• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Tindakan Ablasi Jantung

Tindakan Ablasi Jantung - Memulihkan Gangguan Irama Jantung

Gangguan irama detak jantung atau aritmia memerlukan penanganan medis untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup individu yang mengalaminya. Salah satu prosedur yang biasa ditempuh untuk mengatasi aritmia adalah ablasi jantung yang mencakup ablasi jantung secara konvensional atau ablation conventional dan ablasi jantung 3 dimensi.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Ablasi Jantung

Ablasi Jantung adalah bagian dari prosedur medis yang umumnya dilakukan untuk memulihkan irama detak jantung yang mengalami gangguan. Tindakan ablasi biasanya dijalankan seusai studi elektrofisiologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi pemicu aritmia.

Penggunaan istilah konvensional dalam ablation conventional merujuk pada metode atau teknik yang efektivitasnya sudah terbukti serta sudah diterapkan dalam praktik klinis selama beberapa waktu. Prosedur ini pun masih menjadi salah satu pendekatan utama dalam penanganan aritmia. Tujuannya adalah menghancurkan atau memodifikasi jaringan yang menyebabkan gangguan irama detak jantung.

Dokter melakukan prosedur Ablasi Jantung dengan alat mapping atau pemetaan 2 dimensi (fluoroskopi) serta pemantauan konduksi listrik secara berkelanjutan. Fluoroskopi adalah teknik pencitraan medis dengan sinar-X secara real-time yang dapat menghasilkan gambar bergerak dari bagian dalam tubuh, termasuk jantung.

Penggunaan fluoroskopi dalam tindakan ablation conventional bertujuan memberi panduan bagi dokter untuk memastikan kateter diarahkan dengan benar dan ablasi dilakukan dengan akurat. Dengan begitu, kemungkinan keberhasilan prosedur lebih besar dan risiko komplikasi bisa dihindari.

 

Siapa Saja yang Memerlukan Ablasi Jantung

Ablation conventional lazim dilakukan untuk mengatasi aritmia. Aritmia sendiri terdiri atas beberapa jenis, seperti:

Selain itu, ablasi jantung dengan kateter telah terbukti sebagai terapi yang sangat efektif dan aman bagi pasien sindrom Wolff-Parkinson-White.

 

Kapan Seseorang Memerlukan Ablasi Jantung

Ablation conventional kerap menjadi opsi pengobatan bagi individu yang mengalami masalah irama detak jantung yang tidak normal dan tak dapat diatasi dengan metode penanganan lain. Begitu pula jika kondisi tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Meski begitu, dokter ahli jantung yang bisa mempertimbangkan kapan seseorang memerlukan tindakan ini berdasarkan sejumlah faktor, seperti:

 

Manfaat/Tujuan

Prosedur ablation conventional memiliki tujuan utama memulihkan irama detak jantung yang sebelumnya tak normal karena berbagai penyebab. Dengan demikian, manfaat lain yang bisa diambil oleh pasien termasuk:

 

Persiapan Sebelum Menjalani Ablation Conventional

Sebelum menjalani prosedur ablation conventional, pasien umumnya akan diminta:

Dokter atau perawat akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai apa saja yang mesti dipersiapkan untuk menjalani prosedur ini.

 

Prosedur dan Pelaksanaan

Prosedur ablation conventional berlangsung di ruangan rumah sakit. Pasien biasanya akan dibawa ke ruangan itu dengan kursi roda setelah berganti pakaian dengan gaun khusus. Sesampai di ruangan, pasien akan diminta berbaring di atas meja tindakan dan dipasangi elektroda pada dada untuk memantau kondisi jantung.

Untuk membantu pasien rileks, perawat akan memberikan obat penenang lewat slang infus di lengan. Adapun pelaksanaan tindakan mencakup:

 

Perawatan Pasca Ablasi Jantung

Prosedur ablation conventional bisa berlangsung hingga 4 jam atau lebih. Setelah prosedur selesai, dokter akan mengecek kondisi pasien lebih lanjut sebelum dibawa ke ruang pemulihan. Tim medis akan memantau aktivitas jantung dengan saksama untuk memastikan aritmia telah hilang. Ikuti petunjuk dokter agar pemulihan berjalan lancar, seperti:

Beberapa minggu atau bulan seusai prosedur, pasien biasanya perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan instruksi dokter.

 

Adakah Efek Samping Setelah Ablasi Jantung

Selama ini ablation conventional dikenal sebagai prosedur yang aman untuk mengatasi aritmia. Banyak pasien yang bisa kembali ke aktivitas sehari-hari setelah beberapa hari. Namun dalam dua hingga tiga hari seusai tindakan, wajar jika pasien merasa sangat lelah dan nyeri di area paha yang sebelumnya menjadi tempat masuknya kateter. Selain itu, kadang pasien merasa detak jantungnya cepat, tak beraturan, atau melompat-lompat (palpitasi).

 

Ablasi Jantung di Primaya Hospital

Primaya Hospital memiliki tim medis yang berpengalaman dalam melakukan tindakan ablation conventional ataupun prosedur lain untuk mengatasi gangguan irama detak jantung. Dengan peralatan dan fasilitas modern, pasien bisa merasa nyaman dan aman dalam menjalani prosedur ablasi hingga pulih dan kembali ke rutinitas sehari-hari.

 

Butuh Rekomendasi Dokter Terbaik, Rumah Sakit dan Perkiraan Biaya Operasi

Tunggu Apalagi, Hubungi PIC Kami untuk Konsultasi Gratis terkait Tindakan/Operasi Elektif Anda

Available at :
Primaya Hospital Bekasi Barat Primaya Hospital Sukabumi Primaya Hospital PGI Cikini Primaya Hospital Tangerang Primaya Hospital Bekasi Timur

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.