Diagnostic Coronary Angiography: Deteksi Penyumbatan Pembuluh Darah

Diagnostic Coronary Angiography_ Deteksi Penyumbatan Pembuluh Darah

Penyakit kardiovaskular tercatat sebagai pembunuh nomor satu di banyak negara menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tak terkecuali di Indonesia. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Pembuluh darah di sekitar jantung yang tersumbat, misalnya, bisa menyebabkan penyakit jantung koroner. Untuk mendeteksi adanya penyumbatan pembuluh darah, diagnostic coronary angiography bisa menjadi salah satu cara.

 

Mengenal Diagnostic Coronary Angiography

Diagnostic coronary angiography adalah metode pemeriksaan penyakit jantung dengan mengecek kondisi pembuluh darah yang mengarah ke jantung atau arteri koroner. Dengan diagnostic coronary angiography, dokter dapat melihat ada atau tidaknya penyumbatan/penyempitan pada pembuluh darah. Bila ada, dokter juga bisa menilai seberapa parah untuk menentukan langkah selanjutnya guna mengatasi masalah tersebut. Diagnostic coronary angiography menggunakan sinar-X dan cairan khusus untuk mendeteksi sumbatan. Prosedur ini lazim sebagai salah satu prosedur diagnosis penyakit jantung, terutama jantung koroner.

 

Siapa yang Memerlukan Diagnostic Coronary Angiography

Pasien memerlukan diagnostic coronary angiography untuk mengonfirmasi gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung. Jika mengalami gejala seperti nyeri di dada yang menjalar hingga leher, rahang, hingga lengan tanpa tahu penyebabnya, Anda mungkin perlu menjalani diagnostic coronary angiography. Orang dengan faktor risiko penyakit jantung juga dapat memperoleh manfaat diagnostic coronary angiography. Sebagai deteksi dini, pemeriksaan ini akan mempengaruhi peluang kesembuhan pasien penyakit jantung.

Baca Juga:  Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala, dan Terapi yang Tepat¬†¬†

 

Mengapa Memerlukan Diagnostic Coronary Angiography?

Diagnostic coronary angiography bukanlah satu-satunya prosedur untuk mendeteksi penyumbatan pembuluh darah. Untuk memastikan seseorang perlu memerlukannya, dokter akan menjalankan pemeriksaan dulu secara menyeluruh. Berikut ini beberapa alasan umum seseorang membutuhkan coronary angiography:

  • Mengalami gejala penyakit jantung
  • Memiliki penyakit jantung bawaan
  • Punya masalah pembuluh darah
  • Katup jantung bermasalah

Dokter mungkin juga menyarankan diagnostic coronary angiography bila pasien hendak menjalani operasi yang tak berkaitan dengan jantung tapi terdapat risiko masalah jantung dalam operasi tersebut.

 

Persiapan Sebelum Diagnostic Coronary Angiography

Untuk persiapan diagnostic coronary angiography, pasien harus berkonsultasi dulu dengan dokter jantung dan pembuluh darah. Pasien akan diminta menjalani pemeriksaan dan tes, termasuk tes darah. Pasien umumnya mesti berpuasa 6-8 jam sebelum angiography. Informasikan riwayat kesehatan secara lengkap kepada dokter dan tim medis, termasuk konsumsi obat-obatan serta alergi. Dokter akan memberi petunjuk lengkap mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan menjelang coronary angiography.

Baca Juga:  Kenali Risiko Kateterisasi Jantung, Amankah untuk Dilakukan?

 

Prosedur Diagnostic Coronary Angiography

Prosedur diagnostic coronary angiography dilakukan di rumah sakit dengan tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Selama prosedur, pasien dalam keadaan sadar. Dokter akan membantu pasien rileks dengan memberikan obat penenang. Tim dokter pertama-tama membersihkan dan memberikan anestesi lokal pada area tubuh yang akan dimasuki kateter, biasanya lengan atau pangkal paha.

Dari area itu, dokter memasukkan kateter berupa tabung tipis dan fleksibel ke pembuluh darah, lalu mengarahkannya ke jantung. Dokter menggunakan sinar-X untuk memposisikan kateter. Setelah kateter terpasang, dokter menyuntikkan zat cairan pewarna yang disebut bahan kontras ke kateter. Gambar sinar-X akan menunjukkan bagaimana pewarna itu bergerak melalui pembuluh darah. Pewarna akan membantu dokter menemukan sumbatan pada pembuluh darah.

Baca Juga:  Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta atau Sakit Jantung?

Selama prosedur, pasien tidak akan merasakan sakit. Prosedur diagnostic coronary angiography lazimnya berlangsung selama 30-60 menit. Dokter akan memeriksa hasil diagnostic coronary angiography dan menginformasikannya kepada pasien, termasuk ihwal langkah apa selanjutnya yang perlu bagi pasien. Pasien mesti menjalani pemantauan seusai prosedur selama beberapa jam. Bila tidak ada masalah, pasien dapat langsung pulang. Ikuti petunjuk dokter selama pemeriksaan demi kelancaran proses.

 

Narasumber:

dr. Tito Purbojoyo Sp.JP, FIHA

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

https://www.nhs.uk/conditions/coronary-angiography/

https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/coronary-angiography

https://www.who.int/health-topics/cardiovascular-diseases#tab=tab_1

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/indonesia-dalam-risiko-penyakit-kardiovaskular

https://www.who.int/health-topics/cardiovascular-diseases#tab=tab_1

Bagikan ke :