Kista adalah kantong berisi cairan yang bisa muncul di bagian tubuh mana pun. Bentuknya mirip balon kecil dengan dinding tipis. Kondisi ini sebenarnya cukup umum dialami banyak perempuan. Sebagian besar kista bersifat jinak dan tidak berbahaya. Namun, beberapa jenis bisa menimbulkan masalah serius. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap apa itu penyakit kista, gejala yang muncul, penyebabnya, dan kapan perlu memeriksakan diri.

Memahami Apa Itu Penyakit Kista
Penyakit kista itu apa? Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang mendengar istilah tersebut. Secara sederhana, kista merupakan kantung tertutup berisi cairan, udara, atau bahan setengah padat. Jaringan ini bisa terbentuk di kulit, payudara, ginjal, dan organ reproduksi. Pada perempuan, kista paling sering ditemukan di ovarium atau indung telur. Istilah “kista rahim” yang beredar di masyarakat sebenarnya merujuk pada kista ovarium karena lokasinya menempel di area rahim. Ukurannya bervariasi, mulai dari sebesar kacang hingga sebesar jeruk bali.
Gejala Kista di Rahim yang Perlu Dikenali
Gejala kista di rahim sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Banyak perempuan baru mengetahui keberadaannya setelah melakukan pemeriksaan rutin. Kista yang masih kecil biasanya tidak menimbulkan keluhan apa pun. Namun, ketika ukurannya membesar, beberapa tanda mulai muncul. Rasa nyeri tumpul di perut bagian bawah bisa menjadi pertanda awal. Perut terasa penuh, kembung, atau tertekan juga kerap dialami. Nyeri bisa datang dan pergi, terkadang tajam di satu sisi. Gangguan siklus haid seperti perdarahan tidak teratur atau nyeri saat menstruasi juga mungkin terjadi.
Penyebab Kista di Rahim dan Ovarium
Penyebab kista di rahim umumnya berkaitan dengan siklus menstruasi. Setiap bulan, ovarium membentuk folikel yang berisi sel telur. Jika folikel tidak pecah atau tidak melepaskan sel telur, cairan di dalamnya menumpuk dan membentuk kista fungsional. Kista jenis ini paling umum dan biasanya hilang sendiri dalam beberapa siklus. Faktor hormonal lain seperti penggunaan obat kesuburan juga dapat memicu pertumbuhan kista. Endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan rahim tumbuh di luar tempat seharusnya, bisa menyebabkan kista berisi darah tua. Infeksi panggul yang parah juga berpotensi menjadi penyebab munculnya kantung cairan ini.
Penelitian dan tinjauan literatur terbaru menunjukkan bahwa faktor yang sering dikaitkan dengan kista ovarium meliputi usia, menarke dini, faktor genetik, obesitas, kebiasaan merokok, status belum pernah melahirkan, serta perubahan hormonal. Namun, faktor-faktor tersebut tidak otomatis berarti seseorang pasti mengalami kista atau kanker ovarium.
Apakah Kista Berbahaya? Ini Faktanya
Apakah kista berbahaya? Jawabannya bergantung pada jenis dan ukurannya. Sebagian besar kista ovarium bersifat jinak dan tidak berkembang menjadi kanker. Studi besar terhadap 72.093 perempuan di Amerika menunjukkan bahwa kista sederhana tidak meningkatkan risiko kanker ovarium secara signifikan. Namun, kista yang kompleks atau memiliki komponen padat perlu diwaspadai karena berpotensi ganas. Risiko kanker lebih tinggi pada perempuan yang sudah menopause. Selain itu, kista besar bisa pecah atau menyebabkan ovarium terpelintir. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat mendadak dan memerlukan penanganan segera.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Pemeriksaan menjadi sangat penting ketika muncul gejala yang mengganggu. Nyeri panggul yang tajam dan datang tiba-tiba tidak boleh diabaikan. Demam, mual, atau muntah yang menyertai rasa sakit perlu evaluasi medis segera. Pendarahan vagina di luar siklus haid juga patut dicurigai. Jika perut terasa semakin membesar atau ada tekanan pada kandung kemih dan usus, segera cari bantuan profesional. Perempuan yang sudah memasuki masa menopause dan menemukan kista baru harus lebih waspada. Pemeriksaan rutin melalui USG dapat membantu memantau perkembangan kista.
