• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Sumbatan Usus: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Usus kita ibarat jalan raya yang menjadi sarana lalu lintas utama. Ketika terjadi hambatan, misalnya ada tanah longsor di jalan, lalu lintas akan macet dan terjadi kekacauan. Begitu pula saat terjadi sumbatan usus. Kondisi yang juga disebut obstruksi usus atau intestinal ini bahkan bisa mengancam jiwa bila tak ditangani segera. Berikut ini penjelasannya.

Mengenal Sumbatan Usus

Sumbatan usus adalah kondisi ketika terjadi penyumbatan yang menghalangi makanan, cairan, dan gas melewati usus kecil atau usus besar secara normal. Seperti diterangkan National Institutes of Health, penyumbatan ini bisa bersifat parsial (sebagian), yakni masih ada sedikit materi yang bisa lewat, atau total (sepenuhnya), yaitu ketika tidak ada sama sekali yang bisa melalui usus.

Selain parsial dan total, sumbatan usus bisa berupa closed loop, yakni kondisi ketika ada segmen dari usus kecil yang tersumbat pada dua titik sehingga material terperangkap di dalamnya.

Sumbatan usus biasanya dibagi menjadi dua kategori utama:

  • Obstruksi Mekanis: Ini jenis sumbatan yang paling umum, di mana ada penghalang fisik yang secara harfiah memblokir jalur usus. Penyebabnya bisa berupa perlengketan jaringan parut, hernia, tumor, atau benda asing yang tertelan.
  • Obstruksi Fungsional: Pada jenis ini, tidak ada sumbatan fisik. Masalahnya terletak pada otot-otot dinding usus yang berhenti berkontraksi sebagaimana mestinya. Akibatnya, isi usus tidak dapat bergerak maju. Kondisi ini sering terjadi setelah operasi perut, akibat infeksi, atau karena efek samping obat-obatan tertentu.

Sumbatan usus bisa terjadi pada usus kecil ataupun usus besar. Tapi sumbatan usus kecil (small bowel obstruction/SBO) lebih jamak dijumpai daripada sumbatan usus besar (large bowel obstruction/LBO).

Gejala Sumbatan Usus

Gejala sumbatan usus dapat bervariasi, tergantung lokasi dan tingkat keparahan penyumbatan. Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat intens, terutama pada kasus sumbatan total. Gejala yang utama meliputi:

  • Nyeri perut hebat seperti kram yang sering datang dan pergi dalam gelombang. Nyeri mungkin awalnya terasa seperti kram perut biasa, tapi intensitasnya akan meningkat seiring waktu.
  • Mual dan muntah karena makanan dan cairan tidak bisa bergerak ke bawah sehingga tubuh akan mencoba mengeluarkannya kembali ke atas. Jika sumbatan terjadi di bagian bawah usus, muntahan bisa berwarna kehijauan karena cairan empedu atau bahkan kecokelatan dan berbau seperti feses, yang artinya kondisinya sudah parah.
  • Perut kembung dan membengkak karena penumpukan gas dan cairan di belakang titik sumbatan.
  • Tidak bisa atau hanya bisa sedikit buang angin atau buang air besar selama berjam-jam.

Penyebab Sumbatan Usus

Penyebab sumbatan usus bisa bermacam-macam, tergantung lokasi dan jenisnya. Di antaranya:

  • Adesi atau perlengketan perut akibat pita jaringan parut yang terbentuk di antara organ-organ perut menarik, menjepit, atau melilit usus.
  • Hernia, yaitu kondisi ketika sebagian usus menonjol melalui titik lemah pada otot perut.
  • Penyakit Crohn atau radang usus kronis yang bisa menyebabkan penebalan dinding usus dan pembentukan jaringan parut dalam usus.
  • Tumor baik jinak maupun ganas yang tumbuh di dalam atau di luar usus kecil.
  • Intususepsi, yakni kondisi di mana satu bagian usus “melipat” masuk ke bagian usus di sebelahnya, yang umum terjadi pada anak-anak.
  • Volvulus, yakni kondisi ketika usus terpelintir dengan sendirinya sehingga memotong aliran materi dan suplai darah.
  • Divertikulitis, yaitu peradangan pada kantong-kantong kecil di dinding usus (divertikula) yang dapat menyebabkan pembengkakan dan pembentukan jaringan parut yang menyumbat usus.
  • impaksi feses : kondisi medis dimana feses mengeras, mengering, dan tersangkut di usus besar atau rektum, sehingga tidak bisa dikeluarkan secara normal.
Baca Juga:  Usus Buntu Bagaimana Gejalanya?

Cara Dokter Mendiagnosis Sumbatan Usus

Diagnosis sumbatan usus adalah proses yang cepat dan sistematis di unit gawat darurat. Dokter akan memulai langkah diagnostik dengan wawancara medis untuk menanyakan riwayat gejala, riwayat operasi sebelumnya, dan kondisi medis lain.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat apakah perut bengkak, menekan perut untuk memeriksa adanya nyeri atau benjolan, dan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara usus.

