Diare pada balita adalah kondisi buang air besar encer lebih dari 3 kali sehari yang menjadi penyebab utama malnutrisi dan kematian anak di bawah 5 tahun. Di Indonesia, diare masih menyebabkan ratusan ribu kasus setiap tahun, terutama di musim hujan karena infeksi virus atau bakteri mudah menyebar.
Banyak orang tua panik dan langsung beri obat antidiare atau antibiotik tanpa resep, padahal sebagian besar diare akut pada balita disebabkan virus rotavirus dan sembuh sendiri dengan rehidrasi tepat. Penyebab utama seperti rotavirus, E. coli, atau parasit sering dari air/food tercemar atau sanitasi buruk. Solusi utama adalah oralit atau zinc untuk cegah dehidrasi dan percepat pemulihan hingga 50 persen. Tanda dehidrasi seperti mata cekung atau urin sedikit harus diwaspadai karena bisa fatal jika terlambat. Dengan pencegahan seperti vaksin rotavirus, cuci tangan, dan MPASI higienis, diare balita bisa dikurangi signifikan.
Artikel ini membahas mendalam penyebab diare balita, gejala normal vs dehidrasi berat, cara diagnosis akurat, solusi rumah efektif oralit zinc, pengobatan medis jika infeksi bakteri, komplikasi berbahaya, pencegahan sehari-hari, tips praktis atasi diare, serta kapan harus segera ke dokter agar diare balita tertangani cepat dan anak pulih tanpa komplikasi.
Mengenal Diare pada Balita
Berdasarkan durasi terjadinya, dokter membagi diare menjadi tiga kategori utama untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat:
Diare Akut: Berlangsung kurang dari 14 hari. Mayoritas disebabkan oleh infeksi virus (seperti Rotavirus) dan biasanya sembuh sendiri dengan hidrasi yang baik. Diare ini paling sering menyerang anak usia 6โ24 bulan saat mereka mulai aktif mengeksplorasi lingkungan dan memasukkan benda ke mulut.
Diare Persisten: Diare yang berlangsung antara 14 hari hingga 1 bulan. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan masalah penyerapan nutrisi (malabsorpsi) atau infeksi bakteri yang lebih berat.
Diare Kronis: Berlangsung lebih dari 1 bulan. Biasanya merupakan gejala dari penyakit yang lebih kompleks, seperti alergi makanan berat, penyakit peradangan usus, atau gangguan metabolisme.
Mengapa Diare Berbahaya?
Bahaya utama diare bukan pada frekuensi BAB-nya, melainkan pada kehilangan cairan dan elektrolit yang sangat cepat. Balita memiliki cadangan cairan tubuh yang lebih sedikit dibanding orang dewasa, sehingga mereka jauh lebih cepat jatuh ke kondisi dehidrasi yang dapat mengancam nyawa.Menurut World Health Organization 2024, diare bunuh 525.000 anak <5 tahun/tahun global.
Diare virus rotavirus dominan balita.
Gejala Normal vs Bahaya Diare Balita
Diare sering kali datang bersamaan dengan gejala lain. Kunci utama dalam merawat balita yang sedang diare adalah membedakan antara gejala infeksi saluran cerna biasa dengan tanda-tanda dehidrasi yang mengancam nyawa.
Gejala Normal (Masih Bisa Ditangani di Rumah): Pada tahap ini, tubuh anak masih mampu mengimbangi cairan yang keluar. Fokus utama Anda adalah mengganti cairan setiap kali anak BAB/muntah.
- Tinja Encer: Konsistensi feses menjadi cair, mungkin berampas, namun tidak disertai darah yang banyak.
- Demam Ringan: Suhu tubuh berkisar 37,5โCโ38,5โC sebagai respons imun melawan virus.
- Muntah: Terjadi sesekali (1-2 kali sehari). Selama anak masih bisa menerima asupan cairan sedikit demi sedikit, kondisi masih aman.
- Nafsu Makan Turun: Anak mungkin menolak makan nasi, namun biasanya masih mau menyusu atau minum air/oralit.
Gejala Dehidrasi Bahaya (Segera ke Rumah Sakit): Dehidrasi pada balita bisa berkembang sangat cepat. Dehidrasi berat dapat berakibat fatal hanya dalam hitungan jam jika volume darah menurun drastis (syok hipovolemik). Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda berikut:
- Mata Cekung: Mata terlihat mendalam dan anak jarang mengeluarkan air mata saat menangis.
