• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Katup Jantung Buatan: Siapa Saja yang Memerlukan?

Katup jantung buatan

Jantung kita memiliki empat katup (pintu) antar ruangan jantung yang memiliki fungsi penting yaitu memastikan darah mengalir satu arah dan tidak mengalir balik. Tapi, seperti komponen mesin yang aus, katup alami ini bisa rusak seiring dengan bertambahnya usia yang diikuti penurunan performa. Dulu kerusakan katup ini ibarat vonis mati. Namun kini teknologi medis telah mampu menciptakan katup jantung buatan yang bisa menyelamatkan jutaan nyawa. Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

kelainan katup jantung

Mengenal Katup Jantung Buatan

Katup jantung buatan adalah perangkat implan medis yang dirancang untuk menggantikan satu atau lebih dari empat katup asli (aorta, mitral, trikuspid, atau pulmonal) yang sudah tidak berfungsi optimal. Dikutip dari Cleveland Clinic, ada dua jenis utama katup jantung buatan, yakni mekanik dan bioprostetik.

Katup jantung mekanik terbuat dari bahan super tahan lama seperti pyrolytic carbon (karbon sekeras berlian). Karena katup buatan adalah benda asing dan jika bersentuhan dengan aliran darah akan mengakibatkan darah mudah membeku maka pasien wajib mengonsumsi obat antikoagulan (pengencer darah) seumur hidup agar tidak terjadi pembekuan darah yang memicu stroke. salah satu keunggulan dari katup mekanik ini adalah usia katupnya bisa bertahan 20 – 30 tahun atau bahkan seumur hidup.

Sementara itu, katup bioprostetik dibuat dari jaringan hewan (biasanya sapi atau babi). Kelebihannya, bahan ini lebih tahan terhadap aliran darah sehingga pasien tidak perlu minum obat pengencer darah dalam jangka panjang. Namun katup jantung buatan ini lebih cepat aus dan biasanya harus diganti setelah 10-15 tahun.

Untuk memasang katup jantung buatan, dulu dilakukan operasi terbuka. Namun kini terdapat prosedur transcatheter aortic valve replacement (TAVR) yang tak memerlukan pembedahan dada, tapi hanya perlu sayatan kecil untuk memasang katup.

Siapa Saja yang Memerlukan Katup Jantung Buatan

Tidak semua orang dengan penyakit jantung perlu ganti katup. Biasanya, katup jantung buatan dibutuhkan oleh mereka yang didiagnosis dengan stenosis (katup menyempit sehingga darah susah lewat) atau regurgitasi/insufficiency (katup bocor sehingga darah mengalir balik).

Secara spesifik, pemasangan katup jantung buatan sangat direkomendasikan untuk:

  • Pasien dengan stenosis aorta berat yang sudah menunjukkan gejala seperti sesak, nyeri dada, pingsan.
  • Pasien dengan disfungsi ventrikel kiri akibat katup yang bocor.
  • Pasien yang akan menjalani operasi jantung lain (misalnya bypass) dan memiliki penyakit katup sedang hingga berat.

Kapan Seseorang Memerlukan Katup Jantung Buatan

Keputusan medis untuk melakukan penggantian katup dengan katup jantung buatan tidak boleh diambil sembarangan. Dokter biasanya merekomendasikan prosedur ini ketika gejalanya mulai mengganggu kualitas hidup atau mengancam nyawa. Tanda-tanda kritis tersebut meliputi:

  • Sesak napas terutama saat beraktivitas fisik atau ketika berbaring telentang.
  • Nyeri dada yang terasa seperti tertekan atau terimpit, menandakan jantung bekerja terlalu keras.
  • Pingsan atau Pusing: Terjadi karena aliran darah kaya oksigen ke otak terhambat oleh katup yang sempit.
  • Edema atau pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut akibat akumulasi cairan.
Baca Juga:  Mengenal Aneurisma Aorta Abdominal dan Risikonya

Manfaat dan Tujuan Katup Jantung Buatan

Tujuan utama prosedur pemasangan katup jantung buatan bukan sekadar bertahan hidup, melainkan juga mengembalikan fungsionalitas tubuh secara optimal. Manfaat utamanya meliputi:

  • Memperpanjang harapan hidup. Tanpa penggantian katup, penderita stenosis aorta berat memiliki tingkat kelangsungan hidup hanya 50 persen dalam dua tahun setelah gejala muncul.
  • Meningkatkan kapasitas latihan, misalnya dapat kembali beraktivitas, berjalan jauh, atau bahkan berolahraga tanpa cepat lelah.
  • Mencegah gagal jantung. Dengan katup yang berfungsi baik, otot jantung tidak perlu menebal atau melebar secara abnormal untuk memompa darah.
  • Mengurangi risiko stroke. Terutama pada kasus katup yang bocor yang dapat memicu pembentukan gumpalan darah di serambi jantung.

