Kenali Endokarditis, Infeksi Jantung Akibat Sakit Gigi

Kenali Endokarditis, Infeksi Jantung Akibat Sakit Gigi

Jantung memiliki empat katup. Katup ini berfungsi membantu memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika seseorang mengalami endokarditis, katup jantung itu tidak dapat bekerja dengan baik akibat infeksi. Endokarditis bisa terjadi akibat bakteri atau jamur yang bermula dari gigi. Karena itu, sakit gigi bisa menyebabkan masalah katup jantung tersebut. Endokarditis adalah penyakit yang serius dan bisa mengakibatkan kematian.

 

Mengenal Endokarditis

Endokarditis adalah kondisi ketika lapisan dalam bilik dan katup jantung yang disebut endokardium terkena infeksi. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri atau jamur dari tubuh, antara lain mulut, yang masuk ke aliran darah dan menempel pada jantung. Jika tidak diobati, infeksi tersebut bisa menyebabkan peradangan yang dapat merusak jantung. Terdapat dua jenis endokarditis yaitu:

 

Endokarditis infektif

Endokarditis infektif diklasifikasikan menjadi subkategori, yaitu akut dan sub-akut. Endokarditis infektif akut sangat cepat berkembang, sering kali hanya dalam hitungan hari. Jenis endokarditis ini juga dapat terjadi pada katup jantung prostetik. Adapun endokarditis infektif sub-akut lebih lama berkembang, dari beberapa minggu hingga bulan. Gejalanya kadang baru muncul saat kondisi sudah memburuk. Baik akut maupun sub-akut sama-sama bisa mengancam jiwa.

Endokarditis non-infektif

Endokarditis non-infektif juga kerap disebut endokarditis trombotik non-bakterial. Penyebabnya bukan bakteri atau jamur. Jenis endokarditis ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di katup jantung dan endokardium di dekatnya. Tapi endokarditis non-infektif bisa menjadi infektif.

 

Gejala Endokarditis

Gejala endokarditis berlainan antara satu orang dan orang lain. Perkembangan gejala juga bervariasi, bisa sangat cepat atau lambat. Gejala endokarditis meliputi:

  • Berkeringat atau menggigil, terutama saat malam
  • Merasa lelah atau lemas
  • Nafsu makan berkurang atau berat badan menurun tanpa sebab jelas
  • Tenggorokan sakit atau gatal
  • Sendi dan otot terasa nyeri dan tidak nyaman
  • Nyeri atau tidak nyaman saat menelan
  • Sisi kiri tubuh di bagian bawah tulang rusuk terasa sakit
  • Batuk kering atau berdahak lebih dari 48 jam
  • Mual, muntah, atau diare
  • Terdapat darah dalam urine
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
  • Hidung tersumbat atau meler
  • Sakit kepala
  • Nyeri di tulang pipi, terutama bagian atas
  • Muncul bercak putih di mulut atau di lidah
  • Ruam kulit
  • Kaki atau perut membengkak
  • Kuku di sekitar ujung jari tangan atau kaki melengkung
  • Bagian putih mata memerah
  • Luka tidak kunjung sembuh
  • Kulit memucat
Baca Juga:  Serangan Jantung: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

 

Penyebab Endokarditis

Endokarditis terjadi ketika kuman masuk ke aliran darah dan mencapai jantung, lalu berlipat ganda dan menempel pada katup jantung atau merusak jaringan jantung. Sistem imun umumnya dapat melawan kuman berbahaya dalam aliran darah, tapi kadang ada kuman yang sanggup menjangkau jantung. Katup jantung yang normal pada umumnya lebih tahan terhadap infeksi. Tapi katup yang bermasalah atau katup buatan lebih rawan terinfeksi bakteri dan terkena endokarditis.

Masuknya kuman ke aliran darah bisa dari banyak hal, bahkan dari rutinitas sehari-hari seperti menyikat gigi. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Luka pada mulut atau gusi
  • Membersihkan gigi dengan benang gigi
  • Penyakit gusi (gingivitis)
  • Penanganan masalah gigi, misalnya cabut gigi
  • Luka pada kulit
  • Penyakit menular seksual
  • Penggunaan kateter dalam jangka panjang
  • Masalah usus
  • Tato dan tindik menggunakan jarum
  • Injeksi obat ke pembuluh darah
  • Operasi organ pencernaan
  • Bedah jantung
Baca Juga:  Penyebab Jantung Berdebar, Apakah Pengaruh dari Gaya Hidup?

