Perubahan fisik tubuh bisa menimbulkan kekhawatiran terkait dengan masalah kesehatan terutama ketika tidak ada aktivitas khusus yang dilakukan sebelumnya. Salah satunya pertambahan berat badan yang diikuti perubahan wajah menjadi bulat dan punggung membungkuk seperti ada punuk. Bisa jadi itu adalah gejala sindrom Cushing yang lebih dari sekadar kelebihan berat badan biasa. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut seputar sindrom itu, termasuk gejala hingga cara pengobatannya.
Mengenal Sindrom Cushing
Sindrom Cushing adalah sebutan untuk sekumpulan gejala dan tanda klinis yang terjadi akibat paparan berlebihan terhadap kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh dalam jangka waktu lama. Kortisol, yang sering dijuluki “hormon stres”, diproduksi oleh kelenjar adrenal dan memiliki fungsi vital dalam mengatur metabolisme, respons peradangan, tekanan darah, dan respons tubuh terhadap stres.
Dengan fungsi tersebut, kortisol penting dan dibutuhkan tubuh dalam kadar normal. Namun, ketika jumlahnya berlebihan dan terjadi terus-menerus, hormon ini justru dapat merusak hampir semua sistem organ.
Sindrom Cushing tergolong langka, tapi dampaknya sangat sistemik. Menurut National Institutes of Health, kondisi ini bisa menyerang siapa saja, tapi lebih sering ditemukan pada orang dewasa berusia 30-50 tahun dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan dibanding pria.
Dikutip dari Endocrine.org, perlu digarisbawahi bahwa sindrom Cushing berbeda dengan penyakit Cushing. Sindrom Cushing mengacu pada kondisi kelebihan kortisol, sementara penyakit Cushing adalah penyebab spesifik kelebihan kortisol yang dipicu tumor hipofisis yang memproduksi hormon adrenokortikotropik (ACTH) secara berlebihan.
Gejala Sindrom Cushing
Gejala sindrom Cushing sangat khas karena mengubah penampilan fisik secara signifikan. Berikut ini sejumlah gejala atau tanda yang umum:
- Penumpukan lemak terutama di area perut, sementara tungkai bawah dan lengan tetap kurus.
- Wajah menjadi bulat, kemerahan, dan bengkak.
- Muncul punuk lemak di antara bahu.
- Ada guratan berwarna ungu atau merah muda yang lebar di area perut, paha, payudara, dan lengan.
- Kulit menjadi mudah memar dan luka sangat lambat sembuh.
- Kelemahan otot terutama pada paha dan bahu.
- Gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan iritabilitas (mudah marah/tersinggung).
Penyebab Sindrom Cushing
Secara garis besar, penyebab sindrom Cushing bisa dibagi menjadi dua kategori utama: eksogen (dari luar) dan endogen (dari dalam tubuh).
- Penyebab eksogen (paling umum): penggunaan obat-obatan kortikosteroid jangka panjang untuk mengobati penyakit peradangan seperti asma, reumatoid artritis, atau lupus.
- Penyebab endogen:
- Penyakit Cushing: tumor jinak pada kelenjar hipofisis yang memproduksi hormon ACTH berlebih dan merangsang adrenal memproduksi kortisol.
- Tumor kelenjar adrenal: tumor pada kelenjar di atas ginjal yang langsung memompa kortisol.
- Tumor ektopik: tumor di tempat lain (paling sering di paru-paru) yang secara abnormal memproduksi ACTH.
Cara Dokter Mendiagnosis Sindrom Cushing
Dalam mendiagnosis sindrom Cushing, dokter biasanya menggunakan pendekatan bertahap yang meliputi:

- Tes urine 24 jam: mengukur kadar kortisol bebas dalam urine yang dikumpulkan selama sehari semalam.
- Tes saliva tengah malam: kadar kortisol biasanya turun di malam hari. Pada penderita Cushing, kadarnya tetap tinggi saat tidur.
