Teknologi 3D mapping tanpa X-Ray memungkinkan tindakan aritmia lebih aman, presisi, minimal invasif, dan membuka akses layanan jantung advanced tanpa perlu ke luar negeri
Keterangan foto: Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Prof. Yenn-Jiang Lin, MD, PhD, dan dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA saat live case tindakan pertama.
Jakarta, 9 Mei 2026 – Primaya Hospital Kelapa Gading secara berkelanjutan memperluas layanan Cardiac & Vascular Center dengan menghadirkan teknologi ablasi jantung tanpa radiasi (non-fluoroscopic cardiac ablation), inovasi penanganan gangguan irama jantung (aritmia) menggunakan sistem 3D electro-anatomical mapping tanpa ketergantungan pada paparan X-Ray. Teknologi ini memungkinkan dokter memetakan anatomi dan jalur listrik jantung secara real-time sehingga tindakan dapat dilakukan lebih presisi, minimal invasif, dan lebih aman bagi pasien maupun tenaga medis.
Teknologi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan “Live Case – Hands on Non Fluoroscopic Ablation Course” yang menghadirkan tim dokter spesialis jantung Primaya Hospital Kelapa Gading, yaitu Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA; dr. Budi Ario Tejo, Sp.JP(K), FIHA; dan dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp.JP(K), FIHA. Kegiatan ini dibuka oleh dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang sekaligus perwakilan dari Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) serta berkolaborasi dengan Prof. Yenn-Jiang Lin, MD, PhD, Direktur Departemen Penyakit Dalam Taichung Veterans General Hospital sekaligus Profesor Fakultas Kedokteran National Yang-Ming University, Taiwan.
Keterangan foto: dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang sekaligus perwakilan dari Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) sedang memberikan sambutan pada acara “Live Case – Hands on Non Fluoroscopic Ablation Course”
Pada sambutannya dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung program pengembangan kompetensi dan kolaborasi ilmiah seperti ini. “Perkembangan teknologi penanganan aritmia bergerak sangat cepat, sehingga kolaborasi antar dokter, rumah sakit, dan pakar internasional menjadi penting untuk memperluas pengetahuan serta meningkatkan kualitas layanan bagi pasien di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang sangat baik untuk menghadirkan penanganan aritmia yang semakin aman, presisi, dan berstandar internasional,” ujarnya.
Keterangan foto (dari kiri ke kanan): dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua, Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading dan Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, memberikan penjelasan terkait Atrial Fibrilasi (AF) di sela acara “Live Case – Hands on Non Fluoroscopic Ablation Course”.
Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia serta salah satu pengurus Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), menjelaskan bahwa Atrial Fibrilasi (AF) merupakan salah satu gangguan irama jantung yang kini menjadi masalah kesehatan global karena angka kejadiannya yang terus meningkat. Di kawasan Asia Pasifik, diperkirakan terdapat sekitar 50 juta penderita AF, sementara di Indonesia jumlahnya mencapai 3–5 juta orang. Kondisi ini juga sering kali tidak terdeteksi karena sekitar 56% pasien AF bersifat asimtomatik, bahkan hampir 60% pasien tanpa gejala atau baru mengetahui kondisinya setelah mengalami stroke.
“Keluhan jantung berdebar sering dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Jika keluhan muncul berulang, sebaiknya segera diperiksakan. Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi sangat penting, terutama pada kelompok golden age atau 40–60 tahun,” jelasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa perkembangan terapi aritmia saat ini terus bergerak menuju pendekatan yang lebih aman dan presisi. “Teknologi terbaru seperti Non-fluoroscopic Ablation dan Pulse Field Ablation memungkinkan tindakan ablasi dilakukan dengan safety profile yang lebih baik sekaligus mengurangi paparan radiasi bagi pasien maupun tenaga medis. Risiko komplikasi berat pada tindakan ablasi juga sangat rendah, yaitu kurang dari 0,2 persen. Kini, layanan terapi jantung advanced tersebut sudah dapat dilakukan di Primaya Hospital Kelapa Gading”, tambahnya.
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua menegaskan bahwa penguatan layanan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung modern yang komprehensif dan berstandar internasional. “Live case ini bukan hanya menunjukkan teknologi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Cardiac & Vascular Center di Primaya Hospital Kelapa Gading telah memiliki layanan jantung modern paripurna seperti Angioplasti, PCI, CABG, Ablasi. Ke depan kami ingin terus mengembangkan agar masyarakat mendapatkan akses layanan jantung advanced yang lebih aman, presisi, dan terintegrasi tanpa harus ke luar negeri,” tutupnya.
Melalui penguatan layanan ini, Primaya Hospital Group terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan jantung modern yang menghadirkan teknologi medis terkini, keunggulan klinis, serta pendekatan patient-first yang dijalankan dengan ketulusan hati.
– selesai –
Tentang Primaya Hospital Group
Primaya Hospital Group (PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk; IDX: PRAY) adalah jaringan rumah sakit yang mengusung standar pelayanan PRIMA – Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, dan Asertif – dengan komitmen utama pada mutu dan keselamatan pasien. Primaya menghadirkan solusi layanan kesehatan yang aman dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk Warga Negara Asing (WNA), dengan dukungan teknologi medis terkini dan tenaga profesional berstandar tinggi. Primaya Hospital melayani pasien dengan berbagai skema pembiayaan, mulai dari asuransi swasta, perusahaan, pasien umum hingga BPJS Kesehatan, untuk memastikan akses layanan yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga kini, Primaya telah mengoperasikan 20 rumah sakit dan 10 unit usaha yang tersebar di berbagai kota strategis di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Karawang, Bandung, Sukabumi, Semarang, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Makassar dan Sorowako.
Primaya Hospital terus memperkuat layanan melalui pengembangan Centers of Excellence (Layanan Unggulan), yang mencakup Heart & Vascular Center, Cancer Center, Sport & Orthopedic Center, Urology & Nephrology Center, Brain Center, Diabetes Melitus & Metabolic Center Women & Child Center serta Gastroentero Hepatology Center. Seluruh rumah sakit kami dilengkapi dengan fasilitas penunjang modern, seperti IGD 24 jam, radiologi, laboratorium, farmasi, ruang poliklinik yang nyaman, ruang laktasi, ATM center, musholla, akses WiFi, area edukasi pasien, kantin keluarga pasien, serta area parkir yang luas, untuk menghadirkan pengalaman layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan bermakna.
Untuk semakin memudahkan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, Primaya Hospital Group menyediakan layanan Online Booking yang dapat di akses pada https://primayahospital.com/buat-janji/, chatbot di nomor Whatsapp 082288889702 atau unduh aplikasi Primaya di Appstore ataupun Google Play Store. Pada platform digital tersebut pasien juga dapat melihat jadwal dokter yang dibutuhkan. Dan untuk layanan cepat dan mudah diakses kapanpun dimanapun dapat menghubungi Primaya contact center di nomor 1 500 007.
Kontak Media:
Dini Muharani
Head of PR & Marcom Primaya Hospital Group
Email: dini.muharani@primayahospital.com
Share to :
Copyright ©2026 - Primaya Hospital. All right reserved