• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Aritmia Bisa Picu Stroke? Kenali Hubungannya Sekarang!

Aritmia

Jantung Anda tiba-tiba โ€œberjedarโ€ tidak beraturan, terasa seperti melompat atau berhenti sejenak, lalu kembali normal. Banyak orang mengira itu โ€œcuma deg-degan biasaโ€ atau โ€œkecapekanโ€. Padahal, itu bisa jadi aritmia โ€” gangguan irama jantung yang menjadi penyebab utama stroke mendadak pada usia muda.

Di Indonesia, 1 dari 4 kasus stroke disebabkan oleh aritmia atrium (atrial fibrillation/AF) yang tidak terdeteksi. Yang lebih menakutkan: 5 kali lebih berisiko stroke dan 80 % kasus AF tidak bergejala hingga stroke terjadi. Kabar baiknya: 70โ€“80 % risiko stroke akibat aritmia bisa dicegah jika terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Yuk, kenali jenis-jenis aritmia, gejala yang sering diabaikan, dan langkah tepat agar jantung berdetak normal kembali!

Apa Itu Aritmia dan Mengapa Bisa Terjadi?

Aritmia adalah kondisi ketika irama atau kecepatan detak jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dalam keadaan normal, jantung berdetak 60โ€“100 kali per menit dengan pola yang teratur, dikendalikan oleh pusat listrik alami jantung bernama nodus sinus. Pusat inilah yang mengatur kapan jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh.

Pada aritmia, sistem kelistrikan jantung mengalami gangguan sehingga impuls yang dihasilkan menjadi kacau. Ini bisa menyebabkan jantung:

  • Berdetak terlalu cepat (takikardia)
  • Berdetak terlalu lambat (bradikardia)
  • Berdetak tidak beraturan, seperti berhenti sejenak lalu berpacu cepat kembali

Ketidakteraturan ini membuat aliran darah tidak optimal menuju otak, paru-paru, maupun organ penting lainnya. Beberapa aritmia bersifat ringan dan hanya disadari sebagai jantung โ€œberdebarโ€, namun sebagian lainnya dapat berbahaya karena meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, atau henti jantung mendadak.

Jika gejalanya semakin sering atau terasa mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan untuk menentukan penyebab dan penanganannya sejak dini.

Menurut American Heart Association 2024, lebih dari 30 % orang dewasa di atas 40 tahun memiliki aritmia ringan, tapi hanya 10 % yang menyadarinya.

6 Jenis Aritmia Paling Umum dan Risikonya

Jenisย Aritmia Gejala Khas Risiko Stroke
Atrialย Fibrillationย (AF) Jantungย berdebarย tidakย teratur,ย lemas 5xย lebihย tinggi
Atrialย Flutter Detakย sangatย cepatย &ย teratur 3โ€“4xย lebihย tinggi
Ekstraย Sistolย (PVC/PAC) Terasaย โ€œjedarโ€ย atauย lompat Rendahย (kecualiย sering)
Takikardiaย Supraventrikularย (SVT) Detakย sangatย cepatย mendadak Rendah
Ventrikularย Takikardia Detakย cepatย +ย pusing Tinggi,ย bisaย hentiย jantung
Bradikardia Detakย <50ย bpmย +ย pingsan Rendah,ย tapiย bisaย sinkop

Gejala Aritmia yang Sering Dianggap โ€œBiasaโ€

  • Jantung berdebar tidak teratur (seperti โ€œburung berkibarโ€ di dada)
  • Detak terasa โ€œjedarโ€ atau terhenti sejenak
  • Pusing atau hampir pingsan
  • Sesak napas saat berbaring
  • Lelah ekstrem tanpa sebab jelas
  • Nyeri dada ringan atau dada โ€œberatโ€
  • Keringat dingin malam hari

80 % penderita atrial fibrillation tidak merasakan apa-apa hingga stroke terjadi.

Mengapa Aritmia Sangat Berbahaya untuk Stroke?

Aritmia bukan hanya soal jantung berdebar. Aritmia atau disritmia merupakan suatu penyakit dengan gejala palpitasi ringan hingga berat sehingga menimbulkan gangguan klinis, bahkan kematian. Pada jenis aritmia tertentu seperti atrial fibrillation, ruang serambi atas jantung tidak berkontraksi dengan baik sehingga darah tidak mengalir sempurna dan cenderung menggenang. Atrial Fibrilasi dikenal sebagai faktor risiko independen untuk kejadian serebrovaskular. Atrial Fibrilasi dikenal sebagai suatu takiaritmia supraventrikular, yang ditandai oleh adanya aktivasi yang tidak terkoordinasi pada atrium, sehingga mengakibatkan perburukan pada fungsi mekanis atrium. Pada EKG, Atrial Fibrilasi digambarkan dengan berubahnya gelombang P menjadi gelombang osilasi cepat atau fibrilasi dengan berbagai derajat ukuran, bentuk, dan waktu, berhubungan dengan suatu respon ventrikel yang irregular dan cepat pada sistem kondusksi AV yang utuh.

