• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengenal Pneumonia: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Mengenal Pneumonia

Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang kerap tak disadari. Penyakit ini bisa diatasi dan dicegah dengan berbagai cara, tapi tingkat kematian pasiennya tergolong tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia bertanggung jawab atas 14 persen kematian anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Artikel ini akan menguraikan gejala, penyebab, dan pencegahan penyakit yang sering disebut paru-paru basah ini.

Apa Itu Pneumonia?

Pneumonia adalah peradangan akut pada kantong-kantong udara kecil di paru-paru yang disebut alveoli. Dalam percakapan sehari-hari, kita mungkin lebih akrab dengan istilah paru-paru basah. Istilah ini kerap dihubungkan dengan mitos seperti kerap keluar malam tanpa jaket atau tidur di lantai yang lembap. Namun, menurut medis, kondisi itu sebenarnya mengacu pada pneumonia.

Dalam kondisi normal, alveoli mengembang dan mengempis dengan lancar untuk menyerap oksigen dari udara yang dihirup dan melepaskan karbon dioksida. Tapi, saat terjadi pneumonia, kantong-kantong yang semestinya berisi udara ini justru penuh dengan cairan atau nanah karena peradangan. Itulah kenapa istilah paru-paru basah lekat dengan kondisi ini. Akibat tumpukan cairan itu, proses pertukaran gas dalam pernapasan menjadi terhambat sehingga terjadi sesak napas dan mengganggu suplai oksigen ke seluruh tubuh.

Peradangan akut pada alveoli dalam kasus pneumonia bisa terjadi karena sejumlah hal, terutama infeksi bakteri, virus, atau jamur. American Lung Associationย menjelaskan, pneumonia adalah penyebab utama rawat inap di rumah sakit baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Orang yang paling berisiko mengalaminya adalah bayi dan anak-anak, lansia berusia 65 tahun ke atas, serta orang dengan kondisi medis kronis dan sistem imun yang lemah.

Gejala Pneumonia

Selain paru-paru basah, pneumonia kerap dikaitkan dengan istilah paru-paru kotor. Sebab, orang awam menduga ada gejala paru-paru kotor pada penderita pneumonia yang tampak dari batuk yang kadang disertai dahak kental dan bahkan darah. Namun anggapan ini tidak sepenuhnya tepat.

Gejala pneumonia yang utama dan khas memang batuk. Namun adanya dahak berwarna kehijauan atau kuning bukan berarti menandakan gejala paru-paru kotor karena polusi. Dahak ini adalah campuran sel imun, kuman, dan cairan yang menumpuk di dalam paru-paru.

Kemunculan dahak disebabkan oleh respons sistem imun tubuh terhadap infeksi. Saat kuman penyebab pneumonia menyerang paru-paru, tubuh mengirim sel darah putih untuk melawannya. Sel ini melepaskan enzim yang mengandung zat besi dan membuat dahak atau lendir di paru-paru berwarna kehijauan. Makin parah infeksi, makin banyak sel darah putih yang dikirim untuk mengeluarkan penyebab infeksi dari tubuh melalui mekanisme batuk berdahak.

Selain batuk, gejala pneumonia yang umum meliputi:

  • Demam hingga lebih dari 38 derajat Celsius, berkeringat, dan menggigil yang muncul sebagai respons tubuh terhadap infeksi
  • Sesak napas (dispnea) atau sulit menarik napas dalam-dalam atau napas menjadi cepat dan pendek, bahkan saat sedang beristirahat
  • Nyeri dada tajam yang menusuk, terutama saat batuk atau menarik napas dalam-dalam, yang kerap menandakan bahwa peradangan telah mencapai selaput lapisan paru-paru atau pleura.
Baca Juga:  Seputar Ruam Popok Pada Bayi dan Anak

Gejala lain yang kadang dilaporkan termasuk:

  • Kelelahan ekstrem karena tubuh menghabiskan banyak energi untuk melawan infeksi
  • Kebingungan atau perubahan kesadaran karena penurunan kadar oksigen yang mempengaruhi fungsi otak
  • Gejala pencernaan seperti mual, muntah, atau diare, terutama pada anak-anak
  • Napas yang sangat cepat atau terlihat tarikan pada dinding dada bagian bawah saat bernapas pada bayi

