• Emergency
  • 150 108

Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Pemerintah telah menerbitkan peraturan tentang program vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun. Peraturan itu dimuat di Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022. Berdasarkan instruksi tersebut, program vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun resmi dimulai pada 14 Desember 2021. Anak yang masuk kriteria usia itu sudah bisa daftar vaksin Covid-19 sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah masing-masing. 

 


Mengenal Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 telah hadir sejak tahun 2020 dengan beragam jenis dan merek. Indonesia hingga kini menggunakan setidaknya 11 vaksin yang telah mendapat izin penggunaan darurat emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Namun, sampai sebelum Inmendagri 66/2021 terbit, daftar vaksin ini hanya diperuntukkan bagi warga berusia 12 tahun ke atas.

Vaksin adalah bahan antigen yang dimanfaatkan untuk menghasilkan atau mengaktifkan imun tubuh terhadap penyakit tertentu. Vaksin bisa berasal dari virus atau bakteri penyebab penyakit yang sudah mati atau dilemahkan. Bisa pula virus hasil rekayasa genetika (viral vector), protein yang dibuat menyerupai protein alami pada virus, atau messenger RNA.

Keberadaan vaksin ini dalam tubuh manusia berfungsi untuk menetralkan virus atau kuman penyebab penyakit sebelum memasuki sel. Vaksin juga dapat mengenali dan menghancurkan sel yang telah terinfeksi sebelum berkembang. Kalaupun virus itu berhasil menginfeksi, vaksin bisa membuat sakit yang diderita jauh lebih ringan daripada orang yang tak divaksin.

Daftar vaksin Covid-19 terus bertambah panjang dari awalnya cuma diisi vaksin CoronaVac buatan Sinovac. Kini daftar itu berisi:

  • CoronaVac – Sinovac
  • CoronaVac – Bio Farma
  • AstraZeneca
  • Sinopharm
  • Moderna
  • Pfizer
  • Sputnik V
  • Janssen
  • Convidecia
  • Zifivax
  • Covovax

Tidak tertutup kemungkinan daftar vaksin Covid-19 ini terus bertambah seiring dengan hasil penelitian di berbagai negara, termasuk di Indonesia. BPOM sendiri telah menerbitkan EUA buat vaksin CoronaVac buatan Sinovac dan Bio Farma untuk program vaksinasi anak umur 6-11 tahun. 

 

Kriteria Anak yang Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Terdapat beberapa syarat atau kriteria bagi anak usia 6-11 tahun yang hendak menerima vaksin Covid-19. Syarat ini mencakup administrasi dan kesehatan. Ihwal syarat administrasi, anak itu mesti telah mempunyai nomor induk kependudukan (NIK) dan terdaftar di kartu keluarga. Sebab, NIK digunakan untuk proses daftar vaksin yang terkoneksi dengan data nasional.

Adapun kriteria kesehatan antara lain anak itu harus sesuai dengan ketentuan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang telah menerbitkan panduan mengenai program vaksinasi Covid-19 bagi anak.

Baca Juga:  Kiat Sukses ASI Eksklusif yang Wajib Bunda Ketahui

 

Daftar Vaksin untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Hingga saat ini, baru vaksin Sinovac yang dibolehkan untuk anak usia 6-11 tahun. Tapi Kementerian Kesehatan menyatakan akan menyiapkan setidaknya tiga jenis vaksin, yakni Sinovac, Pfizer, dan Sinopharm. Rencananya, vaksin Sinovac dikhususkan untuk program vaksinasi anak pada tahun 2022.

Anak yang telah memenuhi kriteria dapat daftar vaksin ke puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas layanan kesehatan lain yang sudah menyediakan vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun. Sekolah sebagai institusi pendidikan tempat menimba ilmu anak-anak juga bisa memfasilitasi vaksinasi Covid-19 bagi murid-muridnya dengan bantuan puskesmas setempat.

