• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Harapan Baru bagi Pasien Kebocoran Katup Jantung Berisiko Tinggi

Teknologi minimal invasif menjadi alternatif bagi pasien yang sebelumnya hanya memiliki pilihan operasi jantung terbuka

MitraClip

Keterangan foto (dari kiri ke kanan): dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua, Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dan Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia, saat memberikan keterangan kepada media dalam press conference “Live Case: A New Milestone in Cardiac Innovation – The First MitraClip Procedure at Primaya Hospital” di Primaya Hospital Kelapa Gading, Sabtu (27/6).

Jakarta, 27 Juni 2026 – Primaya Hospital Kelapa Gading kembali memperkuat layanan Cardiac & Vascular Center dengan menghadirkan MitraClip, terapi minimal invasif untuk menangani kebocoran katup jantung (mitral regurgitation/MR) pada pasien yang berisiko tinggi menjalani operasi jantung terbuka. Kehadiran layanan ini ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan prosedur MitraClip perdana di Primaya Hospital Group melalui kegiatan Live Case: A New Milestone in Cardiac Innovation – The First MitraClip Procedure at Primaya Hospital.

 Kehadiran MitraClip menjadi semakin relevan mengingat kebocoran katup mitral merupakan salah satu penyebab gagal jantung yang dapat menurunkan kualitas hidup sekaligus meningkatkan risiko kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Studi menunjukkan prevalensi mitral regurgitation sedang mencapai 6,3% dan kasus berat sekitar 1,7%, dengan angka kematian dalam lima tahun yang dapat mencapai 68% pada pasien dengan kebocoran katup berat. Risiko kematian juga meningkat hingga 2,36 kali lipat dibandingkan individu tanpa kelainan tersebut.

Sayangnya, banyak pasien baru datang ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Gejala seperti sesak napas, cepat lelah, atau bengkak pada tungkai kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan atau kelelahan biasa, sehingga kesempatan memperoleh penanganan yang lebih optimal menjadi terlewat.

Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia Primaya Hospital Kelapa Gading sekaligus salah satu pengurus Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), menjelaskan bahwa keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama dalam penanganan kebocoran katup jantung di Indonesia.

MitraClip

Keterangan foto: Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia, memberikan pemaparan terkait kebocoran katup jantung atau mitral di Primaya Hospital Kelapa Gading, Sabtu (27/6).

“Banyak pasien datang ketika keluhan sudah berat, padahal gejala bukanlah penentu utama kapan tindakan harus dilakukan. Ketika pasien mulai mengalami sesak saat beraktivitas, mudah lelah, atau kaki mulai bengkak, sebaiknya segera memeriksakan diri. Semakin dini kebocoran katup diketahui, semakin besar peluang memberikan terapi yang optimal sebelum fungsi jantung mengalami penurunan,” jelas Prof. Yoga.

Pada kesempatan tersebut, tim dokter Primaya Hospital Kelapa Gading menangani pasien berusia 72 tahun dengan kebocoran katup mitral berat yang telah berulang kali mengalami gagal jantung serta memiliki kemampuan pompa jantung hanya sekitar 25 persen. Kondisi tersebut membuat risiko operasi jantung terbuka menjadi sangat tinggi sehingga MitraClip dipilih sebagai alternatif terapi yang lebih aman.

Keterangan foto: Ilustrasi teknologi MitraClip, inovasi terapi minimal invasif yang memberikan alternatif penanganan bagi pasien kebocoran katup jantung

MitraClip merupakan prosedur berbasis kateter yang dilakukan melalui pembuluh darah di lipat paha tanpa perlu membuka dada. Alat berbentuk clip dipasang untuk menyatukan bagian katup mitral yang bocor sehingga aliran darah kembali lebih optimal. Dibandingkan operasi konvensional, prosedur ini menawarkan risiko yang lebih rendah, waktu tindakan yang relatif singkat, lama rawat inap sekitar 2–3 hari, serta memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Menurut Prof. Yoga, MitraClip menjadi harapan baru terutama bagi pasien dengan functional mitral regurgitation, yaitu kebocoran katup yang terjadi akibat gangguan fungsi jantung dan bukan karena kerusakan struktur katup. Kelompok pasien ini sebelumnya memiliki pilihan terapi yang terbatas karena tingginya risiko menjalani operasi jantung terbuka.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua, mengatakan bahwa kehadiran MitraClip merupakan bagian dari strategi rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung struktural berstandar internasional di Indonesia.

