• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Tindakan Rotablator (Atherectomy)

Tindakan Rotablator (Atherectomy)

Penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah bisa mengancam jiwa ketika terdapat plak yang banyak terakumulasi di dalamnya. Terutama ketika plak menyebabkan sumbatan yang keras di dalam pembuluh darah yang mengarah ke jantung hingga memicu penyakit jantung koroner. Dalam kasus demikian, dokter bisa merekomendasikan tindakan rotablator (atherectomy) karena kondisi ini sulit diatasi dengan prosedur biasa.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Tindakan Rotablator (Atherectomy)

Tindakan rotablator (atherectomy) adalah salah satu alat atau metode untuk mengatasi penyempitan atau penyumbatan arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan plak di pembuluh darah atau aterosklerosis. Prosedur yang umum digunakan untuk membuka kembali aliran darah di arteri adalah angioplasti yang kadang disertai dengan pemasangan stent atau ring.

Namun, ketika sumbatan di pembuluh darah menjadi keras lantaran mengalami kalsifikasi, kaku, panjang, atau terletak di percabangan yang besar, tindakan rotablator (atherectomy) bisa menjadi opsi yang lebih efektif.

Dengan tindakan rotablator (atherectomy), dokter akan mengikis plak yang menumpuk dengan alat rotablator yang bentuknya seperti bor. Seperti dikutip dari laman Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, tindakan rotablator umumnya dilakukan hanya pada sekitar 5 persen kasus penyakit arteri koroner. Meski begitu, efektivitasnya terbilang tinggi dalam membuka sumbatan di pembuluh darah yang tak bisa diatasi dengan teknik angioplasti biasa.

 

Siapa Saja yang Memerlukan Tindakan Rotablator (Atherectomy)

Dokter umumnya merekomendasikan tindakan atherectomy bagi pasien yang mengalami penyumbatan arteri koroner parah atau kompleks dan sulit diatasi dengan prosedur angioplasti atau stent. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dulu untuk menentukan apakah seorang pasien perlu menjalani tindakan ini atau tidak.

Pasien yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sehingga prosedur angioplasti atau stent sulit dilakukan, seperti diabetes atau penyakit ginjal kronis, mungkin bisa menjalani tindakan Atherectomy guna mengatasi penyumbatan arteri koroner.

Harus digarisbawahi bahwa tindakan rotablator adalah prosedur yang efektif dalam kondisi tertentu, tidak semua pasien penyakit arteri koroner memerlukan atau cocok menjalani tindakan ini. Keputusan menjalani tindakan rotablator mesti dipertimbangkan bersama dengan dokter spesialis jantung dan ahli bedah jantung yang bertugas mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh sekaligus mempertimbangkan manfaat serta risiko tindakan.

 

Kapan Seseorang Memerlukan Tindakan Rotablator?

Terdapat beberapa situasi atau kondisi terkait dengan penyumbatan pembuluh darah koroner yang membuat seseorang memerlukan tindakan rotablator (atherectomy). Di antaranya:

 

Manfaat/Tujuan

Tindakan rotablator (atherectomy) memberikan manfaat besar bagi pasien penyempitan arteri koroner yang sulit diatasi dengan prosedur biasa. Tujuan utama tindakan ini adalah:

 

Persiapan Sebelum Menjalani Tindakan Rotablator (Atherectomy)

Perawat dan dokter akan memberikan informasi mengenai persiapan untuk menjalani tindakan atherectomy. Berikut ini beberapa langkah persiapan yang umum:

 

Prosedur dan Pelaksanaan

Dokter ahli bedah jantung umumnya melakukan tindakan rotablator (atherectomy) di ruang kateterisasi. Tim medis akan mengarahkan pasien agar berbaring di meja operasi atau bed khusus dan memberikan anestesi guna supaya pasien tak merasa sakit selama prosedur berlangsung. Setelah pasien merasa nyaman, dokter akan memulai prosedur kateterisasi yang mengawali tindakan rotablator.

 

Perawatan Pasca Tindakan Atherectomy

Setelah tindakan rotablator (atherectomy) selesai, dokter akan melakukan perawatan pasca-tindakan guna memastikan pasien menjalani pemulihan dengan baik dan tak terjadi komplikasi. Pasien akan dibawa ke ruang pemulihan atau unit perawatan intensif untuk memudahkan pemantauan ketat oleh tim medis.

Selama pemantauan ini, tim medis akan mengawasi perubahan kondisi dan memeriksa apakah ada tanda komplikasi yang muncul. Setelah kondisi pasien stabil, pasien bisa beralih ke ruang perawatan. Selama masa pemulihan, pasien harus banyak beristirahat dan menghindari aktivitas fisik yang berat beberapa hari.

Dokter atau perawat juga akan menjadwalkan kunjungan tindakan lanjut di kemudian hari untuk memantau perkembangan pemulihan dan mengevaluasi hasil tindakan.

 

Adakah Efek Samping Setelah Tindakan Rotablator (Atherectomy)

Sebagai prosedur medis, tindakan rotablator (atherectomy) bisa menyebabkan efek samping. Namun efek samping ini umumnya hanya ringan dan sementara dan ringan meski tetap ada kemungkinan terjadi kondisi yang lebih serius. Berikut ini di antaranya:

 

Tindakan Rotablator (Atherectomy) di Primaya Hospital

Primaya Hospital memiliki tim medis dan fasilitas yang dapat melakukan tindakan rotablator (atherectomy) dengan efektif dan profesional. Pasien dengan penyumbatan arteri koroner yang kompleks bisa mendapatkan layanan ini setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan dan efektivitas prosedur.

 

Butuh Rekomendasi Dokter Terbaik, Rumah Sakit dan Perkiraan Biaya Operasi

Tunggu Apalagi, Hubungi PIC Kami untuk Konsultasi Gratis terkait Tindakan/Operasi Elektif Anda

Tersedia di :
Primaya Hospital Bekasi Barat

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.