• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Pengaruh Pil KB terhadap Penggumpalan Darah pada Wanita Usia 35 Tahun

Pil KB

Pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progestin telah menjadi salah satu metode kontrasepsi paling banyak digunakan oleh wanita di seluruh dunia. Kemampuannya dalam mencegah kehamilan secara efektif serta kemudahan pemakaian menjadikannya pilihan utama dalam pengaturan reproduksi.

Selain itu, beberapa jenis pil juga memberikan manfaat tambahan seperti memperbaiki siklus haid, mengurangi nyeri menstruasi, dan membantu mengatasi jerawat pada sebagian pengguna.

Namun, penggunaan pil KB kombinasi tidak terlepas dari risiko efek samping yang perlu diperhatikan secara khusus, terutama bagi wanita berusia 35 tahun ke atas. Seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis tubuh serta peningkatan faktor risiko kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kadar lemak tidak normal, dan kecenderungan pembekuan darah dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami trombosis.

Kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), yang kemudian dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru. Pada kasus tertentu, gangguan aliran darah akibat bekuan juga bisa memicu stroke iskemik yang berpotensi mengancam nyawa.

Yang perlu dipahami, tidak semua pil KB memiliki tingkat risiko yang sama. Pil KB dengan kadar estrogen lebih tinggi umumnya memiliki kecenderungan lebih besar memicu pembekuan darah, begitu pula kombinasi tertentu dari jenis progestin tertentu dengan estrogen.

Faktor gaya hidup seperti merokok, obesitas, kurang bergerak, serta riwayat penyakit keluarga juga dapat meningkatkan risiko secara signifikan. Karena itu, pemilihan jenis pil yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing perempuan, bukan berdasarkan preferensi semata.

Artikel ini akan mengulas dengan jelas mengenai seberapa besar peningkatan risiko trombosis pada pengguna pil KB di usia 35 tahun ke atas berdasarkan data penelitian terbaru dan pedoman internasional.

Selain itu, akan dibahas pula jenis pil yang memiliki risiko lebih tinggi, serta pilihan alternatif kontrasepsi yang lebih aman, termasuk opsi tanpa estrogen, agar setiap wanita dapat mengambil keputusan yang tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.

Mengenal Mekanisme Pil KB Memicu Penggumpalan Darah

Estrogen dalam pil KB meningkatkan produksi faktor pembekuan darah (faktor VII, VIII, fibrinogen) dan menurunkan protein antikoagulan alami (protein S dan antitrombin). Efek ini dosis-dependen: semakin tinggi dosis estrogen, semakin tinggi risiko.

Baca Juga:  Abortus Imminens: Gejala, Mencegah dan Mengatasi

Pada wanita usia โ‰ฅ35 tahun, risiko dasar trombosis vena sudah meningkat karena faktor usia, berat badan, dan gaya hidup. Ditambah estrogen sintetis โ†’ risiko absolut menjadi signifikan secara klinis.

Risiko Nyata Berdasarkan Data Terbaru (2020โ€“2024)

Studi kohort besar di British Medical Journal (2023) yang melibatkan 2,1 juta wanita Denmark dan Inggris memberikan angka pasti:

 

Jenisย Pilย KB Risiko Trombosis Vena per 10.000 Wanita-Tahun (usia 35โ€“49 tahun) Dibandingkan Non-Pemakai
Tanpaย pilย KB 4โ€“6ย kasus 1ร—ย (risikoย dasar)
Pilย denganย Levonorgestrelย atauย Norethisteroneย (generasiย 2) 8โ€“12ย kasus 2โ€“3ร—ย lebihย tinggi
Pilย denganย Desogestrel,ย Gestodene,ย Drospirenoneย (generasiย 3โ€“4) 14โ€“20ย kasus 3โ€“5ร—ย lebihย tinggi
Pilย denganย 50ย mcgย estrogenย (dosisย tinggi) >25ย kasus >6ร—ย lebihย tinggi

