Dokter mengingatkan banyak kelainan urologi bawaan dapat terdeteksi melalui USG kehamilan, sehingga dapat mencegah Kerusakan Ginjal Permanen
Jakarta, 3 Juni 2026 – Banyak orang tua mengira gangguan ginjal pada anak baru dapat diketahui setelah bayi lahir. Padahal, sejumlah kelainan saluran kemih dan ginjal bawaan sebenarnya sudah dapat terdeteksi sejak dalam kandungan melalui pemeriksaan kehamilan rutin. Kondisi ini menjadi penting karena keterlambatan diagnosis dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal permanen yang berdampak pada tumbuh kembang anak hingga masa dewasa.
Menurut dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini, kemajuan teknologi pencitraan saat ini memungkinkan berbagai kelainan urologi kongenital dikenali lebih awal, bahkan sebelum bayi dilahirkan.
“Banyak kelainan saluran kemih dan ginjal pada anak sebenarnya sudah bisa diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan khusus USG fetomaternal. Semakin dini kondisi ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan ginjal permanen dan mempertahankan fungsi ginjal anak dalam jangka panjang,” jelas dr. Ronald.
Berbagai kelainan yang dapat ditemukan sejak masa janin, salah satu kasus yang paling sering ditemukan adalah hidronefrosis kongenital, yaitu pelebaran ginjal akibat gangguan aliran urine. Kondisi ini sering kali pertama kali terlihat saat pemeriksaan USG kehamilan.
Keterangan foto: dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini
Meski demikian, dr. Ronald menegaskan bahwa tidak semua temuan hidronefrosis memerlukan tindakan operasi. “Banyak orang tua langsung panik ketika mendengar adanya pelebaran ginjal pada janin. Padahal tidak semua kasus harus dioperasi. Penting untuk melakukan pemantauan yang tepat, evaluasi fungsi ginjal secara berkala, dan menentukan waktu intervensi yang sesuai bila memang diperlukan,” ungkapnya.
Setelah bayi lahir, dokter akan melakukan evaluasi lanjutan melalui berbagai pemeriksaan, seperti USG traktus urinarius, renogram atau skintigrafi ginjal, serta pemeriksaan radiologi lainnya sesuai kebutuhan. Pemeriksaan tersebut membantu menentukan apakah fungsi ginjal masih baik, risiko kerusakan ginjal, dan kebutuhan tindakan lebih lanjut.
Menurut dr. Ronald, penanganan kelainan urologi anak idealnya tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter fetomaternal, obstetri dan ginekologi, neonatologi, radiologi, urologi anak, bedah anak, hingga rehabilitasi medik.
Pendekatan ini memungkinkan perencanaan penanganan dimulai sejak masa kehamilan, proses persalinan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak setelah lahir. “Ketika kelainan sudah diketahui sejak dalam kandungan, orang tua memiliki waktu untuk memahami kondisi anaknya, memilih fasilitas kesehatan yang tepat, serta mempersiapkan langkah penanganan sejak awal. Ini akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan jika diagnosis baru diketahui setelah muncul komplikasi,” ujarnya.
Selain membantu menentukan tempat dan metode persalinan yang sesuai, deteksi prenatal juga memungkinkan dokter memantau perkembangan ginjal, kandung kemih, serta kondisi cairan ketuban yang menjadi indikator penting kesehatan janin.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan anak sejak dini, dr. Ronald mengingatkan bahwa pemeriksaan kehamilan rutin bukan hanya bertujuan memantau pertumbuhan janin, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk mendeteksi berbagai kelainan bawaan yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan.
“Tujuan utama kami bukan sekadar melakukan operasi. Yang paling penting adalah menjaga fungsi ginjal anak tetap optimal sepanjang hidupnya. Dengan deteksi dini, monitoring yang tepat, dan kolaborasi multidisiplin, banyak anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari komplikasi serius di kemudian hari,” tutup dr. Ronald.
– selesai –
Tentang Primaya Hospital Group
Primaya Hospital Group (PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk; IDX: PRAY) adalah jaringan rumah sakit yang mengusung standar pelayanan PRIMA – Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, dan Asertif – dengan komitmen utama pada mutu dan keselamatan pasien. Primaya menghadirkan solusi layanan kesehatan yang aman dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk Warga Negara Asing (WNA), dengan dukungan teknologi medis terkini dan tenaga profesional berstandar tinggi. Primaya Hospital melayani pasien dengan berbagai skema pembiayaan, mulai dari asuransi swasta, perusahaan, pasien umum hingga BPJS Kesehatan, untuk memastikan akses layanan yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga kini, Primaya telah mengoperasikan 20 rumah sakit dan 10 unit usaha yang tersebar di berbagai kota strategis di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Karawang, Bandung, Sukabumi, Semarang, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Makassar dan Sorowako.
Primaya Hospital terus memperkuat layanan melalui pengembangan Centers of Excellence (Layanan Unggulan), yang mencakup Heart & Vascular Center, Cancer Center, Sport Clinic & Orthopedic Center, Urology & Nephrology Center, Brain & Neuro Center, Diabetes Melitus & Metabolic Center, Women & Child Center serta Gastroentero Hepatology Center. Seluruh rumah sakit kami dilengkapi dengan fasilitas penunjang modern, seperti IGD 24 jam, radiologi, laboratorium, farmasi, ruang poliklinik, ruang laktasi, ATM center, musholla, akses WiFi, area edukasi pasien, kantin keluarga pasien, serta area parkir yang luas, untuk menghadirkan pengalaman layanan kesehatan yang aman, nyaman, berlandaskan kepedulian.
Primaya Hospital juga telah dipercaya oleh lebih dari 50 perusahaan asuransi dan menjadi jaringan Preferred Hospital bagi berbagai perusahaan asuransi terkemuka, seperti Prudential, Allianz, AIA, Manulife, MSIG, BCA Life, Panin Dai-ichi Life, hingga Yakes Pertamina.
Untuk semakin memudahkan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, Primaya Hospital Group menyediakan layanan Online Booking yang dapat di akses pada https://primayahospital.com/buat-janji/, Sasya (AI Chatbot) berbasis website, chatbot Whatsapp 082288889702 atau unduh aplikasi Primaya di Appstore ataupun Google Play Store. Pada platform digital tersebut pasien juga dapat melihat jadwal dokter yang dibutuhkan. Dan untuk layanan cepat dan mudah diakses kapanpun dimanapun dapat menghubungi Primaya contact center di nomor 1 500 007.
Share to :Copyright ©2026 - Primaya Hospital. All right reserved