- Mulut dan Bibir Kering: Area mulut tampak kering pecah-pecah dan lidah terlihat kasar atau kering.
- Urine Sedikit: Popok tetap kering selama lebih dari 6 jam atau urine yang keluar berwarna kuning sangat pekat (tanda ginjal berusaha menghemat air).
- Lemas Berat (Letargi): Anak tampak sangat mengantuk, sulit dibangunkan, atau sangat lunglai. Sebaliknya, anak yang sangat rewel dan haus secara berlebihan juga merupakan tanda dehidrasi sedang.
- Kulit Lambat Kembali Saat Dicubit: Jika Anda mencubit perlahan kulit di area perut, kulit membutuhkan waktu lebih dari 2 detik untuk kembali ke posisi semula (tanda elastisitas kulit menurun drastis).
Peringatan Medis: Jika diare disertai dengan muntah yang terus-menerus (anak tidak bisa masuk cairan sama sekali) atau feses disertai darah (disentri), jangan menunggu tanda dehidrasi muncul. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penyebab Diare pada Balita
Penyebab infeksi:
- Rotavirus
- Norovirus
- E. coli
- Salmonella
- Giardia
Penyebab non-infeksi:
- Alergi makanan
- MPASI dini
- Antibiotik
Faktor risiko: sanitasi buruk, air tidak bersih, kurang ASI.
Cara Dokter Mendiagnosis Diare Balita
Diagnosis:
- Anamnesis gejala
- Pemeriksaan dehidrasi
- Tinja kultur/parasit
- Tes rotavirus
Diagnosis klinis cukup mayoritas.
Solusi atau Penanganan Diare Balita di Rumah
Solusi utama:
- Oralit WHO dosis tepat
- Zinc 20 mg/hari 10โ14 hari
- ASI/MPASI lanjut
- Hidrasi sering
Penanganan rumah cegah dehidrasi.
Pengobatan Medis Diare Balita
Pengobatan:
- Antibiotik hanya bakteri
- Antiparasit
- Infus dehidrasi berat
Hindari antidiare rutin.
Komplikasi Diare pada Balita
Komplikasi:
- Dehidrasi berat
- Malnutrisi
- Gangguan ginjal
- Sepsis
Diare kronis sebabkan stunting.
Pencegahan Diare pada Balita
Pencegahan:
- Vaksin rotavirus
- Cuci tangan sabun
- Air bersih masak
- ASI eksklusif
- Sanitasi baik
Pencegahan kurangi diare 50 persen.
Tips Praktis Atasi Diare Balita
Tips:
- Oralit sendok kecil sering
- Makanan BRAT (pisang, nasi, apel, roti)
- Probiotik yogurt
- Istirahat cukup
- Pantau tinja urin
Tips dukung pemulihan cepat.
Kapan Harus ke Dokter
Segera ke dokter jika:
- Dehidrasi tanda
- Darah tinja
- Demam tinggi
- Diare >7 hari
- Bayi <6 bulan
Rawat inap dehidrasi berat.
Informasi lengkap diare balita dapat dibaca pada artikel layanan anak dan layanan penyakit dalam dari Primaya Hospital.
Tangani Diare Balita Cepat
Diare pada balita dengan penyebab infeksi dan solusi oralit zinc bisa pulih cepat tanpa komplikasi. Dengan pencegahan, tips rumah, dan respons gejala di atas, orang tua bisa lindungi anak. Mulai hari ini: vaksin rotavirus, cuci tangan, oralit siap, dan pantau dehidrasi. Ingat: diare balita bisa fatal jika dehidrasi โ tangani dini untuk anak sehat kembali!
Ditangani oleh:
dr. Alogo Octavianus Karuban, Sp. A
Spesialis Anak
Primaya Hospital Betang Pambelum
Referensi:
- Diarrhoeal Disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease. Diakses pada 29 Desember 2025.
- Diarrhea in Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/abdominal/Pages/Diarrhea.aspx. Diakses pada 29 Desember 2025.
- Pedoman Penanganan Diare pada Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pencernaan/pedoman-diare-anak. Diakses pada 29 Desember 2025.
- Panduan Kesehatan Anak. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-publik/Pedoman-Kesehatan-Anak-2023.pdf. Diakses pada 29 Desember 2025.



