• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Deep Vein Thrombosis: Mengatasi Masalah Pembekuan Darah

Deep Vein Thrombosis Mengatasi Masalah Pembekuan Darah

Deep vein thrombosis adalah kondisi ketika terjadi bekuan atau gumpalan darah (trombus) di vena dalam. Umumnya kondisi ini terjadi pada kaki, tapi dampaknya bisa sampai ke paru-paru sehingga lebih membahayakan.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Deep Vein Thrombosis

Deep vein thrombosis atau trombosis vena dalam mengacu pada kondisi terbentuknya gumpalan darah di sistem vena dalam, yakni jaringan vena besar dengan percabangan luas yang meliputi seluruh tubuh. Lokasi paling umum tempat terjadinya kondisi ini adalah vena dalam kaki dan paha.

Vena adalah jenis pembuluh darah yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh melalui arteri kemudian mengalir lewat pembuluh darah kapiler dan vena sebelum akhirnya kembali ke jantung.

Vena terdiri atas dua macam, yaitu vena dangkal dan vena dalam. Vena dangkal terletak di dekat kulit dan bisa dilihat dengan jelas. Sedangkan vena dalam terletak lebih dalam di dalam tubuh dan lebih sulit dilihat. Vena dalam membawa darah kembali dari kaki dan panggul ke jantung.

Trombosis terjadi ketika terbentuk bekuan darah di dalam pembuluh darah. Dalam kasus deep vein thrombosis, bekuan itu terbentuk di dalam vena yang dalam dan dapat menghambat aliran darah. Bekuan darah biasanya terbentuk ketika darah menjadi lebih cair dari biasanya, misalnya ketika duduk dalam waktu lama atau kurang bergerak aktif. Bekuan darah juga bisa terbentuk saat pembuluh darah terluka atau mengalami peradangan.

Bekuan darah deep vein thrombosis bisa amat membahayakan karena dapat menyebabkan kondisi yang disebut emboli paru-paru. Dalam kondisi ini, bekuan darah terlepas dan bergerak melalui aliran darah menuju paru-paru dan bisa menyumbat pembuluh darah. Akibatnya, individu yang mengalaminya akan kesulitan bernapas dan bisa meninggal. Karena itu, penting untuk mengenali tanda dan gejala deep vein thrombosis dan segera mencari pertolongan medis ketika mengalaminya.

 

Gejala

Menurut CDC, sekitar 50 persen kasus deep vein thrombosis tak disertai gejala. Ketika muncul, gejala itu meliputi:

  • Pembengkakan pada kaki
  • Kulit kaki yang terkena berubah warna menjadi kemerahan
  • Rasa nyeri atau pegal di area kaki yang terkena
  • Irama detak jantung cepat
  • Kulit kaki terasa hangat
  • Muncul urat-urat kecil yang terlihat pada kulit kaki
Baca Juga:  Yang Harus Kamu Ketahui tentang Transplantasi Jantung

Gejala deep vein thrombosis bisa menyerupai kondisi atau masalah kesehatan lain sehingga dibutuhkan pemeriksaan dokter untuk memastikannya.

 

Penyebab

Penyebab deep vein thrombosis bisa dibedakan menjadi tiga kategori, yakni:

  • Cedera pada vena dalam yang membuat darah lebih mungkin menggumpal, misalnya terkena pukulan atau menjalani pembedahan.
  • Imobilitas yang menyebabkan darah terkumpul dan menggumap di kaki, seperti lama menjalani tirah baring dan duduk/berdiri terlalu lama misalnya dalam perjalanan.
  • Faktor dan penyakit yang meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah, antara lain kanker, kehamilan, usia tua, kondisi genetik, terapi penggantian hormon, pil kontrasepsi oral, merokok, dan kelebihan berat badan

 

Cara Dokter Mendiagnosis Deep Vein Thrombosis

Tes yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis deep vein thrombosis adalah ultrasonografi (USG) dupleks. Lewat tes ini, dokter bisa langsung melihat pembuluh darah pada kaki dan mengetahui ada-tidaknya bekuan darah.

