• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Perbedaan Gejala Depresi Klinis dan Hanya Sedih Biasa

Depresi Klinis

Merasa sedih adalah bagian dari kehidupan setiap orang, terutama ketika kehilangan sesuatu yang berharga, mengalami kegagalan, atau berada dalam tekanan berat. Namun, ketika rasa sedih itu bertahan terlalu lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta membuat seseorang kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai, bisa jadi kondisi tersebut bukan sekadar perasaan sedih biasa.

Depresi klinis merupakan gangguan kesehatan mental yang serius dan sering kali tidak disadari karena dianggap sama dengan kesedihan. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam gejala, durasi, hingga pengaruhnya terhadap fisik dan perilaku seseorang.

Memahami perbedaan gejala depresi klinis dan hanya sedih biasa sangat penting agar seseorang bisa segera mendapatkan pertolongan medis yang tepat sebelum kondisinya memburuk.

Mengenal Rasa Sedih Biasa dan Depresi Klinis

Sedih biasa Bukan Merupakan Gangguan Mental, melainkan respons emosional yang wajar dan bersifat sementara terhadap peristiwa yang tidak menyenangkan. Ciri utama perasaan sedih biasa adalah perasaan sedih, murung, kecewa atau kehilangan semangat. Biasanya sudah jelas pemicunya (kehilangan, konflik, kegagalan, stress), kondisi ini bersifat sementara (biasanya beberapa hari sampai beberapa minggu saja), masih dapat bekerja, berinteraksi meskipun terasa berat. Kondisi sedih biasa ini biasanya akan membaik dengan istirahat, mendapat dukungan sosial, berbagi cerita dan melakukan coping of stressย yang sehat. Contoh dari sedih biasa: kehilangan orang terdekat, mengalami konflik, dll.

Depresi Klinis atau Major Depressive Disorder (MDD) merupakan Gangguan Kesehatan Mental dan kondisi medis yang memenuhi kriteria diagnostik dan membutuhkan penanganan profesional.ย Ciri utama MDD adalah perasaan sedih atau kosong hampir setiap hari, berlangsung selama > 2 minggu atau berbulan-bulan, tanpa pemicu yang jelas atau tidak sebanding dengan kejadian yang dialaminya dan mengganggu fungsi sosial, seperti pekerjaan, relasi dan perawatan diri.

Berdasarkan informasi dari National Institute of Mental Health, depresi dapat terjadi pada siapa saja dan membutuhkan diagnosis serta penanganan profesional agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan.

Mengapa Keduanya Berbeda

Perbedaan utama terletak pada Tingkat Keparahan, Durasi Depresi, Dampak terhadap Fungsi Sosial dan Kebutuhan Penanganannya.
Sedih biasa muncul akibat peristiwa spesifik, misalnya konflik , kegagalan, atau kehilangan seseorang.

Depresi klinis tidak selalu memiliki penyebab jelas. Kondisi ini dapat dipicu kombinasi faktor biologis, genetik, ketidakseimbangan zat kimia otak, serta pengalaman traumatis atau tekanan jangka panjang.

Siapa yang Bisa Mengalaminya

Setiap orang dapat mengalami sedih biasa dalam kehidupannya, terutama ketika menghadapi tekanan hidup tertentu. Kelompok yang umum mengalami sedih biasa adalah orang yang mengalami kehilangan, individu dengan stress situasional, orang yang memiliki coping of stress yang baik dan orang yang memiliki dukungan sosial yang memadai.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Claustrophobia: Fobia Terhadap Tempat Tertutup

Sementara depresi klinis tidak terjadi pada semua orang. Kelompok yang beesiko mengalami Depresi Klinis diantaranya adalah orang yang memiliki riwayat keluarga dengan depresi, mengalami ketidakseimbangan neurotransmitter, mengalami penyakit kronis (seperti diabetes, penyakit jantung, autoimun, dll) serta orang yang mengalami gangguan hormonal (seperti menopause, gangguan tiroid atau post partum). Depresi Klinis juga dapat dialami oleh individu dengan ciri kepribadian perfeksionis, mudah merasa bersalah, memiliki trauma masa kecil serta pola pikir yang negatif. Orang-orang yang tidak mendapat dukungan sosial, menjalani hubungan yang toksik, mengalami stress berkepanjangan dan mengalami beban berat (seperti misalnya seseorang yang berperan sebagai single parent, caregiverย dll) juga beresiko mengalami Depresi Klinis.

Durasi, Intensitas, dan Dampak pada Kehidupan

Sedih biasa biasanya dapat membaik dalam hitungan hari atau beberapa minggu. Perasaan ini juga dapat berubah menjadi lebih baik ketika terjadi hal yang menyenangkan.

Depresi klinis berlangsung lebih lama. Gejalanya muncul hampir setiap hari dengan durasi minimal dua minggu berturut-turut, bahkan dapat berlangsung berbulan-bulan jika tanpa penanganan.

Di Mana Dampaknya Terasa

Kesedihan biasa sering kali hanya mempengaruhi suasana hati dalam waktu singkat dan tidak mengganggu fungsi harian secara berarti.

