• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Oto Accoustic Emission (OAE)

teknologi oto accoustic emission (OAE) Primaya Hospital

Tes Oto Acoustic Emission (OAE) adalah metode diagnostik yang sensitif dan spesifik untuk menilai fungsi pendengaran pada bayi baru lahir dan anak-anak. Adapun Oto Acoustic Emission (OAE) adalah sinyal akustik samar yang terpancar dari sel rambut luar di koklea di bagian dalam telinga sebagai respons terhadap suatu stimulus. Dokter menggunakan Oto Acoustic Emission (OAE) untuk mengevaluasi kondisi bagian dalam telinga dan sel pendengaran dengan akurasi tertentu.

Jika bayi lolos uji Oto Acoustic Emission (OAE) dan tak memiliki faktor risiko, dokter akan melakukan tes diagnostik pendengaran lanjutan pada usia 1-3 tahun. Sedangkan jika uji Oto Acoustic Emission (OAE) mendapati bayi tersebut mengalami tuli saraf, dokter dapat segera menjalankan prosedur rehabilitasi pendengaran. Rehabilitasi bisa dilakukan dengan memasang alat bantu dengar atau menggunakan implan koklea selambatnya saat bayi berusia 6 bulan .

 

Siapa Saja yang Memerlukan Tes Pendengaran (OAE)

Tes Oto Acoustic Emission (OAE) umumnya dilakukan sebagai metode deteksi dini (screening) pada bayi yang baru lahir. Namun, tes ini lebih penting bagi bayi dengan faktor risiko gangguan pendengaran. Penyebab gangguan pendengaran pada bayi beragam. Pada masa kehamilan, misalnya, seorang ibu hamil bisa mengalami infeksi toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex (TORCH) yang dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Riwayat keluarga yang mengalami tuli saraf dari lahir juga dapat menjadi faktor risiko. Selain itu, infeksi otak atau kelainan anatomi bisa menjadi alasan dokter menyarankan tes OAE terhadap bayi baru lahir.

 

Mengapa Butuh Tes Oto Acoustic Emission (OAE)?

Dokter tidak dapat mengetahui adanya masalah pendengaran pada bayi baru lahir secara manual. Oleh karena itu, dokter akan menggunakan alat tes Oto Acoustic Emission (OAE) untuk menguji pendengaran bayi. Ketika terdapat masalah pendengaran, ada potensi bayi mengalami gangguan bicara dan berbahasa, kognitif, serta sosial dan emosional seiring dengan bertambahnya usia.

Periode penting bagi perkembangan kemampuan pendengaran serta bicara bayi bermula pada 6 bulan pertama kehidupan hingga berumur 2 tahun. Adapun deteksi dini gangguan pendengaran paling awal bisa dilakukan sesaat setelah bayi lahir dan selambatnya saat bayi berusia 1 bulan. Dokter akan menggunakan hasil deteksi itu sebagai bahan diagnosis dalam pemeriksaan lanjutan ketika usia bayi 3 bulan.

 

Pelaksanaan Tes Oto Acoustic Emission (OAE)?

Dokter yang menangani tes Oto Acoustic Emission (OAE) adalah dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan). Dalam pemeriksaan ini, Dokter Spesialis THT akan memasukkan alat periksa berujung lunak ke lubang telinga. Kemudian, sang bayi akan diperdengarkan bunyi klik untuk menilai respons getaran rambut luar di telinga bagian dalam. Mesin OAE lantas akan merekam respons itu dan dokter pemeriksa akan menilai hasilnya untuk melihat apakah ada gangguan pendengaran atau tidak. Proses tes Oto Acoustic Emission (OAE) berlangsung singkat dan tak menimbulkan rasa sakit. Bila bayi tenang, prosedur biasanya selesai dalam 20-30 detik. Namun, tes bisa berlangsung lebih lama hingga lebih dari 5 menit bila bayi banyak bergerak.

 

Tindak Lanjut Setelah Tes Oto Acoustic Emission (OAE)

Tes Oto Acoustic Emission (OAE) adalah metode screening awal pada bayi. Metode lain adalah Brain Evoked Response Auditory (BERA). Setelah dua pemeriksaan itu, bayi usia 3 bulan sebaiknya menjalani pemeriksaan lanjutan (jika diperlukan), seperti pemeriksaan otoskopi untuk mengecek telinga bagian luar, uji timpanometri untuk memeriksa telinga tengah, serta pemeriksaan ulang Oto Acoustic Emission (OAE) untuk pemeriksaan saraf telinga dan Brain Evoked Response Auditory untuk saraf pusat pendengaran di otak.

Jika hasil semua pemeriksaan itu menunjukkan nilai normal, sang bayi tetap perlu pemantauan perkembangan kemampuan bicara anak serta fungsi pendengaran setiap 3-6 bulan hingga usianya 3 tahun. Sedangkanm jika hasil pemeriksaan abnormal, dokter akan merekomendasikan pengecekan BERA tone burst atau auditory steady-state response dan typanometri high frequency. Bila ditemukan masalah tuli saraf, anak sebaiknya menjalani rehabilitasi pendengaran sesegera mungkin dengan pemasangan alat bantu dengar atau implan koklea maksimal pada usia 6 bulan.

 

Tes Oto Acoustic Emission (OAE) di Primaya Hospital

Bayi baru lahir dapat segera menjalani tes Oto Acoustic Emission (OAE) di Primaya Hospital sesuai dengan kebutuhan. Primaya Hospital memiliki tim medis berpengalaman dengan kompetensi tinggi serta didukung teknologi terkini. Konsultasikan masalah pendengaran anak Anda dengan dokter spesialis THT di Primaya Hospital yang siap melayani dan berdedikasi penuh demi perkembangan anak di masa mendatang.

Tersedia di :
Primaya Hospital Tangerang Primaya Hospital Bekasi Barat Primaya Evasari Hospital Primaya Hospital Bekasi Timur

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.