Jantung Anda tiba-tiba โberjedarโ tidak beraturan, terasa seperti melompat atau berhenti sejenak, lalu kembali normal. Banyak orang mengira itu โcuma deg-degan biasaโ atau โkecapekanโ. Padahal, itu bisa jadi aritmia โ gangguan irama jantung yang menjadi penyebab utama stroke mendadak pada usia muda.
Di Indonesia, 1 dari 4 kasus stroke disebabkan oleh aritmia atrium (atrial fibrillation/AF) yang tidak terdeteksi. Yang lebih menakutkan: 5 kali lebih berisiko stroke dan 80 % kasus AF tidak bergejala hingga stroke terjadi. Kabar baiknya: 70โ80 % risiko stroke akibat aritmia bisa dicegah jika terdeteksi dan ditangani sejak dini.
Yuk, kenali jenis-jenis aritmia, gejala yang sering diabaikan, dan langkah tepat agar jantung berdetak normal kembali!
Apa Itu Aritmia dan Mengapa Bisa Terjadi?
Aritmia adalah kondisi ketika irama atau kecepatan detak jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dalam keadaan normal, jantung berdetak 60โ100 kali per menit dengan pola yang teratur, dikendalikan oleh pusat listrik alami jantung bernama nodus sinus. Pusat inilah yang mengatur kapan jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh.
Pada aritmia, sistem kelistrikan jantung mengalami gangguan sehingga impuls yang dihasilkan menjadi kacau. Ini bisa menyebabkan jantung:
- Berdetak terlalu cepat (takikardia)
- Berdetak terlalu lambat (bradikardia)
- Berdetak tidak beraturan, seperti berhenti sejenak lalu berpacu cepat kembali
Ketidakteraturan ini membuat aliran darah tidak optimal menuju otak, paru-paru, maupun organ penting lainnya. Beberapa aritmia bersifat ringan dan hanya disadari sebagai jantung โberdebarโ, namun sebagian lainnya dapat berbahaya karena meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, atau henti jantung mendadak.
Jika gejalanya semakin sering atau terasa mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan untuk menentukan penyebab dan penanganannya sejak dini.
Menurut American Heart Association 2024, lebih dari 30 % orang dewasa di atas 40 tahun memiliki aritmia ringan, tapi hanya 10 % yang menyadarinya.
6 Jenis Aritmia Paling Umum dan Risikonya
| Jenisย Aritmia | Gejala Khas | Risiko Stroke |
| Atrialย Fibrillationย (AF) | Jantungย berdebarย tidakย teratur,ย lemas | 5xย lebihย tinggi |
| Atrialย Flutter | Detakย sangatย cepatย &ย teratur | 3โ4xย lebihย tinggi |
| Ekstraย Sistolย (PVC/PAC) | Terasaย โjedarโย atauย lompat | Rendahย (kecualiย sering) |
| Takikardiaย Supraventrikularย (SVT) | Detakย sangatย cepatย mendadak | Rendah |
| Ventrikularย Takikardia | Detakย cepatย +ย pusing | Tinggi,ย bisaย hentiย jantung |
| Bradikardia | Detakย <50ย bpmย +ย pingsan | Rendah,ย tapiย bisaย sinkop |
Gejala Aritmia yang Sering Dianggap โBiasaโ
- Jantung berdebar tidak teratur (seperti โburung berkibarโ di dada)
- Detak terasa โjedarโ atau terhenti sejenak
- Pusing atau hampir pingsan
- Sesak napas saat berbaring
- Lelah ekstrem tanpa sebab jelas
- Nyeri dada ringan atau dada โberatโ
- Keringat dingin malam hari
80 % penderita atrial fibrillation tidak merasakan apa-apa hingga stroke terjadi.
Mengapa Aritmia Sangat Berbahaya untuk Stroke?
Aritmia bukan hanya soal jantung berdebar. Aritmia atau disritmia merupakan suatu penyakit dengan gejala palpitasi ringan hingga berat sehingga menimbulkan gangguan klinis, bahkan kematian. Pada jenis aritmia tertentu seperti atrial fibrillation, ruang serambi atas jantung tidak berkontraksi dengan baik sehingga darah tidak mengalir sempurna dan cenderung menggenang. Atrial Fibrilasi dikenal sebagai faktor risiko independen untuk kejadian serebrovaskular. Atrial Fibrilasi dikenal sebagai suatu takiaritmia supraventrikular, yang ditandai oleh adanya aktivasi yang tidak terkoordinasi pada atrium, sehingga mengakibatkan perburukan pada fungsi mekanis atrium. Pada EKG, Atrial Fibrilasi digambarkan dengan berubahnya gelombang P menjadi gelombang osilasi cepat atau fibrilasi dengan berbagai derajat ukuran, bentuk, dan waktu, berhubungan dengan suatu respon ventrikel yang irregular dan cepat pada sistem kondusksi AV yang utuh.