“Hadirnya MitraClip menambah kapabilitas Cardiac & Vascular Center Primaya Hospital Kelapa Gading dalam memberikan layanan jantung yang komprehensif, mulai dari diagnosis yang akurat hingga tindakan intervensi yang kompleks. Didukung Cathlab modern, tim multidisiplin, serta dokter-dokter berpengalaman, kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat memperoleh terapi jantung berteknologi tinggi tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri,” ujar dr. Ferry.

Pelaksanaan prosedur MitraClip perdana ini juga melibatkan kolaborasi dengan pakar jantung struktural dari Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Thailand, sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan penguatan kompetensi dalam pengembangan layanan jantung modern di Indonesia.

Melalui penguatan layanan ini, Primaya Hospital Kelapa Gading menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi medis yang memberikan manfaat nyata bagi pasien, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat layanan jantung modern dengan pendekatan minimal invasif dan berstandar internasional di Indonesia.

 – selesai –

 

Tentang Primaya Hospital Group

Primaya Hospital Group (PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk; IDX: PRAY) adalah jaringan rumah sakit yang mengusung standar pelayanan PRIMA – Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, dan Asertif – dengan komitmen utama pada mutu dan keselamatan pasien. Primaya menghadirkan solusi layanan kesehatan yang aman dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk Warga Negara Asing (WNA), dengan dukungan teknologi medis terkini dan tenaga profesional berstandar tinggi. Primaya Hospital melayani pasien dengan berbagai skema pembiayaan, mulai dari asuransi swasta, perusahaan, pasien umum hingga BPJS Kesehatan, untuk memastikan akses layanan yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga kini, Primaya telah mengoperasikan 20 rumah sakit dan 10 unit usaha yang tersebar di berbagai kota strategis di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Karawang, Bandung, Sukabumi, Semarang, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Makassar dan Sorowako.

Primaya Hospital terus memperkuat layanan melalui pengembangan Centers of Excellence (Layanan Unggulan), yang mencakup Heart & Vascular Center, Cancer Center, Sport Clinic & Orthopedic Center, Urology & Nephrology Center, Brain & Neuro Center, Diabetes Melitus & Metabolic Center, Women & Child Center serta Gastroentero Hepatology Center. Seluruh rumah sakit kami dilengkapi dengan fasilitas penunjang modern, seperti IGD 24 jam, radiologi, laboratorium, farmasi, ruang poliklinik, ruang laktasi, ATM center, musholla, akses WiFi, area edukasi pasien, kantin keluarga pasien, serta area parkir yang luas, untuk menghadirkan pengalaman layanan kesehatan yang aman, nyaman, berlandaskan kepedulian.

Primaya Hospital juga telah dipercaya oleh lebih dari 50 perusahaan asuransi dan menjadi jaringan Preferred Hospital bagi berbagai perusahaan asuransi terkemuka, seperti Prudential, Allianz, AIA, Manulife, MSIG, BCA Life, Panin Dai-ichi Life, hingga Yakes Pertamina.

Untuk semakin memudahkan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, Primaya Hospital Group menyediakan layanan Online Booking yang dapat di akses pada https://primayahospital.com/buat-janji/, Sasya (AI Chatbot) berbasis website, chatbot Whatsapp 082288889702 atau unduh aplikasi Primaya di Appstore ataupun Google Play Store. Pada platform digital tersebut pasien juga dapat melihat jadwal dokter yang dibutuhkan. Dan untuk layanan cepat dan mudah diakses kapanpun dimanapun dapat menghubungi Primaya contact center di nomor 1 500 007.

 

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below