 

Deteksi Endokarditis

Ada sejumlah metode pemeriksaan untuk mendeteksi dan mendiagnosis endokarditis di rumah sakit jantung. Tes ini sekaligus bertujuan menentukan jenis endokarditis yang diderita, infektif atau non-infektif.

Echocardiogram: Tes utama untuk mendiagnosis endokarditis. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung sehingga dokter bisa memeriksa tanda-tanda infeksi.

Tes darah: Dapat mengidentifikasi bakteri atau jamur dalam aliran darah.

Elektrokardiogram (EKG): EKG bisa dilakukan jika dokter melihat kemungkinan ada aktivitas listrik jantung yang terpengaruh.

Sinar-X dada: Pencitraan sinar-X dapat membantu dokter mengidentifikasi pembesaran jantung, yang kadang disebabkan oleh endokarditis.

CT scan atau MRI: Dalam pemeriksaan ini, dokter akan melihat apakah infeksi telah menyebar ke bagian lain tubuh pasien, termasuk ke otak.

 

Pengobatan Endokarditis

Pengobatan endokarditis di rumah sakit jantung bergantung pada sejumlah faktor, termasuk risiko, gejala, keparahan kondisi pasien, dan hasil tes diagnostik serta jenis endokarditis yang diderita. Selain pengobatan, dokter bisa melakukan operasi untuk memulihkan pasien.

Sebagian besar kasus endokarditis bisa terselesaikan dengan konsumsi antibiotik dalam dua hingga enam pekan. Pasien mungkin harus dirawat inap beberapa hari agar lebih mudah memasukkan obat-obatan lewat infus ke lengan sekaligus menjalankan tes darah secara rutin untuk melacak efektivitas pengobatan itu. Bila sudah tak ada gejala, pasien bisa pulang tapi tetap harus mengonsumsi antibiotik sesuai dengan resep dokter.

Adapun operasi dilakukan untuk menangani jantung yang rusak akibat endokarditis. Dokter mungkin menyarankan operasi jika:

  • Pasien pernah mengalami gagal jantung atau ada kemungkinan gagal jantung dari hasil tes diagnostik
  • Demam tetap tinggi walau sudah diberi obat-obatan dan antibiotik
  • Punya katup jantung prostetik
  • Ada bengkak bernanah dalam jantung
Baca Juga:  Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala, dan Terapi yang Tepat¬†¬†

 

Pencegahan Endokarditis

Tidak semua kasus endokarditis bacterial bisa dicegah. Tapi kita bisa menurunkan risiko dengan beberapa cara. Misalnya selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut, termasuk memastikan sikat gigi bersih serta rutin mengganti sikat gigi. Lalu meminum antibiotik sebelum menjalani pemeriksaan gigi.

Bagi yang memiliki katup jantung prostetik atau buatan, harus lebih waspada karena risiko terkena endokarditis lebih besar. Beri tahu dokter mengenai kondisi itu sebelum menjalani prosedur medis tertentu, terutama operasi. Dengan begitu, tim dokter bisa membantu pencegahan endokarditis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Endokarditis harus segera ditangani bila ada gejala yang muncul. Anak kecil juga mungkin mengalami endokarditis, tidak hanya orang dewasa. Sebaiknya cepat datangi dokter jika curiga ada tanda atau gejala endokarditis, terutama demam tinggi yang tak kunjung turun, rasa lelah tanpa penyebab jelas, infeksi kulit, atau luka terbuka yang tak sembuh-sembuh.

 

Narasumber:

dr. Fachmi Ahmad M, Sp,JP.FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endocarditis/symptoms-causes/syc-20352576

https://www.nhs.uk/conditions/endocarditis/

https://www.heart.org/en/health-topics/heart-valve-problems-and-disease/heart-valve-problems-and-causes/heart-valves-and-infective-endocarditis

Bagikan ke :