• Emergency
  • 150 108

Operasi Usus Buntu, Prosedur dan Proses Pemulihannya

Operasi Usus Buntu, Prosedur dan Proses Pemulihannya

Sebagian besar orang umumnya merasa waswas bila mengalami penyakit yang hanya bisa diatasi dengan operasi. Tak terkecuali pasien penyakit usus buntu. Namun operasi usus buntu tak hanya bisa dilakukan lewat metode konvensional yang butuh waktu pemulihan lebih lama. Menurut penelitian, ada juga cara selain operasi untuk mengobati usus buntu.

 


Mengenal Operasi Usus Buntu

Penyakit usus buntu terjadi ketika bagian ujung usus besar yang berbentuk mirip kantong kecil mengalami peradangan. Istilah medis penyakit usus buntu adalah apendisitis. Penyebab apendisitis umumnya adalah adanya benda asing yang menghalangi usus buntu, seperti sebagian kecil tinja atau tumor, juga infeksi bakteri yang memicu peradangan dan pembengkakan usus buntu.

Operasi adalah tindakan medis yang direkomendasikan untuk mengobati usus buntu. Operasi usus buntu disebut apendektomi. Lewat operasi, usus buntu yang mengalami peradangan akan diangkat. Usus buntu tidak memiliki fungsi khusus dalam sistem tubuh sehingga tidak berdampak apa pun terhadap kehidupan pasien bila diangkat.

Operasi usus buntu adalah prosedur bedah yang paling umum di seluruh dunia. Terdapat dua macam operasi untuk mengangkat usus buntu, yakni operasi terbuka (laparotomi) dan operasi lubang kunci (laparoskopi). Operasi terbuka dilakukan layaknya prosedur bedah biasa dengan membuat sayatan lebar di perut untuk menjangkau usus buntu. Sedangkan operasi lubang kunci mengacu pada tindakan bedah yang hanya perlu dengan sayatan kecil layaknya lubang kunci.

Pasien umumnya memilih laparoskopi karena prosedur yang lebih singkat dan pemulihan lebih cepat. Tapi tidak semua pasien penyakit usus buntu bisa menjalani laparoskopi, misalnya karena peradangan usus buntu sudah sangat parah atau ada abses (penumpukan bakteri/nanah), usus buntu sudah pecah, dan ada jaringan parut di perut dari operasi lain sebelumnya. Dokter juga bisa beralih dari laparoskopi ke laparotomi saat prosedur berlangsung bila sulit melihat usus buntu dengan laparoskop atau pasien mengalami perdarahan. Dokter akan selalu meninjau kondisi pasien untuk menentukan prosedur bedah mana yang paling tepat dan aman.

 

Mengapa Harus Dilakukan Operasi Usus Buntu?

Penyakit usus buntu tergolong sebagai keadaan darurat medis. Artinya, perlu penanganan medis secepatnya bila muncul gejala. Operasi terutama dibutuhkan untuk penyakit usus buntu akut, yakni apendisitis dengan gejala berat yang muncul secara mendadak, terutama rasa sakit yang tak tertahankan di perut.

Pada kondisi ini, usus buntu sudah mengalami peradangan parah, membengkak, dan berisiko robek atau pecah. Jika rasa sakit itu disertai gejala lain seperti demam tinggi, muntah, dan tubuh lemas, kemungkinan besar usus buntu sudah sangat terinfeksi atau robek. Komplikasi yang mengancam jiwa ini bisa terjadi dalam 48-72 jam setelah gejala sakit perut muncul.

Baca Juga:  Bedah Laparoskopi, Apa Keuntungan dan Efek Sampingnya

Operasi usus buntu adalah satu-satunya cara untuk memastikan kesembuhan pasien. Jika usus buntu sudah diangkat, tidak akan ada lagi gejala peradangan. Agar peradangan tidak terjadi atau kambuh lagi, operasi harus sempurna. Tidak boleh ada bagian dari usus buntu yang tersisa.

Beberapa penelitian menyebutkan pasien bisa menjalani pengobatan antibiotik untuk mengatasi usus buntu. Tapi cara ini masih kontroversial karena masih ada kemungkinan penyakit kambuh lagi seusai pengobatan.

 

Persiapan Sebelum Operasi

Dokter harus memastikan diagnosis pasien dulu sebelum operasi usus buntu bisa dijadwalkan. Diagnosis diambil lewat serangkaian tes, seperti tes darah dan tes pencitraan. Tapi bila pasien datang dalam kondisi darurat menurut penilaian dokter, operasi bisa segera dijalankan.