 

Manfaat Vaksinasi Untuk Anak Usia 6-11 Tahun

Bila sudah bisa daftar vaksin Covid-19, anak usia 6-11 tahun sangat disarankan untuk mengajukan diri. Sebab, manfaat vaksinasi bagi anak di tengah pandemi yang tak kunjung usai sangatlah besar. Manfaat itu antara lain:

  • Menambah rasa aman orang tua yang anaknya sudah mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas
  • Mencegah kemungkinan infeksi atau sakit parah karena rendahnya tingkat ketaatan anak dalam hal protokol kesehatan
  • Tidak memboroskan uang untuk membeli berbagai bahan suplemen yang mungkin tak diperlukan atau semestinya dikonsumsi dengan petunjuk dokter
  • Konvensi hak anak Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan anak berhak mendapat perlindungan atas sakit, cedera, dan pelbagai kekerasan

 

Hal yang Harus Diperhatikan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sejak tahap daftar vaksin hingga seusai vaksinasi. Di antaranya:

  • Pilih lokasi vaksinasi yang mudah dijangkau
  • Tak perlu mengonsumsi makanan atau minuman khusus, misalnya suplemen, sebelum anak mendapat vaksin
  • Anak tidak sedang sakit atau tak punya riwayat penyakit penyerta
  • Anak sudah cukup beristirahat sebelum vaksin dan sudah makan sarapan saat tiba di lokasi vaksinasi
  • Ada efek samping alias kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang mungkin terjadi, misalnya area tubuh yang disuntik terasa nyeri, berwarna kemerahan, dan membengkak. Selain itu, ada dampak berupa kelelahan/rasa kantuk, sakit kepala, demam, mual, hingga jatuh pingsan
Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Anak Pertama, Bunda Perlu Tahu

 

Apakah Anak Usia 6-11 Tahun Wajib Vaksin Covid?

Seperti dijelaskan sebelumnya, IDAI menerbitkan rekomendasi bagi anak yang hendak daftar vaksin Covid-19. Meski pemerintah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri, tetap ada pengecualian bagi anak dengan kondisi berikut ini menurut IDAI:

  • Memiliki penyakit autoimun tak terkendali
  • Mengidap sindrom Guillain Barre, acute demyelinating, myelitis transversa, dan encephalomyelitis
  • Sedang terserang kanker dan menjalani terapi
  • Demam 37,5 derajat Celsius atau lebih
  • Baru sembuh dari sakit Covid-19 kurang dari tiga bulan
  • Kurang dari 2 minggu sebelumnya mengikuti program imunisasi lain
  • Punya hipertensi, diabetes, dan penyakit kronis yang tak terkendali
  • Sedang menjalani pengobatan imunosupresan/sitostatika berat

 

Kapan Anak Usia 6-11 Tahun Bisa Mendapatkan Vaksinasi?

Pemerintah menyatakan anak usia 6-11 tahun sudah bisa daftar vaksin Covid-19 per 14 Desember 2021. Tapi ketentuan lebih lanjut merupakan kewenangan pemerintah daerah dengan mengacu pada angka vaksinasi di daerah tersebut. Jika laju vaksinasi belum memenuhi syarat, vaksin untuk anak usia 6-11 tahun di daerah itu belum bisa diberikan. Vaksin diprioritaskan bagi kalangan rentan dulu, terutama lansia.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Datangi dokter bila anak merasakan efek samping yang tak biasa pasca imunisasi. Umumnya, efek samping vaksinasi terasa hingga 2-3 hari setelah mendapat vaksin. Bila efek samping berlanjut, segera hubungi dokter.

 

Narasumber:

dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

IDAI Rekomendasikan Pemberian Vaksin COVID-19 Sinovac Pada Anak Usia 6 Tahun ke Atas. https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/idai-rekomendasikan-pemberian-vaksin-covid-19-sinovac-pada-anak-usia-6-tahun-ke-atas. Diakses 14 November 2021

Persetujuan Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6 – 11 Tahun. https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/628/Persetujuan-Penggunaan-Vaksin-Sinovac-untuk-Anak-Usia-6—–11-Tahun-.html. Diakses 14 November 2021

What you need to know about COVID-19 vaccines. https://www.unicef.org/indonesia/stories/what-you-need-know-about-covid-19-vaccines. Diakses 14 November 2021

Interim statement on COVID-19 vaccination for children and adolescents. https://www.who.int/news/item/24-11-2021-interim-statement-on-covid-19-vaccination-for-children-and-adolescents. Diakses 14 November 2021

Should children be vaccinated against COVID-19? . https://adc.bmj.com/content/early/2021/11/01/archdischild-2021-323040. Diakses 14 November 2021

Illustrasi : Background vector created by mamewmy – www.freepik.com

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.