• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Cara Mengukur Tekanan Darah yang Benar Setelah Olahraga Intens

mengukur tekanan darah

Aktivitas fisik yang berat dapat memengaruhi tekanan darah secara signifikan dalam waktu singkat. Pada sebagian orang, tekanan darah bisa melonjak hingga angka tinggi seperti 200/90 mmHg atau lebih sebagai respons fisiologis normal terhadap kerja jantung yang meningkat.

Namun pada individu tertentuโ€”terutama yang memiliki masalah pada regulasi tekanan darahโ€”angka tersebut justru dapat turun drastis setelah latihan karena pelebaran pembuluh darah yang berlebihan. Kondisi seperti ini kadang menimbulkan gejala pusing, lemas, bahkan hampir pingsan.

Karena perubahan tekanan darah pasca-olahraga bisa sangat bervariasi, cara mengukurnya tidak boleh sembarangan. Banyak orang melakukan pengecekan tergesa-gesa sesaat setelah berhenti bergerak, dalam posisi berdiri, atau saat tubuh masih terengah-engah.

Hasilnya, angka yang muncul pada alat pengukur dapat memberikan kesan yang keliruโ€”baik terlalu tinggi maupun terlalu rendahโ€”hingga menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu atau malah menyebabkan seseorang mengabaikan risiko medis yang sebenarnya.

Untuk memastikan hasil pengukuran yang akurat serta dapat menjadi dasar keputusan kesehatan yang tepat, diperlukan pedoman yang sudah teruji secara ilmiah. Dan pada artikel ini, kami akan memberikan panduan resmi agar hasil pengukuran akurat dan dapat dipercaya.

Mengapa Tekanan Darah Berubah Drastis Setelah Olahraga Intens

Ketika seseorang melakukan latihan fisik yang tergolong berat seperti lari cepat, latihan interval intensitas tinggi (HIIT), atau angkat beban dengan beban besar, sistem kardiovaskular bekerja jauh lebih keras dari kondisi istirahat. Jantung perlu memompa darah lebih cepat dan lebih banyak agar oksigen dan nutrisi dapat mencapai otot yang aktif.

Dalam situasi ini, tekanan darah sistolikโ€”yaitu angka yang menunjukkan tekanan darah ketika jantung berkontraksiโ€”akan meningkat secara signifikan. Pada orang sehat, kenaikannya umumnya berkisar antara 30 hingga 80 mmHg dibandingkan kondisi normal, bahkan dapat mencapai sekitar 200โ€“220 mmHg pada atlet terlatih dalam situasi tertentu.

Peningkatan ini dianggap sebagai respons fisiologis yang wajar dan menandakan bahwa jantung mampu mengimbangi kebutuhan tubuh yang meningkat secara tiba-tiba.

Sementara itu, tekanan darah diastolikโ€”angka yang menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat sejenak di antara kontraksiโ€”biasanya tetap stabil atau hanya menurun sedikit. Penurunan kecil ini terjadi karena pembuluh darah melebar untuk menampung aliran darah yang lebih besar menuju otot-otot yang bekerja. Pada saat bersamaan, detak jantung juga naik tajam sebagai cara tubuh mempercepat sirkulasi oksigen dan pembuangan sisa metabolisme yang dihasilkan selama aktivitas intens.

Baca Juga:  Demam Naik Turun: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Meskipun perubahan-perubahan tersebut sepenuhnya normal, waktu dan cara pengukuran dapat memengaruhi hasil secara drastis. Apabila tekanan darah diukur terlalu cepat setelah seseorang berhenti berolahraga, terutama saat tubuh masih terengah-engah dan pembuluh darah masih dalam fase respons aktif, angka yang terlihat dapat tampak sangat tinggi sehingga menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.

Sebaliknya, jika pengukuran dilakukan dalam posisi berdiri ketika mekanisme pengaturan tekanan darah belum stabil, hasilnya bisa terlihat lebih rendah dari angka sebenarnya. Alat pengukur pun dapat memberikan hasil yang menyesatkan apabila manset tidak terpasang dengan benar akibat lengan berkeringat atau tegang setelah aktivitas.

Inilah mengapa pemahaman mengenai respons tubuh saat berolahraga serta teknik pengukuran yang tepat sangat penting. Dengan metode yang benar, Anda dapat membedakan mana respons fisiologis yang sehat dari tanda peringatan yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Informasi yang akurat membantu Anda menjaga keselamatan sekaligus memaksimalkan manfaat olahraga bagi kesehatan jantung.