Jika operasi dijadwalkan, pasien umumnya mesti berpuasa selama delapan jam sebelum operasi baik laparotomi maupun laparoskopi. Tujuannya adalah mencegah risiko masuknya partikel makanan atau minuman ke paru-paru saat operasi. Lambung yang kosong juga memudahkan dokter melihat dan menemukan usus buntu yang bermasalah.

Demi keamanan pasien, dokter akan menanyakan apakah ada obat-obatan yang sedang dikonsumsi, apakah ada alergi tertentu, dan apakah pernah punya riwayat masalah perdarahan. Beri tahu pula dokter bila Anda mungkin atau sedang hamil yang bisa mempengaruhi prosedur operasi.

Apendektomi dijalankan dengan prosedur bius total ataupun bius lokal, tergantung hasil pemeriksaan dokter. Karena itu, pasien perlu ditemani pendamping saat di rumah sakit lantaran efek bius bisa membuat pasien mengantuk dan lemas. Pasien juga tidak disarankan pulang dengan menyetir kendaraan sendiri seusai operasi.

 

Prosedur Operasi

Prosedur operasi usus buntu tergantung jenis operasi yang dijalankan, apakah laparotomi atau laparoskopi. Pertama-tama, pasien akan diberi obat bius dan berbaring di meja operasi dengan infus. Prosedur dijalankan setelah semua dokter dan tim siap dengan peralatan operasi.

1. Laparotomi

Dalam operasi terbuka ini, dokter bedah akan membuat sayatan 4-10 sentimeter di perut. Pasien umumnya diberi bius total sehingga tidak sadarkan diri selama prosedur berlangsung. Dari sayatan itu, dokter akan menjangkau usus buntu dan mengambilnya. Jika usus buntu sudah pecah, dokter akan membersihkan rongga perut dulu sebelum menutup sayatan.

Baca Juga:  Kapan Seorang Pasien Perlu Ditangani Dokter Bedah

2. Laparoskopi

Dalam laparoskopi, dokter bedah hanya membuat beberapa sayatan kecil di perut. Dari sayatan itu, dokter memasukkan alat seperti slang kecil yang fleksibel bernama cannula untuk mengembangkan perut menggunakan gas karbon dioksida. Dengan demikian, dokter bisa melihat usus buntu dengan lebih baik. Setelah itu, alat laparoskopi berupa slang tipis yang panjang dan dilengkapi kamera dimasukkan. Rekaman kamera dari alat itu dipakai dokter sebagai panduan untuk menemukan usus buntu dan mengangkatnya. Prosedur selanjutnya berupa pembersihan rongga perut dan penutupan sayatan sama seperti laparotomi.

 

Risiko dan Komplikasi

Secara umum, risiko operasi dengan prosedur laparoskopi lebih kecil daripada bedah terbuka. Risiko komplikasi operasi usus buntu sangat jarang terjadi. Risiko itu antara lain:

  • Perdarahan
  • Infeksi pada luka bekas operasi
  • Bekuan darah
  • Masalah jantung
  • Hernia
  • Luka pada organ tubuh lain di sekitar usus buntu
  • Pneumonia
  • Kelahiran prematur bila pasien sedang hamil

 

Perawatan dan Pemulihan Setelah Operasi

Pasien akan menjalani observasi selama beberapa jam seusai operasi usus buntu. Tanda-tanda vital seperti detak jantung dan pernapasan akan dipantau secara intensif. Perawat juga akan memeriksa efek reaksi bius yang dipakai dalam operasi. Pasien umumnya bisa langsung pulang pada hari itu juga jika penyakit usus buntunya tidak parah.

Selama beberapa hari setelah operasi, akan ada rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada area bekas sayatan. Dokter akan meresepkan obat-obatan pereda nyeri dan antibiotik pencegah infeksi. Pastikan bekas sayatan itu tetap bersih agar tidak terinfeksi. Pemulihan biasanya berlangsung selama 4-6 pekan. Selama masa itu, pasien tidak dianjurkan membatasi aktivitas fisik dan menjalani konsultasi dengan dokter beberapa kali untuk mengecek kondisi pasien serta memeriksa bekas sayatan dari operasi usus buntu.

 

Ditinjau oleh:

dr. Ondo Renaisan Sitorus, Sp. B

Dokter Spesialis Bedah

Primaya Hospital PGI Cikini

 

Referensi:

Appendectomy. https://www.healthline.com/health/appendectomy#purpose. Diakses 14 Maret 2022

Appendicitis Treatment. https://www.nhs.uk/conditions/appendicitis/treatment/. Diakses 14 Maret 2022

Appendicitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493193/. Diakses 14 Maret 2022

Treatment for Appendicitis. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/appendicitis/treatment. Diakses 14 Maret 2022

Appendectomy. https://medlineplus.gov/ency/article/002921.htm. Diakses 14 Maret 2022

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.