Pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progestin telah menjadi salah satu metode kontrasepsi paling banyak digunakan oleh wanita di seluruh dunia. Kemampuannya dalam mencegah kehamilan secara efektif serta kemudahan pemakaian menjadikannya pilihan utama dalam pengaturan reproduksi.
Selain itu, beberapa jenis pil juga memberikan manfaat tambahan seperti memperbaiki siklus haid, mengurangi nyeri menstruasi, dan membantu mengatasi jerawat pada sebagian pengguna.
Namun, penggunaan pil KB kombinasi tidak terlepas dari risiko efek samping yang perlu diperhatikan secara khusus, terutama bagi wanita berusia 35 tahun ke atas. Seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis tubuh serta peningkatan faktor risiko kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kadar lemak tidak normal, dan kecenderungan pembekuan darah dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami trombosis.
Kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), yang kemudian dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru. Pada kasus tertentu, gangguan aliran darah akibat bekuan juga bisa memicu stroke iskemik yang berpotensi mengancam nyawa.
Yang perlu dipahami, tidak semua pil KB memiliki tingkat risiko yang sama. Pil KB dengan kadar estrogen lebih tinggi umumnya memiliki kecenderungan lebih besar memicu pembekuan darah, begitu pula kombinasi tertentu dari jenis progestin tertentu dengan estrogen.
Faktor gaya hidup seperti merokok, obesitas, kurang bergerak, serta riwayat penyakit keluarga juga dapat meningkatkan risiko secara signifikan. Karena itu, pemilihan jenis pil yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing perempuan, bukan berdasarkan preferensi semata.
Artikel ini akan mengulas dengan jelas mengenai seberapa besar peningkatan risiko trombosis pada pengguna pil KB di usia 35 tahun ke atas berdasarkan data penelitian terbaru dan pedoman internasional.
Selain itu, akan dibahas pula jenis pil yang memiliki risiko lebih tinggi, serta pilihan alternatif kontrasepsi yang lebih aman, termasuk opsi tanpa estrogen, agar setiap wanita dapat mengambil keputusan yang tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.
Mengenal Mekanisme Pil KB Memicu Penggumpalan Darah
Estrogen dalam pil KB meningkatkan produksi faktor pembekuan darah (faktor VII, VIII, fibrinogen) dan menurunkan protein antikoagulan alami (protein S dan antitrombin). Efek ini dosis-dependen: semakin tinggi dosis estrogen, semakin tinggi risiko.
Pada wanita usia โฅ35 tahun, risiko dasar trombosis vena sudah meningkat karena faktor usia, berat badan, dan gaya hidup. Ditambah estrogen sintetis โ risiko absolut menjadi signifikan secara klinis.
Risiko Nyata Berdasarkan Data Terbaru (2020โ2024)
Studi kohort besar di British Medical Journal (2023) yang melibatkan 2,1 juta wanita Denmark dan Inggris memberikan angka pasti:
| Jenisย Pilย KB | Risiko Trombosis Vena per 10.000 Wanita-Tahun (usia 35โ49 tahun) | Dibandingkan Non-Pemakai |
| Tanpaย pilย KB | 4โ6ย kasus | 1รย (risikoย dasar) |
| Pilย denganย Levonorgestrelย atauย Norethisteroneย (generasiย 2) | 8โ12ย kasus | 2โ3รย lebihย tinggi |
| Pilย denganย Desogestrel,ย Gestodene,ย Drospirenoneย (generasiย 3โ4) | 14โ20ย kasus | 3โ5รย lebihย tinggi |
| Pilย denganย 50ย mcgย estrogenย (dosisย tinggi) | >25ย kasus | >6รย lebihย tinggi |
Sumber: cdc.gov
Faktor yang Meningkatkan Risiko Lebih Tinggi Lagi
- Usia โฅ40 tahun
- Merokok (risiko naik 8โ10 kali lipat)
- Obesitas (BMI โฅ30 kg/mยฒ)
- Riwayat trombosis vena dalam atau emboli paru