Kondisi ini memicu terbentuknya bekuan darah yang sewaktu-waktu bisa terlepas mengikuti aliran darah menuju otak. Jika bekuan tersebut menyumbat pembuluh darah otak, maka terjadilah stroke iskemik yang bisa muncul dalam hitungan menit.

Baca Juga:  Ekokardiografi untuk Diagnosis Kelainan Jantung

Penelitian klinis termasuk skor risiko CHAโ‚‚DSโ‚‚-VASc menunjukkan bahwa wanita berusia di atas 65 tahun dengan atrial fibrillation memiliki risiko stroke yang sangat tinggi jika tidak mendapatkan pengobatan yang memadai. Karena itulah aritmia harus dideteksi dan diobati sedini mungkin untuk mencegah komplikasi fatal.

10 Faktor Risiko Aritmia yang Harus Diwaspadai

  1. Usia >60 tahun
  2. Hipertensi
  3. Penyakit jantung koroner
  4. Diabetes
  5. Kelebihan berat badan
  6. Apnea tidur (mendengkur hebat)
  7. Minum alkohol berlebih
  8. Hipertiroid
  9. Riwayat keluarga aritmia/stroke muda
  10. Konsumsi kafein/energi drink berlebih

Cara Mencegah Aritmia & Risiko Stroke

  • Kontrol tekanan darah & gula darah sangat penting karena hipertensi dan diabetes dapat merusak pembuluh darah dan sistem kelistrikan jantung. Jika tidak dikendalikan, risiko aritmia dan stroke meningkat drastis seiring bertambahnya usia.
  • Olahraga rutin 150 menit/minggu seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda membantu menjaga irama jantung tetap stabil, meningkatkan aliran darah, dan menurunkan tekanan darah. Aktivitas fisik juga mencegah penumpukan plak yang memicu serangan jantung.
  • Hindari alkohol & berhenti merokok karena kedua kebiasaan ini mempercepat kerusakan pembuluh darah dan memicu denyut jantung tidak teratur. Nikotin dan alkohol dapat memacu impuls listrik jantung menjadi kacau sehingga memicu aritmia berat.
  • Jaga berat badan ideal untuk mengurangi beban kerja jantung. Kelebihan berat badan sering menyebabkan sleep apnea, hipertensi, dan kolesterol tinggi โ€” tiga faktor utama penyebab aritmia dan stroke.
  • Tidur 7โ€“9 jam dan atasi mendengkur, karena gangguan napas saat tidur dapat memicu penurunan oksigen dan menyebabkan jantung berdetak tidak beraturan. Kualitas tidur yang baik sangat berperan menjaga sistem kelistrikan jantung tetap stabil.
  • Batasi kafein <200 mg/hari (sekitar 1โ€“2 cangkir kopi) karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan denyut jantung, memicu rasa berdebar, dan menyebabkan aritmia terutama pada orang yang sensitif.
  • Konsumsi makanan kaya kalium & magnesium seperti pisang, alpukat, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Mineral ini membantu menjaga keseimbangan listrik jantung dan mencegah detak jantung tidak normal.
  • Cek jantung rutin mulai usia 40 untuk mendeteksi gangguan irama lebih awal. Pemeriksaan seperti EKG atau pemeriksaan tekanan darah secara berkala membantu mencegah komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung.
Baca Juga:  Kenali Penanganan Awal Atrial Septal Defect pada Bayi

Penanganan Aritmia & Pencegahan Stroke

  • Obat anti-aritmia (beta blocker, amiodarone) untuk menstabilkan irama listrik jantung
    โ€ข Obat pengencer darah (warfarin, DOAC) untuk menurunkan risiko stroke pada pasien berisiko
    โ€ข Kateter ablasi untuk menghancurkan sumber aritmia
    โ€ข Pemasangan pacemaker untuk bradikardia akibat gangguan konduksi
    โ€ข Cardioversion listrik untuk AF akut yang perlu penanganan segera

Informasi lengkap tentang aritmia dapat dibaca pada artikel gejala penyakit jantung koroner dan layanan jantung dari Primaya Hospital.

Aritmia Bisa Diam, Tapi Akibatnya Mematikan

Aritmia bukan โ€œdeg-degan biasaโ€. Ini adalah gangguan listrik jantung yang bisa mencuri nyawa tanpa peringatan. Dengan mengenali gejala awal dan memeriksakan diri sejak dini, 8 dari 10 kasus stroke akibat aritmia bisa dicegah. Mulai hari ini, perhatikan setiap โ€œiramaโ€ jantung Anda. Jika terasa tidak beraturan lebih dari beberapa menit, segera konsultasi dokter jantung.

Ingat: jantung yang berdetak teratur adalah tanda Anda masih punya waktu untuk bertindak. Jangan tunggu stroke datang โ€” kenali aritmia sekarang!

Ditinjau oleh:

dr. Michi Astuti Rehmenda Marito Sitepu, Sp.JP

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Sukabumi

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below