• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Virus Nipah: Gejala, Mencegah, dan Mengobati

Virus nipah adalah salah satu penyebab infeksi yang memerlukan perhatian ekstra. Setelah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada 1998, virus ini beberapa kali memicu wabah di sejumlah negara hingga menyebabkan korban jiwa. Meski tidak sedahsyat Covid-19 dalam hal penularan, virus nipah bisa menjadi pandemi baru yang lebih mematikan. Berikut ini artikel yang akan menjelaskan seputar virus nipah, dari gejala hingga cara mencegah dan mengobatinya.

Mengenal Virus Nipah

Virus nipah (NiV) adalah virus asam ribonukleat (RNA) yang termasuk genus Henipavirus. CD Genomics menjelaskan bahwa virus RNA banyak terdapat di alam, di antaranya patogen yang sangat mempengaruhi kesehatan manusia seperti virus influenza, HIV, dan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Virus nipah tergolong sebagai virus zoonosis. Artinya, virus ini ditularkan dari hewan ke manusia. Meski begitu, penularan antarmanusia juga sangat mungkin terjadi. Nama nipah pada virus ini mengacu pada nama sungai di desa di Malaysia tempat wabah virus ini pertama kali muncul.

Inang alami virus nipah adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae. Kelelawar ini membawa virus tersebut tanpa menunjukkan gejala. Namun ketika virus berpindah ke inang perantara seperti babi atau langsung ke manusia, dampaknya bisa sangat merusak sistem saraf pusat dan pernapasan.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), tingkat kematian pasien virus nipah diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen. Saat ini belum ada vaksin atau obat yang tersedia untuk virus nipah. Karena itu, upaya pencegahan mesti lebih diutamakan.

Gejala Virus Nipah

Orang yang terinfeksi virus nipah mungkin tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). Gejala biasanya muncul dalam 3 hingga 14 hari setelah terjadinya infeksi. Gejala yang sering dilaporkan meliputi:

  • Demam tinggi mendadak
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri otot
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Sesak napas
  • Batuk-batuk

Jika sakit berlanjut, bisa muncul gejala neurologis yang mengkhawatirkan seperti kebingungan, disorientasi, hingga kejang. Jika makin parah, bisa terjadi peradangan otak yang menyebabkan koma hingga meninggal.

Penyebab Virus Nipah

Kelelawar buah adalah pembawa utama virus nipah. Infeksi dapat menyebar ke babi atau hewan lain yang berinteraksi dengan kelelawar tersebut. Penyebab utama infeksi pada manusia adalah paparan langsung terhadap hasil sekresi hewan yang terinfeksi atau manusia yang sakit.

Baca Juga:  Waspada, Gagal Ginjal Akut Bisa Terjadi di Semua Usia

Di Bangladesh dan India tempat terjadinya wabah virus nipah, misalnya, penularan paling umum melalui konsumsi produk buah-buahan yang telah terkontaminasi urine atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi. Selain pada babi, menurut studi di jurnal Veterinary Quarterly, virus ini ditemukan pada hewan domestik lain seperti kuda, kambing, domba, kucing, dan anjing, meski kasusnya lebih jarang terjadi.

Adapun penularan antarmanusia biasanya terjadi di lingkungan keluarga atau rumah sakit melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien.

Cara Dokter Mendiagnosis Virus Nipah

Diagnosis virus nipah pada tahap awal infeksi bisa menyulitkan karena gejalanya menyerupai penyakit menular lain seperti influenza, malaria, dan demam berdarah. Selain melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien, dokter biasanya melakukan tes real-time polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk menegakkan diagnosis.

Dalam tes RT-PCR, dokter akan mengambil sampel cairan dari tenggorokan, hidung, atau urine untuk diperiksa lebih lanjut guna mendeteksi RNA virus. Metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) juga bisa ditetrapkan untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG yang muncul setelah infeksi.

Cara Mengatasi Virus Nipah

Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus yang disetujui secara resmi oleh otoritas kesehatan dunia untuk mengobati infeksi virus nipah. Perawatan utama yang diberikan bersifat suportif dengan tujuan meringankan gejala dan menjaga fungsi organ vital. Perawatan itu meliputi:

  • Pemberian obat penurun demam
  • Memastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi
  • Pemantauan fungsi pernapasan dan saraf

Komplikasi Virus Nipah

Infeksi virus nipah dapat menyebabkan berbagai komplikasi, terutama bila tak mendapat penanganan yang tepat. Beberapa pasien mengalami ensefalitis atau peradangan otak yang dapat menyebabkan gangguan neurologis jangka panjang seperti kesulitan berbicara dan mengingat. Bahkan, setelah pasien dinyatakan sembuh, virus dapat menetap di sistem saraf dan memicu peradangan otak berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

Selain itu, beberapa komplikasi yang sering dilaporkan termasuk:

  • Perubahan kepribadian dan defisit kognitif: banyak penyintas mengalami penurunan daya ingat, kesulitan berkonsentrasi, atau perubahan perilaku yang signifikan akibat kerusakan permanen pada jaringan otak.
  • Kejang persisten: kerusakan pada korteks serebral (lapisan otak yang bertanggung jawab atas fungsi kognitif) dapat menyebabkan gangguan saraf kronis berupa kejang yang memerlukan pengobatan jangka panjang.
Baca Juga:  Donor Hati

Pencegahan Virus Nipah

Karena belum ada vaksin yang tersedia, pencegahan menjadi kunci untuk mengatasi penyebaran virus nipah. Berikut ini langkah-langkah pencegahan yang terbukti efektif:

  • Menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama di daerah yang melaporkan kasus virus nipah.
  • Terutama di daerah endemis, jangan mengonsumsi nira mentah. pastikan nira kurma atau getah pohon direbus dulu sebelum dikonsumsi untuk membunuh virus yang mungkin terbawa dari urine kelelawar.
  • Kupas dan cuci semua buah sebelum dikonsumsi. Jangan memakan buah yang menunjukkan bekas gigitan hewan.
  • Menerapkan praktik kebersihan diri dengan baik, seperti mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir.
  • Jika berdekatan dengan hewan terutama di peternakan, gunakan alat pelindung diri yang sesuai.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan setelah terpapar hewan atau berada di daerah yang mengalami wabah virus nipah, penting untuk segera menghubungi dokter. Gejala itu misalnya demam tinggi, sakit kepala, atau kesulitan bernapas. Diagnosis dini dan perawatan yang tepat dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Ditinjau oleh:

dr. Rudi Setiadi Hendra, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below