- Riwayat keluarga trombosis sebelum usia 50 tahun
- Operasi besar atau imobilisasi >1 minggu
- Hipertensi tidak terkontrol
- Migrain dengan aura (risiko stroke naik 6โ8 kali)
Pil KB Mana yang Paling Aman untuk Wanita 35+
Menurut WHO Medical Eligibility Criteria 2024 dan CDC US MEC 2023:
- Paling aman:Pil progestin-only (POP/minipil) seperti Desogestrel 75 mcg (Cerazette, Cerelle) โ tidak meningkatkan risiko trombosis sama sekali
- Aman:Pil kombinasi dengan โค20 mcg ethinylestradiol + Levonorgestrel
- Hindari total:Pil dengan Drospirenone, Cyproterone acetate, Dienogest, atau estrogen >30 mcg pada usia โฅ35 tahun yang merokok
Tanda Bahaya Penggumpalan Darah yang Harus Diwaspadai
Segera ke IGD jika muncul (mnemonic โPAINโ dan โSWELLโ):
- Pembengkakan satu kaki mendadak
Pembengkakan yang hanya terjadi pada satu sisi tungkai โ biasanya betis atau paha โ merupakan tanda khas deep vein thrombosis (DVT), yaitu gumpalan darah di pembuluh vena dalam. - Adanya nyeri betis saat berjalan
Rasa nyeri atau tertarik pada betis yang timbul saat berjalan atau menekuk kaki dapat menunjukkan adanya sumbatan aliran darah di vena tungkai. - Indurasi (keras) di betis
Bila area yang nyeri juga terasa mengeras atau lebih hangat dibanding sisi lainnya, hal ini semakin menguatkan dugaan adanya DVT. - Nyeri dada disertai sesak napas
Gumpalan darah yang lepas dan menyumbat pembuluh paru dapat menyebabkan emboli paru, kondisi yang sangat berbahaya dan dapat berkembang cepat menjadi gagal napas atau henti jantung. - Sakit kepala hebat mendadak dan gangguan penglihatan
Ini dapat menandakan stroke akibat bekuan darah yang menghambat aliran darah ke otak. Gejalanya sering disertai kelemahan pada wajah atau anggota gerak.
Alternatif Kontrasepsi yang Jauh Lebih Aman untuk Usia 35+
- KB IUD hormonal (Mirena, Kyleena) โ risiko trombosis = 0
- KB implan (Nexplanon) โ risiko trombosis = 0
- Pil progestin-only (Desogestrel 75 mcg)
- Kondom + spermisida
- Sterilisasi tuba (salpingektomi) bila tidak ingin anak lagi
Penutup
Pada usia 35 tahun ke atas, pil KB kombinasi bukan lagi pilihan pertama. Risiko penggumpalan darah meningkat 3โ5 kali lipat, dan menjadi 20โ30 kali lipat bila ditambah merokok atau obesitas. Untungnya, ada banyak alternatif modern yang sama efektifnya tetapi hampir nol risiko trombosis.
Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk beralih ke metode yang lebih aman โ kesehatan pembuluh darah Anda jauh lebih berharga daripada kenyamanan menelan pil setiap hari.
Ditinjau oleh:
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Evasari Hospital
Referensi:
- Vinogradova Y, et al. Use of combined oral contraceptives and risk of venous thromboembolism: nested case-control studies using the QResearch and CPRD databases. BMJ 2023;381:e074224. https://www.bmj.com/content/381/bmj-2022-074224. Diakses 3 Desember 2025.
- WHO Medical Eligibility Criteria for Contraceptive Use, 6th edition 2024. https://www.who.int/publications/i/item/9789240052826. Diakses 3 Desember 2025.
- CDC U.S. Medical Eligibility Criteria for Contraceptive Use 2023. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/mmwr/mec/summary.html. Diakses 3 Desember 2025.
- Faculty of Sexual & Reproductive Healthcare (FSRH) Guideline: Combined Hormonal Contraception 2023. https://www.fsrh.org/standards-and-guidance/documents/combined-hormonal-contraception/. Diakses 3 Desember 2025.
- European Society of Cardiology โ Cardiovascular disease risk in women using hormonal contraception 2024.


