Seputar Imunisasi Varisela pada Anak

Seputar Imunisasi Varisela pada Anak

Varisela atau cacar air adalah penyakit infeksi yang sangat menular melalui udara atau kontak langsung, dan disebabkan oleh virus Varisela-zooster.

Tingkat penyebaran varisela lebih tinggi di kawasan tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Meskipun gejalanya terbilang ringan pada anak dan dapat sembuh sendiri, ada risiko komplikasi yang mungkin muncul. Dampak infeksi varisela lebih parah pada remaja dan orang dewasa, terutama bila tak pernah menjalani imunisasi varisela. Komplikasi yang umum terjadi antara lain infeksi lesi kulit, pneumonia, gangguan sistem saraf, dan trombositopenia yang membuat rentan mengalami perdarahan.

Apa manfaat imunisasi varisela?

Di Amerika Serikat, sebelum ada vaksin varisela, terdapat sekitar 4 juta kasus varisela setiap tahun dengan pasien rawat inap 10.500 hingga 13.000 orang dengan angka kematian 100-150 orang. Setelah ada program imunisasi anak, angka infeksi varisela berkurang menjadi 500 ribu per tahun. Jumlah pasien rawat inap dan kematian pun berturut-turut turun hingga 4.000 dan 50 kasus.

Hal itu menandakan manfaat besar imunisasi varisela dalam melindungi masyarakat dari penyakit cacar air, contohnya anak lebih cepat sembuh bila terinfeksi dan namun risiko terjadinya komplikasi lebih berkurang. Namun yang patut menjadi perhatian adalah tetap ada kemungkinan terkena cacar air meskipun sudah menerima imunisasi.

Varisela adalah penyakit yang sangat mudah menular. Oleh karena itulah anak yang terkena cacar air harus berdiam di rumah hingga setidaknya sepekan guna mencegah penularan. Tanpa imunisasi varisela, anak lebih berisiko memicu penularan secara luas di lingkungan rumah dan sekolah.

 

Kapan waktu yang tepat memberikan Imunisasi Varisela?

Sesuai dengan rekomendasi jadwal imunisasi anak IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), imunisasi varisela dapat diberikan mulai usia 12 bulan sampai 18 bulan. Pada umur 1-2 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Usia 13 tahun atau lebih dengan interval 4 sampai 6 minggu.

 

Ditinjau oleh:

dr. Ria Yoanita SpA

Dokter Spesialis Anak

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:
Satari H., Hartoyo E. Varisela. Pedoman imunisasi di Indonesia Ed 6. 2017. h.334-9.
Soedjatmiko, Sitaresmi M., Rezeki S., Kartasasmita C., Ismoedijanto, et al. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun Rekomendasi IDAI Tahun 2020. Sari pediatri 2020;22(4):252-60.
Soedjatmiko, Tumbelaka A. Tanya jawab cacar air. 2013. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-cacar-air.

Bagikan ke :