Penyebab Pneumonia

Terkait dengan istilah paru-paru-basah, pneumonia kerap dianggap terjadi karena paparan udara malam yang dingin atau lantai yang lembap, bahkan udara dingin dari penyejuk udara alias AC. Polusi udara juga disebut sebagai pemicu gejala paru-paru kotor. Namun itu bukanlah penyebab pneumonia berdasarkan riset. American Lung Associationย menyebutkan ada tiga penyebab umum pneumonia, yakni:

Bakteri

Bakteri adalah penyebab utama pneumonia, terutama pada orang dewasa, khususnya Streptococcus pneumoniaeย atau pneumokokus. Bakteri ini sebenarnya hidup secara normal di hidung dan tenggorokan banyak orang sehat dan tak menyebabkan masalah. Namun, ia bisa menjadi ganas dan menyerang paru-paru ketika sistem imun menurun, misalnya setelah terserang flu. Jenis bakteri lain yang menyebabkan pneumonia:

  • Haemophilus influenzae tipe b(Hib) yang dulu menjadi penyebab utama pneumonia dan meningitis pada anak sebelum ada program vaksinasi Hib.
  • Mycoplasma pneumoniaeyang sering menyebabkan pneumonia dengan gejala ringan hingga disebut “walking pneumonia” karena penderitanya masih bisa beraktivitas.

Virus

Virus yang bisa menyebabkan pneumonia antara lain:

  • Influenza: selain menyebabkan penyakit flu, virus ini dapat merusak lapisan saluran napas sehingga membuka jalan bagi infeksi bakteri
  • Respiratory syncytial virus(RSV): penyebab paling umum pneumonia pada bayi dan anak kecil di seluruh dunia.
  • Virus corona: termasuk SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang dapat menyebabkan peradangan paru-paru yang masif dan kerusakan jangka panjang.

Jamur

Pneumonia akibat infeksi jamur jarang terjadi pada orang dengan sistem imun yang sehat. Namun infeksi ini menjadi ancaman serius bagi individu dengan sistem imun yang tertekan, seperti penderita HIV/AIDS, pasien yang menjalani kemoterapi, atau penerima transplantasi organ. Contohnya jamur Pneumocystis jirovecii.

Selain tiga patogen itu, masuknya makanan, minuman, atau benda asing ke paru-paru bisa memicu infeksi hingga menyebabkan kondisi yang disebut pneumonia aspirasi.

Langkah Pencegahan Pneumonia

Pneumonia termasuk penyakit yang dapat dicegah. Adapun langkah pencegahan yang terbukti efektif meliputi:

Baca Juga:  Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Hingga Usia 2 Tahun

Vaksinasi

Ini cara paling efektif untuk mencegah beberapa jenis pneumonia yang paling umum dan berbahaya. Misalnya:

  • Vaksin pneumokokus (PCV)
  • Vaksin Influenza
  • Vaksin Hib dan Campak
  • Vaksin Covid-19

Beberapa vaksin itu menjadi bagian dari program imunisasi anak rutin yang direkomendasikan untuk mencegah berbagai penyakit menular, termasuk pneumonia alias paru-paru basah.

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Kuman seperti bakteri dan virus sering kali menyebar melalui tangan. Maka sebaiknya rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah pneumonia. Selain itu, agar penularan tak makin luas, terapkan etika batuk dan bersin dengan selalu menutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam ketika batuk atau bersin agar droplet atau percikan kuman tak terlontar ke udara dan memicu penularan.

Bergaya hidup sehat

Sistem imun yang kuat lewat gaya hidup sehat adalah kunci untuk melawan infeksi penyebab pneumonia. Maka sebaiknya:

  • Beraktivitas fisik secara teratur, termasuk olahraga
  • Tidak merokok agar paru-paru lebih sehat meski tak ada kaitan dengan istilah โ€œparu-paru kotorโ€ akibat asap rokok
  • Menerapkan pola makan bergizi seimbang
  • Memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada anak selama 6 bulan pertama bagi ibu menyusui
  • Beristirahat yang cukup dan mengelola stres karena kurang tidur dan stres kronis bisa menekan fungsi sistem imun
  • Mengelola penyakit kronis yang melemahkan imun jika ada, seperti diabetes dan HIV

Pneumonia bukan sekadar masalah istilah paru-paru basah ataupun paru-paru kotor yang berkaitan dengan mitos, melainkan infeksi serius yang membutuhkan penanganan tepat. Dengan memahami gejala, penyebab, dan langkah pencegahannya, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dari infeksi ini. Pastikan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan agar dapat diambil tindakan segera.

Narasumber:

dr. Ria Yoanita, Sp.A

Spesialis Anak

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below