• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Merasa Takut Gemuk Saat Makan? Waspadai Bulimia Nervosa

Merasa Takut Gemuk Saat Makan? Waspadai Bulimia Nervosa

Saat seseorang mengalami kelaparan, tentunya otak akan merespons berupa keinginan untuk makan. Demikian pula saat kenyang, maka otak akan menyuruh kita untuk berhenti makan. Namun, ada satu gangguan yang berkaitan dengan makan yang disebut sebagai bulimia nervosa.

Penderita bulimia tidak punya kontrol terhadap pola makan. Dengan begitu, ia akan memakan berbagai jenis makanan sekaligus dalam satu waktu dengan porsi yang begitu besar yang kemudian akan memuntahkannya kembali. Lalu, seperti apa penanganannya? Cek rincian berikut ini untuk mengetahuinya.

buat jani dokter primaya

Pengertian Bulimia Nervosa

Bulimia nervosa yaitu sebuah kondisi gangguan makan. Penyakit ini tergolong sebagai gangguan kesehatan mental yang berpotensi mengancam nyawa bila tanpa mendapat penanganan yang tepat.

Penderita bulimia memiliki obsesi terhadap makanan sekaligus berat badan dan bentuk badan. Secara langsung maupun tidak langsung, obsesi ini dapat membahayakan kesehatan fisik maupun psikis dari penderita.

Ciri khasnya yaitu berupa makan dalam jumlah besar sekaligus dalam satu waktu (binge eating). Lalu, apakah setiap makan dengan porsi banyak bisa disebut sebagai bulimia nervosa? Tentu tidak. Ada dua karakteristik utama dari penderita penyakit ini seperti:

  • Binge eating. Yaitu mengonsumsi makanan dengan jumlah yang sangat banyak dalam periode yang singkat atau dalam sekali makan.
  • Purging. Yaitu mengeluarkan kembali makanan yang telah dimakan. Bisa dengan menggunakan obat-obatan ataupun dengan manual agar muntah.

Umumnya, penderita bulimia memiliki kondisi berat badan yang ideal karena mereka terobsesi dengan penampilan dan bentuk badannya. Namun, perilakunya yang tidak sehat dapat membahayakan kondisinya dalam jangka panjang. Bahkan, mereka seringkali melakukan beberapa hal seperti:

  • Olahraga dengan sangat intens
  • Mengonsumsi obat diet tanpa pengawasan dokter
  • Mengonsumsi obat diuretik
  • Puasa setiap hari

Siapa yang Berisiko?

Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, bahwa bulimia sering terjadi pada perempuan dari pada laki-laki. Umumnya, masa remaja atau awal dewasa menjadi awal terkena penyakit ini.

Walau demikian, hampir semua usia dapat berpotensi terkena bulimia. Selain itu, penyakit ini juga tidak memandang ras, etnik, usia, jenis kelamin, maupun jenis golongan darah. Setidaknya 1-2% orang di seluruh dunia mengalami kondisi ini.

Gejala Bulimia Nervosa

Orang lain seringkali sulit mengetahui gejala bulimia pada seseorang. Penyebabnya ialah karena orang dengan kondisi penyakit ini justru akan menyembunyikannya dari orang lain. Jadi, dokter pun akan sulit mendiagnosa bila si pasien tersebut tidak terbuka sepenuhnya dengan dokter.

Baca Juga:  Hindari Obesitas Tapi Jangan Diet Sembarangan

Namun, secara umum penderita penyakit ini memiliki beberapa gejala yang tampak seperti halnya:

  • Olahraga yang intens dan berlebihan
  • Sering ke kamar mandi (terutama setelah makan)
  • Sensitif dan takut dengan kegemukan
  • Selalu terobsesi dengan bentuk tubuh ideal
  • Cemas dan depresi
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Merasa berdosa saat makan
  • Menarik diri dari pergaulan maupun keluarga

Beberapa gejala lain yang tampak secara fisik adalah:

  • Gigi yang keropos/berlubang akibat asam lambung (dari muntahan)
  • Luka atau kapalan pada jari akibat muntah yang dipaksakan
  • Memiliki otot yang lemah
  • Jadwal menstruasi atau haid yang tidak teratur
  • Sering pingsan
  • Dehidrasi

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab bulimia nervosa masih belum pasti. Namun, dalam beberapa riset disebutkan bahwa faktor genetik masih menjadi risiko utama seseorang terkena penyakit satu ini.

Selain itu, gaya hidup juga memengaruhinya. Bagi para artis, selebriti, influencer, atau mereka yang sehari-harinya berada di depan layar, seringkali mereka akan terobsesi dengan penampilan. Jadi, potensi terkena bulimia lebih besar.