Langkah selanjutnya adalah tes pencitraan yang penting untuk mengonfirmasi diagnosis. Di antaranya:

  • Rontgen (sinar-X) abdomen untuk melihat adanya pelebaran loop usus dan tingkat cairan-udara yang khas pada sumbatan.
  • CT scanabdomen yang merupakan “standar emas” untuk diagnosis sumbatan usus karena bisa memberikan gambar tiga dimensi yang sangat detail sehingga dokter dapat melihat lokasi pasti, tingkat keparahan, hingga penyebab sumbatan.
  • USG (ultrasonografi) kadang juga digunakan, terutama pada anak-anak untuk mendeteksi intususepsi atau pada perempuan hamil untuk menghindari radiasi.

Cara Mengatasi Sumbatan Usus

Sumbatan usus adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan dan rawat inap di rumah sakit. Setelah kondisi pasien stabil, dokter akan menegakkan diagnosis untuk menentukan tindakan yang tepat.

Penanganan awal yang diberikan biasanya berupa:

  • Larangan makan/minum agar materi di dalam usus tak makin menumpuk.
  • Pemberian cairan infus untuk mengembalikan hidrasi dan menyeimbangkan kadar elektrolit.
  • Pemasangan slang nasogastrik (NG) melalui hidung sampai ke lambung. Slang ini terhubung ke alat isap untuk mengeluarkan kelebihan cairan dan gas yang terperangkap.

Dalam banyak kasus sumbatan mekanis parsial, langkah ini mungkin sudah cukup. Jika usus mulai berfungsi kembali yang ditandai dengan bisa buang angin dan berkurangnya volume cairan dari slang NG), pasien dapat pulih tanpa operasi.

Adapun jika kondisi tidak membaik atau ada tanda-tanda sumbatan total atau komplikasi, diperlukan operasi atau pembedahan. Tindakan ini merupakan satu-satunya solusi untuk sumbatan mekanis total atau jika ada kecurigaan suplai darah ke usus terganggu.

Baca Juga:  Nephrolithotomy - Tindakan Bedah untuk Mengatasi Batu Ginjal

Selama operasi, dokter ahli bedah akan:

  • Menghilangkan penyebab sumbatan, misalnya dengan memotong adesi, memperbaiki hernia, atau mengangkat tumor.
  • Mengangkat usus yang telah rusak atau mati dan menyambungkan kedua ujung usus yang sehat.
  • Jika usus tak bisa disambung langsung, dokter akan membuat stoma (lubang di dinding perut) untuk membuang feses ke dalam kantong khusus yang bisa bersifat sementara atau permanen.
  • Pemasangan stentuntuk membuka sumbatan dan memungkinkan isi usus lewat.

Komplikasi Sumbatan Usus

Jika tidak ditangani dengan cepat, sumbatan usus dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Matinya jaringan usus karena pembuluh darah tertekan oleh sumbatan dan suplai darah ke dinding usus terpotong.
  • Perforasi atau robeknya dinding usus yang mati atau terlalu teregang.
  • Peritonitis, yakni infeksi ketika isi usus yang penuh bakteri tumpah ke dalam rongga perut akibat robeknya usus.
  • Sepsis, yakni infeksi di seluruh tubuh akibat peritonitis yang parah. Sepsis dapat menyebabkan kegagalan banyak organ dan kematian.

Pencegahan Sumbatan Usus

Beberapa penyebab sumbatan usus dapat dicegah atau setidaknya diturunkan risikonya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Caranya antara lain:

  • Konsumsi makanan kaya serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh membantu menjaga kelancaran pergerakan usus dan mencegah sembelit.
  • Minum cukup air untuk membantu serat bekerja lebih efektif dan menjaga tinja tetap lunak.
  • Rutin beraktivitas fisik untuk merangsang kontraksi normal usus guna membantu mendorong makanan melalui sistem pencernaan.
  • Jika memiliki hernia, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan sebelum hernia terjepit dan menyebabkan sumbatan.
  • Bagi yang berusia 45 tahun ke atas atau memiliki faktor risiko lain, jalani kolonoskopi secara teratur untuk mendeteksi dan mengangkat polip sebelum berkembang menjadi tumor yang menyumbat.

Kapan Harus ke Dokter?

Sumbatan usus tergolong kondisi darurat medis. Segera cari pertolongan medis atau datangi unit gawat darurat terdekat jika mengalami kombinasi gejala yang berkaitan dengan sumbatan usus. Penting untuk mengenali gejala-gejala ini dan bertindak cepat agar mendapatkan penanganan yang tepat waktu sebelum terjadi komplikasi yang fatal.

Sumber

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below