• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Apa Itu Lipoma? Benjolan Lemak yang Sering Dikira Tumor

Apa Itu Lipoma

Apa itu lipoma? Lipoma ialah benjolan lemak di berbagai bagian tubuh yang tumbuh bawah kulit. Banyak orang mungkin mengiranya sebagai tumor ganas atau kanker namun sebenarnya bukan dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Berikut kita bahas lebih lanjut tentang lipoma termasuk penyebab, gejala, hingga cara mencegahnya.

Apa Itu Lipoma

Mengenal Apa Itu Lipoma

Lipoma merupakan jenis benjolan pada tubuh yang berasal dari lemak dan terbentuk di bawah kulit tepatnya antara kulit dengan lapisan otot. Ketika mengalaminya banyak orang mungkin menganggapnya sebagai tumor ganas yang bisa membahayakan kesehatan bahkan nyawa. Namun jangan khawatir karena lipoma sebenarnya merupakan tumor jinak yang tidak berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Kemenkes, benjolan ini dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada dewasa dan lebih sering pada orang yang berusia 40 sampai 60 tahunan. Selain itu penyakit ini juga lebih banyak pada pria dibandingkan wanita. Jumlah benjolan yang muncul pada tubuh pun bisa bervariasi baik satu atau lebih.

Gejala Lipoma

Setelah membahas lipoma penyakit apa, berikutnya kita membahas gejalanya. Benjolan ini sendiri bisa muncul di berbagai bagian tubuh mulai dari kepala, punggung, bahu, lengan, leher, hingga perut. Benjolan ini memiliki gejala atau ciri khusus yang membedakannya dari benjolan ganas. Berikut ini adalah beberapa gejalanya:

  • Pertumbuhan benjolan lambat dan bisa berhenti setelah mencapai batas tertentu.
  • Saat disentuh teksturnya lembek dan mudah untuk digoyangkan.
  • Ukurannya biasanya kurang dari 2 inci namun bisa tumbuh lebih besar hingga seukuran bola pingpong.
  • Tetap berada di satu tempat dan tidak menyebar ke jaringan sekitarnya.
  • Biasanya tidak mengakibatkan rasa sakit namun jika sudah besar dan menekan saraf sekitarnya maka bisa timbul rasa sakit.

Jika benjolan terasa keras, padat, sulit digerakkan, permukaannya tidak rata, dan tumbuh dengan cepat maka harus waspada karena ciri tersebut menunjukkan benjolan tumor ganas atau kanker.

Penyebab Munculnya Benjolan

Apa penyebab penyakit lipoma? Penyebab yang pasti munculnya lipoma belum tahu dalam dunia medis. Namun terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko untuk mengalami lipoma seperti berikut ini:

  • Memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat lipoma.
  • Berusia 40 hingga 60 tahun meskipun sebenarnya benjolan bisa muncul pada usia berapa pun.
  • Menderita penyakit tertentu seperti dercum, madelung, gardner, atau lipomatosis multiple herediter.
Baca Juga:  Solusi Bedah yang Lebih Baik untuk si Buah Hati

Cara Mendiagnosis

Lipoma bisa didiagnosa melalui pemeriksaan fisik dimana tenaga medis langsung memeriksa benjolan yang muncul pada tubuh. Namun dokter juga bisa melakukan rangkaian pemeriksaan dengan USG, biopsi, MRI, maupun CT Scan untuk memastikan benjolan apa yang tumbuh pada tubuh pasien.

Cara Mengatasi atau Penanganannya

Setelah memahami lipoma itu apa, lantas bagaimana cara mengatasinya? Karena tidak bahaya lipoma sebenarnya tidak membutuhkan penanganan atau perawatan khusus. Namun jika benjolan terus tumbuh membesar hingga menimbulkan rasa tidak nyaman, sakit, dan mengganggu penampilan maka dokter bisa dilakukan operasi pengangkatan / pembedahan untuk menghilangkannya.

Selain pengangkatan benjolan, ada metode lain yang bisa diterapkan yaitu dengan sedot lemak maupun suntik kortikosteroid. Namun kedua cara ini hanya bisa menyusutkan lipoma dan tidak menghilangkannya secara total. Seiring dengan berjalannya waktu benjolan bisa tumbuh lagi.

Komplikasi Benjolan Lipoma

Apa lipoma itu menyebabkan komplikasi? Lipoma sebenarnya sangat jarang menyebabkan komplikasi berbahaya karena termasuk benjolan yang jinak. Namun jika benjolan ini tumbuh membesar maka bisa menyebabkan beberapa masalah yang mungkin mengganggu bagi penderitanya. Berikut ini adalah beberapa masalahnya:

  • Muncul rasa nyeri dan tidak nyaman karena benjolan lemak menekan saraf maupun jaringan otot yang ada di sekitarnya.
  • Jika ukuran benjolan cukup besar maka bisa merubah bentuk tubuh dan mengganggu penampilan estetika.
  • Menyebabkan gangguan gerak jika benjolan berada di depan sendi maupun otot aktif.
  • Bisa terjadi infeksi jika lipoma mengalami gesekan atau cedera berulang.

Jika melakukan operasi mengangkat lipoma ada sejumlah risiko yang kemungkinan terjadi seperti berikut ini:

  • Benjolan bisa tumbuh kembali jika pengangkatan jaringan lemak tidak sempurna.
  • Infeksi pada area bekas sayatan operasi.
  • Munculnya jaringan parut atau bekas luka.
  • Terjadi pendarahan atau memar ringan di bekas benjolan.
  • Terjadi kerusakan saraf lokal yang bisa berlangsung sementara bahkan permanen.
Baca Juga:  Laparoscopy Teknik Bedah Minimal Invasif

Cara Mencegah atau Mengurangi Risikonya

Apa penyakit lipoma bisa dicegah? Lipoma sebenarnya sulit pencegahannya, karena penyebabnya memang belum diketahui. Namun risikonya masih bisa diturunkan dengan cara menjalani gaya hidup yang sehat seperti berikut:

  • Rutin melakukan aktifitas fisik dan berolahraga secara teratur.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti buah, sayur, dan serat.
  • Menjaga berat ideal tetap ideal agar tidak mengalami penumpukan lemak berlebih dalam tubuh.
  • Membatasi bahkan menghindari minuman beralkohol karena berhubungan dengan beberapa jenis gangguan pertumbuhan lemak.
  • Menjaga tubuh dari benturan fisik berulang pada bagian tubuh tertentu.

Kapan Harus ke Dokter

Tidak semua benjolan yang muncul pada bagian tubuh termasuk lipoma. Bisa saja benjolan tersebut adalah kista atau tumor ganas yang berbahaya dan mengancam keselamatan nyawa. Karena itu jika mengalami benjolan mencurigakan maka sebaiknya segera menemui dokter di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Apalagi jika benjolan tersebut memang keras, tidak bisa digerakkan, atau terasa sakit.

Pembahasan mengenai apa itu lipoma ini tentu bisa menjadi edukasi tambahan untuk menghindari kecemasan berlebihan saat memiliki benjolan di tubuh. Namun jangan menggunakannya untuk mendiagnosis diri sendiri karena hanya dokter ahli yang bisa mengetahui jenis benjolan dengan tepat. Karena itu jangan ragu untuk segera menemui dokter di rumah sakit terdekat untuk memastikan benjolan apa yang muncul di tubuh. Dengan begitu pasien bisa segera mendapat penanganan yang sesuai.

Ditinjau oleh

dr. Kezia Martina Sinaga, Sp.B

Spesialis Bedah

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below