Kerusakan ginjal adalah masalah kesehatan yang sering tidak disadari karena gejalanya dapat berkembang secara perlahan dan samar. Kondisi ini membahayakan karena ginjal memiliki fungsi yang sangat penting dalam tubuh, seperti menyaring limbah dan kelebihan cairan, serta berperan dalam pengaturan tekanan darah dan produksi sel darah merah. Artikel ini akan membahas sejumlah tanda kerusakan ginjal, termasuk cara mencegah dan mengobati kondisi ini.
Mengenal Tanda Kerusakan Ginjal
Ginjal manusia berfungsi sebagai filter alami yang menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan produk limbah dalam tubuh. Dikutip dari National Institutes of Health, setiap menit, ginjal menyaring sekitar 200 liter cairan dari darah, membuang kelebihan cairan, limbah metabolisme, serta racun sembari menjaga keseimbangan elektrolit. Tanda kerusakan ginjal berkaitan dengan terganggunya fungsi tersebut.
Kerusakan ginjal bisa bersifat akut (terjadi seketika) atau kronis (berlangsung lama). Penyebab kerusakan ginjal akut bisa berbagai macam, seperti dehidrasi, infeksi, atau paparan racun. Adapun kerusakan ginjal kronis biasanya berkembang akibat penyakit jangka panjang seperti diabetes atau hipertensi.
Tanda kerusakan ginjal kronis alias chronic kidney diseaseย lebih sulit dideteksi karena fungsi ginjal menurun secara bertahap. Gejalanya kerap baru muncul saat fungsi ginjal telah turun di bawah 30 persen. Penyakit ginjal kronis pun sering disebut sebagai silent killer karena kerap terlambat terdiagnosis sehingga pengobatannya tidak optimal dan risiko kematian pasien meningkat.
Tanda Kerusakan Ginjal
Gejala dan tanda kerusakan ginjal sering kali samar dan menyerupai penyakit umum lain. Berikut ini tanda-tanda yang patut diwaspadai:
Kelelahan ekstrem dan sulit berkonsentrasi
Penurunan fungsi ginjal menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah. Hal ini dapat memicu kelelahan yang parah, kelemahan, dan kesulitan berkonsentrasi. Anemia akibat berkurangnya produksi eritropoietin oleh ginjal juga turut menyebabkan rasa lelah dan wajah tampak pucat.
Gangguan tidur
Racun yang seharusnya dibuang melalui urine tetap beredar dalam dan dapat mengganggu tidur. Studi di Clinical Kidney Journalย menunjukkan hubungan kuat antara sleep apnea dan penyakit ginjal kronis.
Kulit kering dan gatal
Ginjal yang sehat akan membuat keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah terjaga. Kerusakan ginjal dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral yang antara lain memicu rasa gatal yang parah dan kulit kering ketika kadar fosfor terlalu tinggi.
Sering buang air kecil, terutama saat malam
Ini bisa menjadi tanda kerusakan ginjal pada fungsi filter atau penyaringannya. Namun gejala ini juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria sehingga butuh pemeriksaan lebih lanjut.
Darah dalam urine (hematuria)
Dalam kondisi sehat, ginjal dapat menjaga sel darah merah tetap dalam aliran darah. Namun, saat filter ginjal rusak, sel darah merah dapat “bocor” ke dalam urine.
Urine berbusa
Busa yang berlebihan, terutama yang kecil-kecil dan bertahan lama ketika buang air kecil, menunjukkan adanya protein dalam urine (proteinuria). Busa atau buih yang seperti putih telur ketika tercampur dalam air itu mengindikasikan terjadinya kebocoran protein penting (albumin) dari ginjal.
Pembengkakan di sekitar mata, pergelangan kaki, dan kaki (edema)
Ginjal yang rusak tidak dapat membuang kelebihan cairan dan natrium sehingga menumpuk di jaringan tubuh.
Nafsu makan menurun dan rasa logam di mulut
Penumpukan racun uremik yang semestinya dibuang ginjal dapat mempengaruhi indra perasa dan menyebabkan bau mulut seperti amonia. Ini sering menyebabkan penurunan berat badan yang tidak diinginkan.
Kram otot
Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalsium yang rendah dan fosfor yang tinggi, dapat menyebabkan kram otot, terutama di tungkai.
Penyebab Kerusakan Ginjal
Kerusakan ginjal akut lebih jarang terjadi dibanding kronis. Umumnya tanda kerusakan ginjal ini muncul sebagai akibat kondisi lain yang mempengaruhi organ tersebut selama bertahun-tahun. Di antaranya:
- Diabetes yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal lantaran kadar gula darah yang tinggi.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk yang berada di ginjal.