Jenis-Jenis Kista yang Perlu Diketahui
Tidak semua kista sama. Kista fungsional terbentuk akibat proses normal ovulasi. Ada dua tipe utama: kista folikular dan kista korpus luteum. Kista folikular muncul ketika folikel gagal melepaskan sel telur. Kista korpus luteum terbentuk setelah sel telur dilepaskan namun lubangnya tertutup. Kista dermoid adalah jenis yang terbentuk sejak lahir dan bisa berisi rambut, kulit, atau gigi. Kista endometrioma berkembang akibat endometriosis dan sering disebut kista cokelat karena isinya berupa darah tua. Kistadenoma tumbuh dari permukaan ovarium dan bisa berukuran sangat besar.
Diagnosis dan Pemeriksaan Kista
Dokter biasanya memulai dengan pemeriksaan panggul untuk meraba adanya benjolan. USG menjadi alat utama untuk melihat gambaran kista secara jelas. Pemeriksaan ini dapat membedakan kista sederhana dari yang kompleks. Tes darah CA125 mungkin dilakukan untuk mengecek penanda kanker, terutama pada perempuan menopause. Namun, hasil tinggi belum tentu berarti kanker karena bisa disebabkan kondisi lain. Pada kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan MRI atau laparoskopi untuk diagnosis lebih pasti.
Penanganan dan Pengobatan Kista
Sebagian besar kista tidak memerlukan pengobatan khusus. Kista fungsional umumnya menghilang sendiri dalam beberapa bulan. Dokter mungkin merekomendasikan pemantauan berkala melalui USG. Jika kista menimbulkan nyeri, obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen dapat membantu. Operasi menjadi pilihan ketika kista berukuran besar, terus tumbuh, atau dicurigai ganas. Tindakan bedah dilakukan dengan tujuan mengangkat kista sekaligus mempertahankan fungsi ovarium bila memungkinkan.
Kista adalah kantong berisi cairan yang umum ditemukan pada ovarium perempuan. Sebagian besar bersifat jinak dan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Gejala baru muncul ketika kista membesar, yaitu nyeri panggul, perut kembung, atau gangguan haid. Kista sederhana tidak berbahaya dan tidak meningkatkan risiko kanker. Namun, kista kompleks atau yang menimbulkan nyeri hebat memerlukan evaluasi medis segera. Pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter kandungan merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Ditinjau oleh
dr. Muthiah Nurul Izzah, Sp.OG
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Hospital Sukabumi
Referensi
- Better Health Channel. Cysts. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/cysts
- Cleveland Clinic. Cyst. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/cyst
- NHS. Ovarian cyst: Causes. https://www.nhs.uk/content–widgets/health–a–to–z/ovarian–cyst/causes
- Cleveland Clinic Health Essentials. Signs You Have an Ovarian Cyst. https://health.clevelandclinic.org/signs–you–have–an–ovarian–cyst–and–what–to–do–about–it
- MSD Manuals. Benjolan Kista Ovarium dan Ovarium Jinak Lainnya. https://www.msdmanuals.com/id/home/masalah–kesehatan–wanita/berbagai–kelainan–ginekologi/benjolan–kista–ovarium–dan–ovarium–jinak–lainnya
- Institut National du Cancer. Risk of malignant ovarian cancer based on ultrasonography findings. https://www.cancer.fr/professionnels–de–sante/veille/nota–bene–cancer/bulletin–n-390/dep302/risk–of–malignant–ovarian–cancer–based–on–ultrasonography–findings–in–a–large–unselected–population
- NHS. Ovarian cyst. https://www.nhs.uk/content–widgets/health–a–to–z/ovarian–cyst