Sebaliknya, depresi klinis berdampak pada berbagai aspek kehidupan:

  • Kinerja di sekolah atau pekerjaan
  • Hubungan sosial dan keluarga
  • Aktivitas harian
  • Nafsu makan dan pola tidur
  • Konsentrasi serta pengambilan keputusan

Bagaimana Bentuk Gejala yang Membedakan

Berikut perbedaan gejala yang dapat diamati:

Gejala Sedih Biasa

  • Emosi sedih dipicu oleh peristiwa tertentu
  • Dapat merasa lebih baik setelah bercerita atau beraktivitas
  • Masih bisa menikmati hal yang disukai
  • Fungsi sosial tetap berjalan normal

Gejala Depresi Klinis

  • Kehilangan minat dan kesenangan (anhedonia);
  • Mudah lelah, energi sangat menurun;
  • Mengalami gangguan tidur (insomnia atau tidur berlebihan);
  • Perubahan nafsu makan (Tidak nafsu makan atau binge eatingatau makan berlebihan);
  • Perubahan berat badan (penurunan berat badan atau peningkatan berat badan);
  • Sulit konsentrasi dan mengambil keputusan;
  • Merasa tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan;
  • Merasa putus asa, menyakiti diri, pikiran tentang kematian atau bunuh diri;
  • Keluhan fisik, seperti nyeri, mual, lemas tanpa sebab medis yang jelas;

Jika gejala tersebut menetap dan menyebabkan penurunan fungsi hidup, ini mengarah pada depresi klinis, bukan sedih biasa.

Kapan Harus ke Dokter

Anda atau orang terdekat sebaiknya segera berkonsultasi ke psikolog atau psikiater jika:

  • Gejala berlangsung lebih dari dua minggu
  • Kondisi mengganggu pekerjaan, sekolah, atau hubungan sosial
  • Kehilangan semangat hidup
  • Muncul pikiran menyakiti diri sendiri
Baca Juga:  Sulit Tidur atau Insomnia: Penyebab dan Mengatasinya

Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan terapi yang sesuai.

Cara Mengatasi dan Penanganan

Rasa sedih biasa dapat membaik dengan:

  • Dukungan keluarga dan teman
  • Manajemen stres
  • Istirahat cukup serta melakukan aktivitas menyenangkan

Depresi klinis memerlukan bantuan profesional seperti:

  • Psikoterapi untuk membantu mengelola pola pikir dan perilaku
  • Obat antidepresan dari psikiater untuk menyeimbangkan zat kimia otak
  • Dukungan keluarga yang konsisten

Penanganan lebih cepat akan meningkatkan peluang pemulihan.

Pentingnya Membedakan Keduanya

Membedakan sedih biasa dan depresi klinis membantu:

  • Menghindari salah persepsi bahwa depresi adalah โ€œhanya sedihโ€
  • Memastikan penderita mendapatkan bantuan medis yang tepat
  • Mencegah kondisi semakin berat dan berpotensi berbahaya

Depresi klinis adalah kondisi medis, bukan kelemahan karakter. Perhatian dan kepedulian dari lingkungan sangat berperan dalam pemulihan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

  1. Apakah depresi sama dengan stres atau sedih biasa?
    Tidak.ย Stres dan sedih biasa merupakan respons emosional sementara. Depresi adalah gangguan mental yang memengaruhi cara berpikir, merasa, dan berperilaku dalam jangka panjang serta membutuhkan perawatan medis.
  1. Apakah depresi bisa sembuh?
    Ya. Depresi dapat pulih dengan pengobatan yang tepat seperti psikoterapi, dukungan sosial, dan obat dari psikiater bila diperlukan. Semakin cepat ditangani, semakin baik hasilnya.
  1. Berapa lama seseorang dianggap mengalami depresi?
    Jika gejala muncul hampir setiap hari selama minimal dua minggu dan mengganggu aktivitas, kondisi tersebut mengarah pada depresi klinis dan perlu evaluasi profesional.
  1. Apakah depresi hanya menyerang orang dewasa?
    Tidak. Depresi bisa terjadi pada semua usia, termasuk remaja dan lansia. Anak-anak juga dapat mengalami depresi, meskipun gejala yang muncul bisa berbeda.
  1. Kapan harus meminta pertolongan profesional?
    Jika gejala menetap, mengganggu fungsi sehari-hari, atau muncul pikiran menyakiti diri sendiri, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater.
  1. Apakah perubahan fisik dapat muncul pada penderita depresi?
    Ya.ย Depresi dapat menyebabkan perubahan pola tidur, nafsu makan, berat badan, serta keluhan fisik seperti nyeri yang tidak jelas penyebabnya.

Tidak semua orang yang sedih mengalami Depresi Klinis

Tetapi semua Depresi Klinis berawalย dari sedih yang tidak tertangani

Ditinjau oleh:

Anna Heliantin, S.Psi,M.Psi, Psikolog

Psikolog Klinis

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below