- Peradangan pada unit penyaring ginjal (glomerulonefritis), bisa diakibatkan oleh kondisi lain, seperti lupus.
- Penyakit ginjal polikistik, yakni kondisi genetik ketika kista-kista berisi cairan berkembang di ginjal dan secara bertahap menggantikan jaringan yang sehat serta mengganggu fungsinya.
- Obstruksi saluran kemih yang berkepanjangan dan menyebabkan tekanan pada ginjal, antara lain akibat pembesaran prostat, batu ginjal, atau kanker.
- Infeksi ginjal berulang yang dapat menyebabkan luka permanen pada jaringan ginjal.
- Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, termasuk ibuprofen dan naproksen.
Cara Mengatasi Kerusakan Ginjal
Tanda kerusakan ginjal yang kerap baru dirasakan saat fungsi ginjal sudah sangat jauh menurun bisa menyulitkan pengobatan. Penanganan umumnya difokuskan pada upaya memperlambat perkembangan penyakit, mengelola gejala, dan mencegah komplikasi. Jenis tindakan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Misalnya:
- Obat-obatan untuk mengontrol diabetes atau hipertensi.
- Menerapkan gaya hidup sehat, termasuk membatasi asupan protein dan mineral agar beban kerja ginjal berkurang serta berhenti merokok dan tidak minum minuman beralkohol.
- Dalam kasus kerusakan ginjal yang parah, pasien mungkin membutuhkan dialisis atau cuci darah sebagai pengganti fungsi ginjal.
- Transplantasi ginjal jika ginjal sudah tak bisa berfungsi lagi.
Pencegahan Kerusakan Ginjal
Upaya pencegahan kerusakan ginjal sangat penting, terutama bagi individu yang berisiko tinggi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
- Mengelola kondisi kronis yang dialami, antara lain mengontrol ketat tekanan darah dan gula darah.
- Pola makan sehat dan seimbang dengan mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh serta memperbanyak sayur, buah, dan biji-bijian utuh.
- Hidrasi yang cukup dengan air putih untuk membantu ginjal membuang racun.
- Menghindari rokok dan membatasi alkohol.
- Berolahraga secara teratur.
- Menghindari penggunaan rutin obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa anjuran dokter.
- Menjalani pemeriksaan rutin jika ada faktor risiko.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami satu atau lebih gejala berikut ini secara terus-menerus:
- Perubahan warna urine atau frekuensi buang air kecil
- Pembengkakan yang tidak biasa di sekitar mata, pergelangan kaki, atau kaki
- Rasa lelah yang ekstrem dan terus-menerus
- Sesak napas tanpa sebab yang jelas
- Mual, muntah, atau nafsu makan menurun yang berlangsung lama
- Kulit terasa sangat gatal dan kering
Bagi Anda yang termasuk kelompok berisiko tinggiโmemiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, riwayat keluarga gagal ginjal, atau berusia di atas 60 tahunโsebaiknya menjalani pemeriksaan fungsi ginjal secara tahunan. Ginjal memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh. Dengan mengenali tanda kerusakan ginjal lebih awal, mengambil respons dengan cepat, dan menerapkan pola hidup sehat, kita bisa mencegah kerusakan lebih parah demi kualitas hidup yang lebih baik dalam jangka panjang.
Ditinjau oleh:
dr. Kiagus Muhammad Yusuf Arief Akbar, Sp.PD, KGH, FINASIM
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi
Primaya Hospital Bekasi Utara
Referensi:
- Physiology, Renal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538339/. Diakses 11 Desember 2025
- Sleep apnoea syndrome prevalence in chronic kidney disease and end-stage kidney disease patients: a systematic review and meta-analysis. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10768783/. Diakses 11 Desember 2025
- Mechanisms of Anemia in CKD. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3458456/. Diakses 11 Desember 2025
- Pathophysiology of proteinuria. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0085253815489495. Diakses 11 Desember 2025
- Nephrotic Syndrome: Oedema Formation and Its Treatment With Diuretics. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6341062/. Diakses 11 Desember 2025
- Chronic Kidney Disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535404/. Diakses 11 Desember 2025
- Nutritional Management of Chronic Kidney Disease. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMra1700312. Diakses 11 Desember 2025
- Diabetic Kidney Disease. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/diabetic-kidney-disease. Diakses 11 Desember 2025
- Pharmacology behind Common Drug Nephrotoxicities. https://journals.lww.com/cjasn/fulltext/2018/12000/pharmacology_behind_common_drug_nephrotoxicities.22.aspx. Diakses 11 Desember 2025