Kondisi ini memicu terbentuknya bekuan darah yang sewaktu-waktu bisa terlepas mengikuti aliran darah menuju otak. Jika bekuan tersebut menyumbat pembuluh darah otak, maka terjadilah stroke iskemik yang bisa muncul dalam hitungan menit.
Penelitian klinis termasuk skor risiko CHAโDSโ-VASc menunjukkan bahwa wanita berusia di atas 65 tahun dengan atrial fibrillation memiliki risiko stroke yang sangat tinggi jika tidak mendapatkan pengobatan yang memadai. Karena itulah aritmia harus dideteksi dan diobati sedini mungkin untuk mencegah komplikasi fatal.
10 Faktor Risiko Aritmia yang Harus Diwaspadai
- Usia >60 tahun
- Hipertensi
- Penyakit jantung koroner
- Diabetes
- Kelebihan berat badan
- Apnea tidur (mendengkur hebat)
- Minum alkohol berlebih
- Hipertiroid
- Riwayat keluarga aritmia/stroke muda
- Konsumsi kafein/energi drink berlebih
Cara Mencegah Aritmia & Risiko Stroke
- Kontrol tekanan darah & gula darah sangat penting karena hipertensi dan diabetes dapat merusak pembuluh darah dan sistem kelistrikan jantung. Jika tidak dikendalikan, risiko aritmia dan stroke meningkat drastis seiring bertambahnya usia.
- Olahraga rutin 150 menit/minggu seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda membantu menjaga irama jantung tetap stabil, meningkatkan aliran darah, dan menurunkan tekanan darah. Aktivitas fisik juga mencegah penumpukan plak yang memicu serangan jantung.
- Hindari alkohol & berhenti merokok karena kedua kebiasaan ini mempercepat kerusakan pembuluh darah dan memicu denyut jantung tidak teratur. Nikotin dan alkohol dapat memacu impuls listrik jantung menjadi kacau sehingga memicu aritmia berat.
- Jaga berat badan ideal untuk mengurangi beban kerja jantung. Kelebihan berat badan sering menyebabkan sleep apnea, hipertensi, dan kolesterol tinggi โ tiga faktor utama penyebab aritmia dan stroke.
- Tidur 7โ9 jam dan atasi mendengkur, karena gangguan napas saat tidur dapat memicu penurunan oksigen dan menyebabkan jantung berdetak tidak beraturan. Kualitas tidur yang baik sangat berperan menjaga sistem kelistrikan jantung tetap stabil.
- Batasi kafein <200 mg/hari (sekitar 1โ2 cangkir kopi) karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan denyut jantung, memicu rasa berdebar, dan menyebabkan aritmia terutama pada orang yang sensitif.
- Konsumsi makanan kaya kalium & magnesium seperti pisang, alpukat, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Mineral ini membantu menjaga keseimbangan listrik jantung dan mencegah detak jantung tidak normal.
- Cek jantung rutin mulai usia 40 untuk mendeteksi gangguan irama lebih awal. Pemeriksaan seperti EKG atau pemeriksaan tekanan darah secara berkala membantu mencegah komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung.
Penanganan Aritmia & Pencegahan Stroke
- Obat anti-aritmia (beta blocker, amiodarone) untuk menstabilkan irama listrik jantung
โข Obat pengencer darah (warfarin, DOAC) untuk menurunkan risiko stroke pada pasien berisiko
โข Kateter ablasi untuk menghancurkan sumber aritmia
โข Pemasangan pacemaker untuk bradikardia akibat gangguan konduksi
โข Cardioversion listrik untuk AF akut yang perlu penanganan segera
Informasi lengkap tentang aritmia dapat dibaca pada artikel gejala penyakit jantung koroner dan layanan jantung dari Primaya Hospital.
Aritmia Bisa Diam, Tapi Akibatnya Mematikan
Aritmia bukan โdeg-degan biasaโ. Ini adalah gangguan listrik jantung yang bisa mencuri nyawa tanpa peringatan. Dengan mengenali gejala awal dan memeriksakan diri sejak dini, 8 dari 10 kasus stroke akibat aritmia bisa dicegah. Mulai hari ini, perhatikan setiap โiramaโ jantung Anda. Jika terasa tidak beraturan lebih dari beberapa menit, segera konsultasi dokter jantung.
Ingat: jantung yang berdetak teratur adalah tanda Anda masih punya waktu untuk bertindak. Jangan tunggu stroke datang โ kenali aritmia sekarang!
Ditinjau oleh:
dr. Michi Astuti Rehmenda Marito Sitepu, Sp.JP
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Primaya Hospital Sukabumi
Referensi:
- American Heart Association. About Arrhythmia. Diakses pada 5 Desember 2025. https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/about-arrhythmia
- Mayo Clinic. Atrial Fibrillation โ Symptoms and Causes. Diakses pada 5 Desember 2025. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atrial-fibrillation/symptoms-causes/syc-20350624
- European Society of Cardiology. 2020 ESC Guidelines for Atrial Fibrillation.
- Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Aritmia 2023.