Langkah-Langkah Pengukuran yang Benar (Pedoman AHA 2023)

  • Tunggu Minimal 5โ€“10 Menit Setelah Olahraga Selesai
    Duduk tenang tanpa berbicara. Penelitian Hypertension 2022 menunjukkan tekanan darah sistolik turun rata-rata 15โ€“25 mmHg dalam 5 menit pertama setelah latihan intens.
  • Pilih Posisi Duduk yang Tepat
    – Punggung disangga kursi
    – Kaki rata di lantai (tidak menyilang)
    – Lengan di atas meja setinggi jantung
    – Tidak boleh berdiri atau berbaring total
  • Lepas Semua Pakaian Ketat di Lengan
    Manset harus langsung menyentuh kulit, bukan di atas baju tebal atau kaos olahraga.
  • Gunakan Manset Ukuran Sesuai
    – Lengan standar: lebar manset 12โ€“14 cm
    – Lengan besar (>32 cm lingkar): pakai manset large (16โ€“18 cm)
  • Lakukan 2โ€“3 Kali Pengukuran dengan Jeda 1 Menit
    Ambil rata-rata dari pengukuran ke-2 dan ke-3. AHA merekomendasikan ini sebagai standar emas.
  • Catat Waktu Pengukuran & Jenis Olahraga
    Contoh: โ€œ10 menit setelah lari 5K, 145/78 mmHgโ€

Kapan Harus Khawatir Setelah Olahraga Intens

Menurut American Heart Association Scientific Statement 2023:

Kondisi Batas Aman Segera ke Dokter
Sistolikย 10ย menitย post-olahraga <ย 180ย mmHg โ‰ฅย 200โ€“220ย mmHg
Diastolikย 10ย menitย post-olahraga <ย 100ย mmHg โ‰ฅย 110ย mmHg
Pemulihanย sistolik Turunย โ‰ฅ20ย mmHgย dalamย 3ย menit Tidakย turunย atauย malahย naik

Cara Cepat Menurunkan Tekanan Darah Setelah Olahraga

  • Duduk tenang + pernapasan diafragma 4-7-8 selama 3 menit
  • Minum air putih 300โ€“500 ml (bukan minuman isotonik tinggi natrium)
  • Kompres dingin di leher atau wajah 30 detik
  • Jangan langsung mandi air dingin (bisa picu vasokonstriksi balik)
Baca Juga:  Simvastatin: Efek Samping, Dosis, dan Aturan Pakainya

Kapan Tidak Boleh Mengukur Sendiri

Hindari pengukuran mandiri dan langsung ke IGD jika muncul:

  • Nyeri dada hebat
    Terutama jika terasa seperti ditekan, tertindih, menjalar ke rahang, bahu, atau lengan kiri. Gejala ini dapat mengindikasikan serangan jantung mendadak.
  • Sesak napas berat
    Napas terasa sangat sulit hingga tidak mampu berbicara panjang, disertai perasaan seperti akan kehabisan udara. Kondisi ini bisa menandakan penumpukan cairan di paru atau gangguan berat pada jantung.
  • Pusing berputar atau hampir pingsan
    Kemungkinan terjadi akibat penurunan aliran darah ke otak, gangguan irama jantung, atau tekanan darah yang sangat rendah.
  • Detak jantung tidak turun di bawah 100 bpm setelah 10 menit istirahat
    Denyut yang tetap sangat cepat tanpa aktivitas menunjukkan jantung bekerja terlalu keras dan dapat berujung pada kondisi berbahaya jika tidak segera ditangani.

Penutup

Mengukur tekanan darah setelah olahraga intens bukan sekadar menekan tombol. Dengan menunggu 5โ€“10 menit, posisi duduk benar, dan rata-rata 2โ€“3 kali pengukuran, Anda akan mendapatkan angka yang benar-benar mencerminkan kondisi jantung.

Patuhi batas aman AHA: sistolik <180 mmHg dan diastolik <100 mmHg pada 10 menit setelah latihan. Jika melebihi, segera konsultasi dokter olahraga atau kardiologis. Olahraga memang baik, tapi pengukuran yang benar adalah kunci keselamatan.

Narasumber:

dr. Beta Agustia Wisman, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below