Kecanduan narkoba atau dalam istilah medis dikenal sebagai substance use disorderย (SUD) masih menjadi salah satu masalah yang pelik di era saat ini. Kecanduan narkoba alias narkotik dan obat-obatan terlarang tak hanya berkaitan dengan problem sosial atau bahkan kriminal, tapi juga kesehatan. Sejumlah ciri kecanduan narkoba menunjukkan adanya masalah mental. Penting untuk memahami persoalan ini demi mencegah dan mengatasinya, termasuk menghilangkan stigma negatif yang menempel pada orang yang kecanduan narkoba.
Mengenal Kecanduan Narkoba
Selama ini masih ada stigma di masyarakat bahwa kecanduan narkoba adalah akibat dari lemahnya mental atau kurangnya iman. Namun American Psychiatric Associationย menyebut kecanduan narkoba sebagai penyakit otak kronis yang ditandai dengan pencarian dan penggunaan obat-obatan secara kompulsif meski menyadari konsekuensi negatifnya yang dapat merusak kehidupan.
Ciri kecanduan narkoba seperti emosi yang tidak stabil, prestasi melorot, hingga rusaknya hubungan sosial mirip dengan gejala sejumlah masalah mental lain yang berkaitan dengan otak. Orang yang kecanduan narkoba pun kerap didapati mengalami gangguan mental. Salah satu alasannya adalah, pada pecandu narkoba, zat adiktif seperti heroin, kokain, atau metamfetamin mengubah cara kerja otak.
Karena terjadi banjir dopamin (hormon yang terkait dengan perasaan senang dan motivasi) dari konsumsi zat adiktif itu, otak mengurangi produksi dopamin alaminya. Walhasil, pecandu narkoba sulit merasakan kesenangan alami dari aktivitas normal seperti mendengarkan musik atau bercengkerama bersama teman. Mereka pun terdorong terus memakai narkoba agar bisa merasakan kesenangan itu, termasuk lewat perilaku kompulsif yang merugikan.
Dari uraian tersebut, bisa dilihat ciri kecanduan narkoba bukanlah semata akibat karakter individu yang kurang baik, tapi lebih merupakan gejala penyakit yang memerlukan penanganan medis dan psikologis yang serius.
Ciri-ciri Kecanduan Narkoba
Ciri kecanduan narkoba sangat beragam dan bisa berbeda pada tiap individu, tergantung jenis zat yang dikonsumsi, lama pemakaian, dan kondisi biologis pengguna. Namun, secara umum, tanda-tandanya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori berikut ini.
Perubahan Fisik
- Pecandu narkoba terlihat enggan merawat diri karena perhatian dan energinya terfokus pada bagaimana mendapatkan dan menggunakan narkoba. Mereka bisa terlihat lusuh, pakaian kotor, badan bau, dan gigi menguning.
- Mata cekung atau sayu dan berair jika kecanduan opioid atau memerah bila kecanduan stimulan seperti sabu-sabu dan ekstasi.
- Perubahan berat badan yang drastis baik berupa penurunan (akibat metamfetamin atau kokain) maupun peningkatan (akibat ganja).
- Pengguna stimulan bisa tidak tidur berhari-hari, sementara pengguna opioid atau ganja bisa tidur berlebihan pada siang.
- Gangguan koordinasi motorik seperti bicara pelo, jalan sempoyongan, dan gemetaran (tremor) pada tangan.
- Masalah kesehatan yang tidak jelas sebabnya, misalnya sering batuk, pilek kronis, atau mimisan. Adapun penggunaan jarum suntik akan meninggalkan bekas luka di lengan.
Perubahan Perilaku dan Gaya Hidup
- Penurunan performa di sekolah atau pekerjaan. Misalnya pelajar atau karyawan yang sebelumnya rajin tiba-tiba sering bolos, nilai atau kinerjanya menurun drastis, dan kehilangan motivasi.
- Terbelit masalah keuangan karena butuh uang besar untuk membeli narkoba. Misalnya sering meminjam uang tanpa alasan yang jelas, menjual barang-barang berharga milik sendiri atau keluarga, bahkan mencuri.
- Meninggalkan teman-teman lama dan bergaul dengan kelompok baru yang juga pengguna atau penjual narkoba.
- Bersikap tertutup dan penuh rahasia. Antara lain sering menghabiskan waktu sendirian di kamar dan marah jika merasa privasinya โdigangguโ, seperti ketika kamarnya diperiksa.