- Tes penekanan deksametason (dexamethasone suppression test): pasien diberi dosis kecil steroid pada malam hari, lalu darah diperiksa esok paginya untuk melihat apakah produksi kortisol tubuh melambat atau tidak.
- Pencitraan (MRI/CT scan): jika tes laboratorium positif, dokter akan melakukan pemindaian pada otak atau perut untuk mencari keberadaan tumor.
Cara Mengatasi Sindrom Cushing
Tujuan utama penanganan sindrom Cushing adalah menurunkan kadar kortisol agar kembali ke angka normalnya. Adapun metodenya bergantung pada penyebabnya. Di antaranya:
- Pengurangan penggunaan steroid jika penyebabnya adalah obat-obatan. Dokter akan menurunkan dosis steroid secara perlahan. Jika konsumsi obat steroid dihentikan secara mendadak, bisa terjadi krisis adrenal.
- Pembedahan atau operasi jika ditemukan tumor. Untuk tumor hipofisis, ada prosedur transsfenoidal (lewat hidung) yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi.
- Radioterapi jika operasi tidak memungkinkan atau tidak sepenuhnya dapat mengangkat tumor.
- Obat-obatan penghambat kortisol yang dapat mengurangi produksi kortisol di kelenjar adrenal.
Komplikasi Sindrom Cushing
Tanpa penanganan yang tepat, kadar kortisol yang terlalu tinggi akan merusak organ-organ vital secara permanen. Komplikasi serius yang mungkin muncul meliputi:
- Pengeroposan tulang (osteoporosis) yang dapat menyebabkan patah tulang.
- Hipertensi dan penyakit jantung.
- Diabetes tipe 2 karena kortisol melawan kerja insulin sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
- Infeksi serius lantaran sistem imun tertekan secara ekstrem.
Pencegahan Sindrom Cushing
Meskipun tidak semua kasus sindrom Cushing dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risikonya, seperti:
- Menggunakan steroid secara bijak. Jika harus mengonsumsi obat kortikosteroid, pastikan di bawah pengawasan ketat dokter dan selalu gunakan dosis efektif terendah.
- Mengenali gejala awal seperti perubahan bentuk wajah atau memar yang tidak wajar untuk mempercepat penanganan dan mencegah komplikasi jangka panjang.
- Menjaga berat badan dan asupan gula yang bisa membantu meminimalkan dampak metabolik jika sindrom ini terjadi.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter ahli endokrin jika mengalami kombinasi gejala fisik sindrom Cushing yang disertai kelemahan otot parah atau tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan. Jangan menunggu sampai muncul komplikasi. Diagnosis lebih dini memperbesar peluang pemulihan fisik dan hormonal.
Ditinjau oleh:
dr. Supris Yurit Erfin Pamungkas, Sp. PD
Spesialis Penyakit Dalam
Primaya Hospital Karawang
Referensi:
- Cushing’s Syndrome. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/cushings-syndrome#who. Diakses 23 Januari 2026
- Cushing’s Syndrome and Cushing Disease. https://www.endocrine.org/patient-engagement/endocrine-library/cushings-syndrome-and-cushing-disease. Diakses 23 Januari 2026
- Cushing syndrome. https://radiopaedia.org/articles/cushing-syndrome. Diakses 23 Januari 2026
- Cushing’s syndrome: from physiological principles to diagnosis and clinical care. https://physoc.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1113/jphysiol.2014.282871. Diakses 23 Januari 2026
- Cushing Syndrome. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/5497-cushing-syndrome. Diakses 23 Januari 2026
- Cushing Disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448184/. Diakses 23 Januari 2026
- Transsphenoidal surgery. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/transsphenoidal-surgery/about/pac-20583059. Diakses 23 Januari 2026
- Exogenous Cushing syndrome. https://medlineplus.gov/ency/article/000389.htm. Diakses 23 Januari 2026
- Cushing’s syndrome. https://www.nhs.uk/conditions/cushings-syndrome/. Diakses 23 Januari 2026