Diagnosis

Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosa bulimia pada seseorang. Mereka pun akan menanyakan riwayat kesehatan termasuk keturunan untuk mengetahui apakah ada anggota keluarga lain yang mengalaminya.

Selain itu, ada beberapa tes yang kerap dokter lakukan seperti halnya:

  • Tes urin
  • Tes darah
  • EKG (Electrocardiogram)
  • Tes fungsi ginjal

Komplikasi

Kondisi ini akan mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang optimal sehingga dapat terjadi defisiensi makronutrien, vitamin dan mineral yang dapat menyebabkan penyakit lainnya. Nah, berikut beberapa komplikasi yang sering terjadi pada penderita bulimia:

  • Gigi berlubang
  • Luka pada lambung dan tenggorokan
  • Peradangan esofagus
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Aritmia
  • Risiko bunuh diri
  • Gagal jantung

Pencegahan

Karena genetik memegang peran utama, maka tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah bulimia. Namun, dengan memiliki hubungan yang baik dengan makanan dan bentuk tubuh, serta  memahami gejala awal, kita bisa melakukan perawatan secepat mungkin sehingga risiko komplikasi bisa ditekan.

Baca Juga:  Pentingnya Memiliki Gizi Yang Baik Untuk Anak

Bila penyebab utamanya karena stres, cemas, atau depresi, maka kalian bisa menjalani perawatan secara khusus untuk hal tersebut.

Pengobatan

Bulimia Nervosa membutuhkan penanganan multidisiplin dengan tujuan memperbaiki perilaku/sikap terhadap makanan dan bentuk tubuh dan memperbaiki status nutrisi serta pola makan. Dokter akan melakukan pengobatan menggunakan berbagai metode yang berbeda-beda sesuai hasil diagnosa. Umumnya, pengobatan dan perawatannya meliputi:

  • Terapi medik gizi
  • Psikoterapi dan konseling
  • Obat-obatan
  • Grup support

Kapan Harus ke Dokter?

Bila Anda mengalami gejala bulimia nervosa, maka segera kunjungi dokter gizi klinik dan psikiater (dokter spesialis kedokteran jiwa).

Perawatan yang tepat dari kedua dokter tersebut akan meminimalisir terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.

 

Narasumber:

dr. Vania Roswenda, Sp. GK

Spesialis Gizi Klinik

Primaya Hospital PGI Cikini

 

Referensi:

  • Bulimia nervosa. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562178/. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • https://www.mentalhealth.gov/what-to-look-for/eating-disorders/bulimia. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Bulimia nervosa. https://www.nationaleatingdisorders.org/learn/by-eating-disorder/bulimia. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Bulimia nervosa. https://www.womenshealth.gov/mental-health/mental-health-conditions/eating-disorders/bulimia-nervosa. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Eating disorders. http://www.nimh.nih.gov/health/topics/eating-disorders/index.shtml. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • https://www.nationaleatingdisorders.org/toolkit/parent-toolkit/neurotransmitters. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Anxiety, depression, & obsessive compulsive disorder. https://www.nationaleatingdisorders.org/anxiety-depression-obsessive-compulsive-disorder. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Body image and eating disorders. https://www.nationaleatingdisorders.org/body-image-eating-disorders. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Bulimia nervosa. https://www.nationaleatingdisorders.org/bulimia-nervosa. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Common myths about eating disorders. https://bulimiaguide.org/common-myths/. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Eating disorders & athletes. https://www.nationaleatingdisorders.org/eating-disorders-athletes. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Eating disorders: How to help. https://www.nationaleatingdisorders.org/sites/default/files/brochures/How_to_Help.pdf. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Eating disorders: Overview. https://www.nimh.nih.gov/health/topics/eating-disorders/index.shtml. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Bulimia nervosa in overweight.
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0010440X11000332. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Maudsley method family therapy. https://www.eatingdisorderhope.com/treatment-for-eating-disorders/types-of-treatments/maudsley-method-family-therapy#What-is-the-Maudsley-Method. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Overview: Bulimia. https://www.nhs.uk/conditions/bulimia/. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Stages of recovery. https://www.nationaleatingdisorders.org/stages-recovery. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Statistics & research on eating disorders. https://www.nationaleatingdisorders.org/statistics-research-eating-disorders. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Treatment for anorexia and bulimia. http://www.apa.org/topics/eating/treatment.aspx. Diakses pada 12 Desember 2023.
  • Types of psychotherapy. https://www.nationaleatingdisorders.org/treatment/types-psychotherapy. Diakses pada 12 Desember 2023.

 

 

 

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.