• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Pantangan Asam Urat: Makanan yang Harus Dihindari

Penyakit asam urat berkaitan erat dengan gaya hidup, termasuk pola makan. Itu sebabnya orang yang mengalami penyakit sendi ini mesti menghadapi berbagai pantangan makanan yang bisa memperburuk gejalanya. Artikel ini akan membahas pentingnya pantangan asam urat yang harus dijalani dan apa saja pantangan makanan asam urat tersebut.

pantangan asam urat

Mengenal Asam Urat dan Mengapa Makanan Menjadi Pemicu Utama

Sebelum membahas daftar pantangan makanan asam urat, penting untuk memahami mekanisme dasar terjadinya kondisi ini. Asam urat adalah senyawa sampingan alami yang dihasilkan tubuh ketika memecah purin, yakni zat kimia alami yang ditemukan di dalam sel-sel tubuh dan berbagai jenis makanan.

Dalam kondisi normal, asam urat akan larut dalam darah, disaring oleh ginjal, dan dibuang melalui urine. Namun, bila produksi asam urat terlalu tinggi atau fungsi ekskresi ginjal menurun, kadar asam urat dalam darah akan melonjak drastis hingga terjadi hiperurisemia. Seperti dijelaskan dalam tinjauan di Journal of Nutrition, kondisi itulah yang menjadi pemicu utama terbentuknya kristal monosodium urat yang mengendap di sendi hingga memicu peradangan dan nyeri hebat yang menjadi ciri khas penyakit asam urat.

Menurut kajian di Cleveland Clinic, konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan adalah pendorong utama pembentukan asam urat berlebih yang melampaui kapasitas ginjal dalam melakukan ekskresi atau membuang limbah. Karena itu, mengenali pantangan makanan asam urat menjadi langkah awal sekaligus utama dalam menghadapi penyakit ini.

Pantangan Asam Urat Berdasarkan Kandungan Purin

Kunci untuk mengendalikan gejala penyakit asam urat adalah menjaga kadar asam urat dalam batas aman, yakni kurang dari kurang dari 6 mg/dL untuk perempuan dan 7 mg/dL untuk pria. Salah satu cara yang utama adalah mematuhi pantangan makanan asam urat yang mengandung purin tinggi hingga sangat tinggi. Berikut ini daftarnya:

Jeroan

Jeroan seperti hati, ginjal, otak, jantung, dan paru-paru termasuk makanan dengan kandungan purin paling tinggi. Proses metabolisme jeroan memicu lonjakan kadar asam urat yang sangat cepat dalam darah. Kajian ilmiah yang dikutip dalam Medical News Today menunjukkan frekuensi serangan nyeri asam urat turun signifikan setelah daging organ atau jeroan dihilangkan sama sekali dari menu harian.

Daging Merah

Daging merah seperti sapi, kambing, domba, dan babi mengandung kadar purin sedang hingga tinggi. Bagi penderita asam urat, konsumsi daging merah sangat dibatasi, umumnya tidak lebih dari 100 gram per hari. Adapun pada fase akut, pasien asam urat mesti sepenuhnya menghindari daging merah.

Baca Juga:  Defisiensi Vitamin E: Pentingnya Asupan dan Dampak Kesehatan

Seafood

Meskipun boga bahari atau seafood dikenal menyehatkan, beberapa jenis di antaranya kaya akan purin sehingga menjadi pantangan asam urat. Di antaranya kerang, kepiting, udang, cumi-cumi, serta ikan berlemak tinggi seperti sarden, makarel, dan ikan teri.

Makanan Olahan dan Fast Food

Makanan olahan biasanya mengandung kombinasi lemak jenuh, gula tinggi, dan purin tambahan. Semua faktor ini berpengaruh terhadap peningkatan kadar asam urat dalam darah. Contohnya sosis, kornet, dan nuget.

Selain makanan, ada beberapa minuman pantangan asam urat yang mesti diperhatikan. Di antaranya minuman tinggi pemanis buatan. Ini termasuk minuman bersoda dan jus buah kemasan. Minuman beralkohol, terutama bir, juga mengandung ragi yang kaya akan purin sehingga mesti dihindari penderita asam urat.

Di samping itu, ada pula buah yang tidak boleh dimakan penderita asam urat secara bebas. Beberapa buah memiliki kadar gula (fruktosa) alami yang sangat tinggi sehingga konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat memicu kenaikan asam urat secara perlahan. Di antaranya durian, nangka, alpukat, dan buah kering.

Untuk digarisbawahi, hingga kini masih ada pandangan keliru soal beberapa jenis sayur pantangan asam urat. Beberapa sayuran, seperti bayam, asparagus, kembang kol, dan jamur, memang mengandung purin yang relatif lebih tinggi dibandingkan sayuran lain. Namun, seperti dikutip dari Mayo Clinic, sejumlah studi menunjukkan sayuran tinggi purin ini tidak meningkatkan risiko asam urat.

Pantangan Asam Urat dan Kolesterol

Kadar urat tinggi sering berbarengan hadir dengan kolesterol tinggi sebagai bagian dari sindrom metabolik. Penumpukan asam urat dan kolesterol jahat (LDL) yang tinggi secara bersamaan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga gagal ginjal secara drastis. Itu sebabnya beberapa makanan menjadi pantangan asam urat dan kolesterol.

Makanan yang harus dihindari secara bersamaan agar tidak mengalami gejala asam urat sekaligus kolesterol meliputi:

  • Daging merah berlemak dan jeroan.
  • Makanan bersantan kental & gorengan.
  • Seafood berminyak & makanan olahan kemasan.

Pencegahan Serangan Asam Urat

Penerapan pantangan makanan asam urat sebaiknya dibarengi dengan perubahan pola hidup menyeluruh demi mengendalikan gejala penyakit ini sekaligus menjaga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Terapi medis juga kadang diperlukan demi pencegahan serangan asam urat yang optimal. Berikut ini sejumlah langkah pencegahan yang direkomendasikan:

  • Memenuhi kebutuhan air putih 2-3 liter per hari yang membantu melarutkan asam urat di dalam darah dan memperlancar kinerjanya keluar melalui ginjal.
  • Mengonsumsi produk susu rendah lemak yang dapat meningkatkan ekskresi ama urat lewat urine.
  • Menjaga berat badan ideal karena produksi asam urat lebih tinggi dan pembuangannya oleh ginjal terhambat jika seseorang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda selama 30 menit sehari untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan kesehatan pembuluh darah.
Baca Juga:  Apa Itu Planetary Health Diet dan Manfaatnya

Rasa nyeri dari tingginya asam urat tidak hanya dapat menimbulkan ketidaknyamanan, tapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari yang penting. Termasuk menurunkan produktivitas. Karena itu, pastikan memahami pantangan asam urat dan menjalankan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kadar asam urat tetap dalam batas aman. Jika mengalami serangan akut berupa pembengkakan dan rasa panas hebat pada sendi, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Ditinjau oleh

dr. Christine Natalia Elvira Rogahang, Sp.GK

Spesialis Gizi Klinik

Primaya Hospital Betang Pambelum

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below