Sumber: cdc.gov

Faktor yang Meningkatkan Risiko Lebih Tinggi Lagi

  • Usia โ‰ฅ40 tahun
  • Merokok (risiko naik 8โ€“10 kali lipat)
  • Obesitas (BMI โ‰ฅ30 kg/mยฒ)
  • Riwayat trombosis vena dalam atau emboli paru
  • Riwayat keluarga trombosis sebelum usia 50 tahun
  • Operasi besar atau imobilisasi >1 minggu
  • Hipertensi tidak terkontrol
  • Migrain dengan aura (risiko stroke naik 6โ€“8 kali)

Pil KB Mana yang Paling Aman untuk Wanita 35+

Menurut WHO Medical Eligibility Criteria 2024 dan CDC US MEC 2023:

  • Paling aman:Pil progestin-only (POP/minipil) seperti Desogestrel 75 mcg (Cerazette, Cerelle) โ†’ tidak meningkatkan risiko trombosis sama sekali
  • Aman:Pil kombinasi dengan โ‰ค20 mcg ethinylestradiol + Levonorgestrel
  • Hindari total:Pil dengan Drospirenone, Cyproterone acetate, Dienogest, atau estrogen >30 mcg pada usia โ‰ฅ35 tahun yang merokok

Tanda Bahaya Penggumpalan Darah yang Harus Diwaspadai

Segera ke IGD jika muncul (mnemonic โ€œPAINโ€ dan โ€œSWELLโ€):

  • Pembengkakan satu kaki mendadak
    Pembengkakan yang hanya terjadi pada satu sisi tungkai โ€” biasanya betis atau paha โ€” merupakan tanda khas deep vein thrombosis (DVT), yaitu gumpalan darah di pembuluh vena dalam.
  • Adanya nyeri betis saat berjalan
    Rasa nyeri atau tertarik pada betis yang timbul saat berjalan atau menekuk kaki dapat menunjukkan adanya sumbatan aliran darah di vena tungkai.
  • Indurasi (keras) di betis
    Bila area yang nyeri juga terasa mengeras atau lebih hangat dibanding sisi lainnya, hal ini semakin menguatkan dugaan adanya DVT.
  • Nyeri dada disertai sesak napas
    Gumpalan darah yang lepas dan menyumbat pembuluh paru dapat menyebabkan emboli paru, kondisi yang sangat berbahaya dan dapat berkembang cepat menjadi gagal napas atau henti jantung.
  • Sakit kepala hebat mendadak dan gangguan penglihatan
    Ini dapat menandakan stroke akibat bekuan darah yang menghambat aliran darah ke otak. Gejalanya sering disertai kelemahan pada wajah atau anggota gerak.
Baca Juga:  Tanda Bahaya kehamilan yang Patut Para Bunda Waspadaiย 

Alternatif Kontrasepsi yang Jauh Lebih Aman untuk Usia 35+

  1. KB IUD hormonal (Mirena, Kyleena) โ†’ risiko trombosis = 0
  2. KB implan (Nexplanon) โ†’ risiko trombosis = 0
  3. Pil progestin-only (Desogestrel 75 mcg)
  4. Kondom + spermisida
  5. Sterilisasi tuba (salpingektomi) bila tidak ingin anak lagi

Penutup

Pada usia 35 tahun ke atas, pil KB kombinasi bukan lagi pilihan pertama. Risiko penggumpalan darah meningkat 3โ€“5 kali lipat, dan menjadi 20โ€“30 kali lipat bila ditambah merokok atau obesitas. Untungnya, ada banyak alternatif modern yang sama efektifnya tetapi hampir nol risiko trombosis.

Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk beralih ke metode yang lebih aman โ€” kesehatan pembuluh darah Anda jauh lebih berharga daripada kenyamanan menelan pil setiap hari.

Ditinjau oleh:

dr. Andrew Wijaya, Sp.OG

Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below