Persiapan Sebelum Menjalani Prosedur Katup Jantung Buatan

Persiapan adalah kunci keberhasilan operasi jantung, termasuk pemasangan katup jantung buatan. Sebelum naik ke meja operasi, pasien harus melalui serangkaian tes komprehensif:

  • Skrining medis: Pemeriksaan darah lengkap, rontgen dada, dan elektrokardiogram (EKG).
  • Pencitraan lanjut: Ekokardiografi transesofageal untuk melihat visual katup secara lebih detail dari dalam kerongkongan.
  • Kateterisasi jantung: Untuk memeriksa apakah ada penyumbatan di arteri koroner yang perlu diperbaiki bersamaan dengan penggantian katup.
  • Kesehatan gigi: Pasien wajib memastikan tidak ada infeksi gigi atau gusi karena bakteri dari mulut bisa masuk ke aliran darah dan menginfeksi katup baru (endokarditis).
  • Puasa dan penyesuaian obat: Biasanya pasien diminta berhenti mengonsumsi pengencer darah tertentu beberapa hari sebelum operasi.

Prosedur dan Pelaksanaan Katup Jantung Buatan

Saat ini ada dua metode utama dalam penggantian katup jantung dengan katup jantung buatan, yakni:

Operasi Jantung Terbuka

Ini adalah metode konvensional di mana dokter bedah membuat sayatan di dada (sternotomi) untuk mengakses jantung. Jantung akan dihentikan sementara dan fungsinya digantikan oleh mesin heart-lung machine. Katup lama dikeluarkan, dan katup prostetik dijahit pada tempatnya.

Transcatheter Aortic Valve Replacement

Dokter membuat sayatan kecil di selangkangan dan memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung. Katup baru dipasang di dalam katup lama yang rusak tanpa perlu membuka dada. Teknik ini sangat cocok untuk pasien risiko tinggi atau lansia. Data menunjukkan masa pemulihan pasien dengan teknik ini jauh lebih singkat dibanding operasi terbuka.

Baca Juga:  Sindrom Outlet Toraks: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Perawatan Pasca Operasi Katup Jantung Buatan

Pemulihan setelah penggantian katup jantung adalah memerlukan waktu yang panjang. Di rumah sakit, pasien biasanya menghabiskan 1-2 hari di intensive care unit untuk pemantauan ketat sebelum dipindah ke kamar perawatan biasa. Pasien perlu menjalani program rehabilitasi jantung di bawah pengawasan ahli fisioterapi untuk menguatkan otot jantung tanpa membebani katup jantung buatan. Jika menggunakan katup mekanik, pasien harus menjalani terapi antikoagulan seumur hidup.

Adakah Efek Samping Setelah Operasi Katup Jantung Buatan?

Seperti setiap prosedur medis besar, risiko tetap ada. Efek samping atau komplikasi potensial dari operasi katup jantung buatan meliputi:

  • Perdarahan atau gumpalan darah dengan risiko stroke jika terapi obat pengencer darah tidak tepat pada katup mekanik.
  • Infeksi pada katup jantung buatan.
  • Aritmia atau gangguan irama jantung.
  • Meskipun jarang, katup baru bisa mengalami kebocoran di sekitar jahitan.

Layanan Katup Jantung di Primaya Hospital

Primaya Hospital memiliki pusat layanan jantung terpadu yang didukung oleh teknologi mutakhir dan tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta bedah toraks kardiak dan vaskular berpengalaman. Di Primaya, penanganan katup jantung dilakukan dengan pendekatan kolaboratif para ahli untuk menentukan apakah pasien lebih cocok menjalani operasi terbuka atau teknik minimal invasif seperti transcatheter aortic valve replacement.

Temukan tindakan operasi katup jantung buatan di Primaya Hospital Makassar, Primaya Hospital Bekasi Barat, Primaya Hospital Tangerang.

Ditinjau oleh

dr. Jayarasti Kusumanegara, Sp.BTKV , Subsp.JD (K)

Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular Subspesialis Bedah Jantung Dewasa

Primaya Hospital Makassar

Referensi

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below