Tes lain yang mungkin digunakan adalah venografi kontras dengan cara menyuntikkan pewarna kontras ke dalam pembuluh darah pada kaki atau panggul, lalu melakukan pemindaian untuk mengidentifikasi tanda-tanda deep vein thrombosis.

 

Cara Mengatasi Deep Vein Thrombosis

Fokus penanganan deep vein thrombosis adalah mencegah bekuan darah yang lebih serius dan komplikasi seperti emboli paru-paru. Berikut ini beberapa caranya:

  • Pemberian obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut dan menghancurkan gumpalan darah yang telah terbentuk
  • Penggunaan kaus kaki kompresi untuk membantu mencegah kembalinya darah dan mengurangi pembengkakan pada kaki
  • Menaikkan kaki ketika berbaring agar darah tak mengalir kembali ke kaki
  • Trombektomi, yakni prosedur bedah untuk mengangkat bekuan darah dari pembuluh darah
  • Pemasangan filter vena cava untuk mencegah emboli paru
  • Modifikasi gaya hidup menjadi lebih aktif bergerak dan meninggalkan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok dan makan makanan yang tak menyehatkan
Baca Juga:  Catheter Dual Lumen: Apa Itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

 

Komplikasi

Komplikasi paling serius dari deep vein thrombosis adalah emboli paru yang terjadi ketika bekuan darah terlepas, mengalir lewat aliran darah ke paru, dan menyebabkan sumbatan sehingga paru-paru tak mendapat pasokan darah yang dibutuhkan hingga pada akhirnya mengakibatkan kematian. Komplikasi lain meliputi:

  • Sindrom post-trombotik, yaitu kerusakan pada vena setelah mengalami deep vein thrombosis
  • Luka terbuka bila deep vein thrombosis tak diobati dan pembuluh darah terus tersumbat sehingga aliran darah ke kulit dan jaringan sekitarnya terganggu
  • Stroke bila gumpalan darah menyumbat pembuluh darah di otak
  • Serangan jantung jika bekuan darah menyumbat pembuluh darah di jantung

 

Pencegahan

Deep vein thrombosis bisa dicegah. Caranya antara lain:

  • Menggerakkan tubuh secara berkala, terutama dalam situasi ketika harus duduk, berdiri, atau berbaring dalam waktu lama. Misalnya dalam perjalanan jauh.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  • Berhenti merokok.
  • Menghindari penggunaan celana yang terlalu ketat karena bisa menghambat sirkulasi darah.
  • Menerapkan pola makan gizi seimbang.
  • Minum banyak air putih.
  • Menjaga berat badan yang sehat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika merasa mengalami gejala deep vein thrombosis, penting untuk segera mendatangi dokter guna menjalani pemeriksaan. Tujuannya adalah mencegah terjadinya komplikasi yang mengancam jiwa. Makin cepat penanganan, makin besar peluang kesembuhan.

 

Reviewer

dr. Haidir Bima, Sp.B, Subsp. BVE(K)

Dokter Spesialis Bedah Vaskular

Primaya Hospital Makassar

Referensi:

  • Deep Vein Thrombosis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507708/. Diakses 11 Mei 2023
  • DVT (deep vein thrombosis). https://www.nhs.uk/conditions/deep-vein-thrombosis-dvt/.  Diakses 11 Mei 2023
  • What is Venous Thromboembolism?. https://www.cdc.gov/ncbddd/dvt/facts.html. Diakses 11 Mei 2023
  • Diagnosis and management of acute deep vein thrombosis. https://academic.oup.com/eurheartj/article/39/47/4208/3002647. Diakses 11 Mei 2023
  • Deep venous thrombosis (DVT). https://canadianvascular.ca/Deep-Venous-Thrombosis-(DVT). Diakses 11 Mei 2023
  • Diseases & conditions-Deep Vein Thrombosis. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/deep-vein-thrombosis. Diakses 11 Mei 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.