Pentingnya Mendapatkan Vaksin Covid-19

Pentingnya Mendapatkan Vaksin Covid-19

Covid-19 telah menimbulkan banyak kerugian di hampir semua negara di dunia. Dari anak-anak hingga kalangan lanjut usia tak luput dari ancaman penyakit dari virus corona jenis baru itu. Maka, ketika muncul kabar bahwa telah tersedia vaksin Covid-19, banyak orang bersukaria. Kehadiran vaksin ini memantik harapan untuk pemulihan kondisi global.

Meski begitu, vaksin Covid-19 bukanlah jaminan virus corona akan segera musnah dari muka bumi. Tak ada pula yang dapat memastikan kapan vaksin akan menghentikan penularan virus mematikan tersebut. Demi mewujudkan harapan pemulihan itu, butuh peran serta aktif masyarakat di seluruh dunia untuk mendapatkan vaksin virus corona, termasuk di Indonesia.


 

Mengapa Kita Harus Melakukan Vaksin Covid-19

Covid-19 bisa menimbulkan komplikasi yang serius dan mengancam jiwa, dan tidak ada yang sepenuhnya aman dari penularan virus tersebut. Dari satu saja orang yang terinfeksi Covid-19, terdapat potensi penularan terhadap puluhan orang lain, bahkan lebih. Vaksin Covid-19 berfungsi menekan potensi itu.

Ketika seseorang terinfeksi virus corona, sistem imun alias antibodinya telah dapat mengenali virus itu sehingga kemungkinan tertular lagi lebih kecil. Artinya, dia lebih kebal atau imun terhadap Covid-19 ketimbang orang lain yang belum pernah terinfeksi. Vaksin Covid-19 menawarkan perlindungan berupa kekebalan tersebut tanpa perlu sakit Covid dulu.

Orang yang positif Covid harus menghadapi kemungkinan terburuk berupa kehilangan nyawa. Yang bergejala ringan atau tanpa gejala pun tetap mesti melakukan isolasi mandiri dan mengikuti prosedur perawatan yang rumit. Bila mendapatkan vaksin Covid-19, kita tak perlu mengalami masa-masa sulit dan berisiko itu untuk memperoleh kekebalan terhadap virus corona.

Manfaat lain menerima vaksin Covid-19 adalah membantu pembentukan herd immunity atau kekebalan komunitas untuk menghentikan pandemi. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok dalam masyarakat telah mendapat kekebalan dari suatu penyakit. Dengan demikian, potensi penularan penyakit tersebut lebih kecil, bahkan nihil, karena mata rantai terputus saat virus tak bisa menginfeksi anggota masyarakat yang telah kebal.

 

Seberapa Aman Vaksin Covid-19?

Dalam pembuatan vaksin, keamanan adalah faktor utama yang menjadi perhatian para petugas dan pakar kesehatan. Termasuk ketika mengembangkan vaksin Covid-19. Demi memastikan keamanan vaksin, ada serangkaian prosedur yang mesti ditaati. Prosedur ini mencakup uji praklinis hingga uji klinis dalam tiga fase.

Kebanyakan vaksin membutuhkan waktu panjang hingga bertahun-tahun untuk dapat digunakan. Karena itu, wajar jika muncul keraguan terhadap vaksin Covid-19 yang tersedia dalam waktu sangat singkat. Walau pengembangan vaksin Covid terbilang cepat, prosedur uji praklinis hingga uji klinis tahap ketiga tak ditinggalkan untuk memastikan keamanannya.

Semua vaksin Covid-19 yang sudah siap telah menjalani pengujian untuk menentukan tingkat keamanan dan efikasinya. Pengujian itu mencakup uji coba terhadap masyarakat yang menjadi sukarelawan. Dari hasil serangkaian pengujian itu, barulah vaksin diajukan ke otoritas terkait untuk mendapat izin penggunaan. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan telah memberi izin penggunaan darurat untuk sejumlah vaksin. Majelis Ulama Indonesia pun sudah menerbitkan fatwa halal pemakaian vaksin Covid-19.

 

Bagaimana Mengelola Efek Samping Usai Vaksinasi

Serupa dengan vaksin lain, terdapat kemungkinan muncul efek samping vaksin Covid-19. Menurut penelitian, vaksin Covid bisa menimbulkan efek samping baik dari dosis pertama maupun dosis kedua. Contohnya:

  • Rasa sakit, bengkak, merah pada kulit yang disuntik
  • Demam
  • Kelelahan
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Menggigil kedinginan
  • Nyeri sendi

Ada juga reaksi alergi yang dilaporkan seusai vaksinasi Covid. Bila hendak mendapat vaksin, Anda harus menjelaskan ke pemberi vaksin bila punya alergi tertentu.

Penerima vaksin Covid-19 akan berada di bawah pemantauan selama setidaknya 15 menit setelah vaksinasi. Petugas akan mengamati apakah ada reaksi yang muncul seketika. Kebanyakan efek samping vaksin Covid muncul dalam tiga hari selepas vaksinasi dan hilang sendiri hingga maksimal 1 pekan. Jika demam, minum parasetamol dan beristirahatlah. Bila sakit berlanjut, hubungi dokter sesegera mungkin dengan menjelaskan bahwa Anda telah menerima vaksin Covid.

Harus digarisbawahi bahwa orang yang telah menerima vaksin masih bisa terinfeksi. Karena itu, penerima vaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Bila merasa ada gejala Covid, segera isolasi mandiri dan jalani tes usap.

 

Jika Sudah Pernah Terkena Covid-19, Perlukah Vaksin?

Pada umumnya, orang yang pernah terkena Covid-19 telah mendapat kekebalan dari virus penyebab penyakit itu. Namun, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), orang yang pernah positif Covid masih bisa memperoleh manfaat dari vaksin Covid-19.

Belum ada informasi yang memadai mengenai berapa lama seseorang dapat terlindungi dari Covid-19 setelah dia terinfeksi dan memiliki kekebalan alami. Bukti awal dari sejumlah penelitian mengindikasikan kekebalan alami ini tak begitu lama bertahan. Ada kasus reinfeksi atau orang kembali tertular Covid tiga bulan setelah infeksi yang pertama. Karena itu, rekomendasinya adalah orang yang pernah tertular Covid menjalani vaksinasi tiga bulan setelah sembuh.

 

Narasumber:

Dr. dr. Muh. Harun Iskandar, Sp.PD, Sp.P

Dokter Spesialis Paru

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/faq.html

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/vaccine-benefits.html

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-vaccine/art-20484859

https://www.unicef.org/coronavirus/what-you-need-to-know-covid-vaccine

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines

https://www.nhs.uk/conditions/coronavirus-covid-19/coronavirus-vaccination/coronavirus-vaccine/

https://covid19.go.id/p/berita/satgas-covid-19-vaksin-menstimulasi-imunitas-tubuh

https://covid19.go.id/tanya-jawab

https://www.aarp.org/health/conditions-treatments/info-2020/coronavirus-vaccine-research.html

Bagikan ke :