- Kehilangan minat pada hobi atau aktivitas yang dulu disukai, seperti olahraga, musik, atau berkumpul dengan keluarga.
Perubahan Psikologis dan Emosional
- Suasana hati bisa berubah sangat cepat dan ekstrem. Misalnya dari tertawa tiba-tiba marah-marah tanpa alasan jelas atau dari bersemangat mendadak murung dan putus asa.
- Lebih mudah tersinggung dan berperilaku agresif baik secara verbal maupun fisik. Mereka juga mudah mengambil keputusan impulsif dan berisiko tinggi, seperti melakukan seks bebas atau kebut-kebutan.
- Gejala psikotik seperti mendengar suara-suara, merasa sedang diawasi atau dianiaya (paranoia), atau memiliki keyakinan yang aneh dan tidak realistis (delusi).
- Kecemasan dan depresi: Narkoba mungkin awalnya digunakan bak obat untuk rasa cemas atau sedih, tapi penggunaan jangka panjang justru memperburuk kondisi mental tersebut.
Selain ciri-ciri di atas, ada ciri kecanduan narkoba secara klinis yang digunakan oleh tenaga medis dalam diagnosis yang biasanya mengacu pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, yakni:
- Gejala sakau seperti mual, muntah, diare, kram perut, gemetar, kecemasan parah, insomnia, dan dalam kasus yang berat, kejang-kejang, ketika berhenti atau mengurangi dosis narkoba.
- Dosis narkoba yang digunakan makin besar dari dosis awal.
- Kehilangan kendali dalam menggunakan narkoba.
- Ada dorongan kuat untuk menggunakan narkoba, terutama ketika ada pemicu seperti rasa stres dan sedih atau melihat tempat ia biasanya memakai narkoba.
- Lanjut menggunakan narkoba meski sudah sadar akan dampak negatifnya.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Ciri Kecanduan Narkoba
Individu yang menjadi pecandu narkoba memerlukan perhatian dari orang terdekat. Hal pertama yang perlu dilakukan ketika menemukan ciri kecanduan narkoba pada individu tersebut adalah berbicara dari hati ke hati tanpa menghakimi. Misalnya, daripada langsung menuduh, bilang bahwa Anda melihat perubahan pada orang tersebut akhir-akhir ini.
Dalam percakapan, dorong ia untuk mencari bantuan profesional. Ingatkan bahwa kecanduan bisa diobati dan penanganannya membutuhkan tim medis, termasuk dokter dan psikiater. Adapun terapi yang diberikan bisa berupa detoksifikasi medis untuk mengatasi gejala sakau, terapi perilaku kognitif untuk mengubah pola pikir dan perilaku, serta obat-obatan tertentu untuk mengurangi keinginan memakai narkoba. Dalam hal ini, dukungan keluarga sangat penting.
Mengenali ciri kecanduan narkoba adalah langkah pertama dan terpenting dalam upaya memutus mata rantai masalah yang ditimbulkannya. Dengan penanganan yang tepat, orang yang kecanduan narkoba bisa pulih. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan ciri-ciri di atas, jangan ragu untuk segera menghubungi layanan konsultasi narkoba atau rumah sakit terdekat.
Ditinjau oleh:
dr. Anggi Aviandri Putra, Sp. KJ
Spesialis Kedokteran Jiwa
Primaya Hospital Karawang
Referensi:
- What Is a Substance Use Disorder?. https://www.psychiatry.org/patients-families/addiction-substance-use-disorders/what-is-a-substance-use-disorder. Diakses 10 November 2025
- Substance Use Disorder (SUD). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16652-drug-addiction-substance-use-disorder-sud. Diakses 10 November 2025
- Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition. https://psychiatryonline.org/doi/book/10.1176/appi.books.9780890425596. Diakses 10 November 2025
- Neurobiologic Advances from the Brain Disease Model of Addiction. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMra1511480. Diakses 10 November 2025
- The contribution of cannabis use to variation in the incidence of psychotic disorder across Europe (EU-GEI): a multicentre case-control study. https://www.thelancet.com/journals/lanpsy/article/PIIS2215-0366(19)30048-3/fulltext. Diakses 10 November 2025
- Drug addiction (substance use disorder). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-addiction/symptoms-causes/syc-20365112. Diakses 10 November 2025
- Finding Help for Co-Occurring Substance Use and Mental Disorders. https://www.nimh.nih.gov/health/topics/substance-use-and-mental-health. Diakses 10 November 2025
- Substance misuse. https://www.healthdirect.gov.au/substance-misuse. Diakses 10 November 2025



