknya, PAD bisa diatasi. Penanganannya fokus pada dua hal: meredakan gejala dan mencegah komplikasi fatal seperti serangan jantung atau stroke.
- Revolusi Gaya Hidup:Berhenti merokok adalah harga mati. Selain itu, diet sehat dan olahraga teratur (seperti program jalan kaki di bawah pengawasan medis) justru membantu membentuk pembuluh darah baru sebagai “jalan pintas” alami.
- Terapi Obat:Penggunaan pengencer darah, statin untuk kolesterol, serta obat pengontrol gula darah sangat krusial.
- Tindakan Medis Modern:Jika penyumbatan sudah parah, dokter spesialis mungkin menyarankan Angioplasti (pelebaran arteri dengan balon/stent) atau operasi Bypass untuk membuat saluran darah baru.
Deteksi Dini Adalah Kunci
Jangan biarkan nyeri kaki membatasi ruang gerak Anda. Pemeriksaan sederhana seperti Ankle Brachial Index (ABI) dan USG Doppler Vaskular dapat memberikan diagnosis yang akurat secara cepat. Jika Anda atau keluarga mulai merasakan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular endovaskular di Primaya Hospital Kelapa Gading.
Ditinjau oleh:
dr. Richard Yehuda Limen, Sp.B, Subsp.BVE(K)
Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Vaskular Endovaskular
Primaya Hospital Kelapa Gading
Referensi:
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peripheral-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350557
- https://www.heart.org/en/health-topics/peripheral-artery-disease/about-peripheral-artery-disease-pad
- https://www.nhlbi.nih.gov/health/peripheral-artery-disease
- https://www.webmd.com/heart-disease/peripheral-vascular-disease
- https://p2ptm.kemkes.go.id/



