Faktor Resiko dan Gejala Penyakit Jantung Koroner

Faktor Resiko dan Gejala Penyakit Jantung Koroner

Berita terkait kematian mendadak akibat serangan jantung tidak jarang kita dengar. Bahkan serangan jantung dapat terjadi pada kelompok usia relatif muda seperti yang dialami seorang publik figur beberapa waktu terakhir.

Penyakit jantung koroner (PJK) / serangan jantung merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, mencapai 31% dari semua kematian.

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen ke otot jantung, yaitu pembuluh koroner. Penyumbatan pada umumnya terjadi karena lemak yang tertimbun pada dinding pembuluh darah tersebut.

 

Gejala-gejala serangan jantung antara lain:

Nyeri dada atau leher atau rahang (seperti ditekan atau tertindih) berlangsung lebih dari 20 menit. Disertai gejala berkeringat seluruh tubuh, mual dan muntah, sesak. Dan tidak jarang muncul rasa cemas. Masyarakat sering menggunakan istilah  ‘angin duduk’.

Agar kita dapat mencegahnya, kita harus mengetahui apa saja faktor resiko seseorang dapat menderita penyakit jantung koroner dan mengalami serangan jantung.

Berikut beberapa faktor risiko penyakit jantung tersebut, terbagi menjadi faktor resiko yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan.

Yang dapat dikendalikan

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Merokok
  • Hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi)
  • Obesitas

Yang tidak dapat dikendalikan

  • Faktor keturunan
  • Jenis kelamin (laki-laki>wanita)
  • Usia (>40 tahun)

 

Melihat faktor tersebut di atas, kita dapat mengetahui apa saja yang harus kita hindari, khususnya faktor-faktor “yang dapat dikendalikan”.

Minumlah obat antihipertensi secara teratur bila menderita hipertensi. Begitu pula bila menderita diabetes. Segeralah berhenti merokok bagi yang perokok, karena mereka yang perokok memiliki resiko 4 kali lipat lebih besar untuk terkena PJK.

Perhatikanlah pola makan Anda. Hindari makanan cepat saji yang tinggi akan lemak trans, makanan yang mengandung banyak lemak tersaturasi, dan garam. Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan serta makanan yang kaya akan serat dan antioksidan. Terakhir dan juga penting, lakukan olah raga secara benar dan teratur. Olah raga yang disarankan antara lain berjalan, jogging, sepeda, berenang, dan bermain tenis (jenis olah raga aerobik). Bagi pemula frekuensi cukup 5 kali seminggu dengan lama olahraga sekitar 30 menit. Beban sampai tercapai target denyut nadi sekitar 50-75 persen dari denyut jantung maksimal.

Periksakan juga tubuh dan jantung Anda ke dokter secara berkala agar serangan jantung dapat dicegah.

 

Narasumber:

dr. Wira Kimahesa Anggoro SpJP FIHA

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

American Heart Association WHO – Cardiovascular Diseases Incidences.

Sumber gambar : Freepic

Bagikan ke :