• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Intermittent Fasting bagi Penderita Tekanan Darah Rendah

Puasa intermiten atau intermittent fasting semakin banyak diminati karena sejumlah penelitian menunjukkan manfaatnya terhadap kesehatan, mulai dari penurunan berat badan yang lebih efektif, peningkatan sensitivitas insulin, hingga perbaikan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

Pola makan yang mengatur waktu makan dan waktu tidak makan ini dianggap lebih fleksibel dibandingkan diet ketat lainnya, sehingga lebih mudah diikuti dalam jangka panjang. Tidak heran, banyak orang mulai menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi tekanan darah rendah atau hipotensi, puasa intermiten tidak dapat dilakukan sembarangan. Tekanan darah yang berada di bawah batas normal dapat menyebabkan suplai darah ke otak tidak stabil, dan ketika tubuh tidak mendapatkan asupan cairan atau energi dalam waktu lama, gejala seperti pusing berputar, kepala terasa ringan, jantung berdebar, hingga pingsan bisa muncul secara tiba-tiba.

Situasi ini terutama berbahaya ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring, atau saat melakukan aktivitas fisik dalam keadaan perut kosong.

Oleh karena itu, bagi penderita hipotensi, baik yang memiliki kondisi kronis maupun hipotensi ortostatik, pemahaman mengenai cara berpuasa yang aman sangatlah penting. Dibutuhkan strategi yang tepat untuk mencegah penurunan tekanan darah secara drastis selama menjalankan puasa intermiten.

Dan pada artikel ini, kami akan memberikan panduan aman agar tetap bisa menjalankan puasa intermiten tanpa membahayakan kesehatan.

Mengenal Tekanan Darah Rendah dan Risikonya Saat Berpuasa

Tekanan darah rendah didefinisikan < 90/60 mmHg atau gejala pusing saat berdiri (hipotensi ortostatik). Penyebab umum pada orang dewasa:

  • Dehidrasi kronis
  • Obat antihipertensi berlebihan
  • Gangguan saraf otonom (neuropati diabetik, Parkinson)
  • Kekurangan natrium atau volume darah

Saat berpuasa, volume darah dan natrium turun โ†’ tekanan darah bisa turun 10โ€“20 mmHg lebih rendah lagi โ†’ risiko sinkop (pingsan) meningkat.

Protokol Puasa Intermiten yang Aman untuk Hipotensi

 

Protokol Jendela Makan Keselamatan untuk Hipotensi
16/8ย (palingย direkomendasikan) 10.00โ€“18.00ย atauย 12.00โ€“20.00 Sangatย aman
14-Oct 09.00โ€“19.00 Palingย amanย untukย pemula
5:2ย (500โ€“600ย kcalย 2ย hari) Boleh,ย tapiย hanyaย 1ย hariย duluย ujiย coba Amanย jikaย cukupย garam
OMADย (Oneย Mealย Aย Day) Hindari Berisikoย tinggiย pingsan
Puasaย >20ย jam Hindari Tidakย direkomendasikan
Baca Juga:  Panduan Lengkap Mengatasi Asam Lambung Naik

Menurut New England Journal of Medicine 2020 dan American Heart Association 2024, protokol 14/10 hingga 16/8 adalah yang paling aman untuk orang dengan hipotensi.

7 Aturan Wajib agar Tekanan Darah Tidak Terlalu Turun

  1. Tambah Garam 1โ€“2 gram/Hari Saat Puasa
    Tambahkan ยผโ€“ยฝ sdt garam laut ke dalam 500 ml air (bisa dicampur sedikit jeruk nipis). Studi Hypertension 2023 membuktikan tambahan natrium 1โ€“2 g pada pasien hipotensi mencegah penurunan tekanan darah berlebih saat IF.
  2. Minum Minimal 2,5โ€“3 Liter Cairan/Hari
    Air putih, infused water, teh herbal tanpa gula boleh selama jendela puasa.
  3. Konsumsi Kalium & Magnesium Tinggi Saat Makan
    Alpukat, bayam, pisang, ubi, kacang-kacangan membantu menjaga keseimbangan elektrolit.
  4. Batasi Kopi & Teh Hitam Pagi Hari
    Kafein menyebabkan diuresis โ†’ tekanan darah turun lebih cepat.
  5. Berdiri Pelan dari Duduk/Tidur
    Lakukan โ€œcounter-maneuverโ€: silangkan kaki, genggam tangan kuat-kuat 10 detik sebelum berdiri.
  6. Pakai Stoking Kompresi Kelas 1โ€“2 (20โ€“30 mmHg)
    Mencegah penumpukan darah di kaki bagian bawah.
  7. Pantau Tekanan Darah Setiap Hari
    Jika sistolik <85 mmHg atau pusing berat โ†’ hentikan puasa sementara.

Contoh Menu Makan 16/8 untuk Hipotensi

Jendela makan 12.00โ€“20.00

  • 12.00 โ†’ Telur rebus 2 butir + alpukat ยฝ + roti gandum + sedikit garam tambahan
  • 15.00 โ†’ Greek yogurt 200 g + kacang almond + pisang
  • 19.30 โ†’ Ikan salmon/tongkol bakar + sayur rebus + kentang rebus tabur garam laut
  • Minum air garam 500 ml pagi & sore

Kapan Harus Berhenti Puasa Intermiten

Jika Anda sedang menjalani puasa intermiten setelah pemasangan stent atau sedang dalam terapi obat pengencer darah, penting untuk memperhatikan kondisi tubuh. Segera hentikan puasa dan konsultasikan ke dokter apabila mengalami:

  • Pingsan atau hampir pingsan
    Menandakan penurunan aliran darah ke otak atau tekanan darah yang terlalu rendah sehingga berbahaya bagi pasien jantung.
  • Tekanan darah sistolik kurang dari 80 mmHg
    Angka ini menunjukkan hipotensi berat yang dapat mengganggu suplai darah ke organ vital dan memicu gejala serius.
  • Detak jantung lebih dari 110 bpm saat istirahat
    Denyut yang terlalu cepat tanpa aktivitas fisik dapat mengindikasikan stres pada jantung atau gangguan ritme yang memerlukan evaluasi segera.
  • Pusing hebat yang tidak membaik setelah minum air atau larutan garam
    Gejala ini bisa menandakan dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit, atau tekanan darah yang sangat rendah.
Baca Juga:  Menjaga Kebugaran Jasmani: Porsi dan Jenis Olahraga yang Tepat

Penutup

Puasa intermiten tetap bisa dilakukan dengan aman oleh penderita tekanan darah rendah asalkan memilih protokol ringan (14/10 atau 16/8), menambah garam & cairan, serta memantau gejala setiap hari.

Ribuan pasien hipotensi berhasil menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme tanpa komplikasi dengan mengikuti panduan ini. Mulai dari 14/10 dulu selama 2 minggu โ€” jika tubuh menerima dengan baik, baru naik ke 16/8.

Ditinjau oleh:

dr. Evi Verawati, M. Gizi, Sp. GK

Spesialis Gizi Klinik

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below