Banyak dari kita tumbuh dengan anggapan bahwa masalah jantung adalah sesuatu yang baru perlu dikhawatirkan saat rambut mulai memutih atau ketika kita memasuki masa pensiun. Kita sering melihat sosok kakek atau nenek yang rutin meminum obat jantung, sehingga terbentuklah stigma di masyarakat: “Saya masih muda, jantung saya pasti aman.” Namun, benarkah fakta di lapangan mendukung anggapan tersebut? Mari kita bedah lebih dalam demi kesehatan jangka panjang kita.
Mitos: Penyakit Jantung Hanya Menyerang Lansia
Banyak orang merasa tenang karena merasa tubuhnya masih bugar dan metabolisme masih tinggi. Anggapan ini sering kali membuat kelompok usia produktif (20-40 tahun) abai terhadap sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuh.
Fakta: Jantung Tidak Mengenal Usia
Realitanya, serangan jantung dan penyakit kardiovaskular kini semakin sering ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Gaya hidup modern menjadi pemicu utamanya. Pola makan tinggi lemak trans, kurangnya aktivitas fisik karena pekerjaan kantoran, tingkat stres yang tinggi, hingga paparan polusi dan kebiasaan merokok telah menggeser grafik penderita penyakit jantung ke usia yang jauh lebih awal.
Seringkali, sumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis) tidak terjadi dalam semalam. Proses ini bisa dimulai sejak usia remaja dan menumpuk perlahan tanpa gejala yang nyata hingga akhirnya mencapai titik kritis.
Mengapa “Merasa Sehat” Saja Tidak Cukup?
Penyakit jantung sering dijuluki sebagai The Silent Killer. Mengapa? Karena pada banyak kasus, gejala awal seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti. Seseorang bisa merasa sangat bugar di pagi hari, namun mengalami kondisi darurat di sore hari.
Inilah alasan mengapa deteksi dini jauh lebih berharga daripada pengobatan. Mengetahui kondisi mesin utama tubuh kita sejak dini memberikan kita kesempatan untuk melakukan intervensi gaya hidup sebelum kerusakan permanen terjadi.
Investasi Terbaik Adalah Deteksi Dini
Mencintai diri sendiri berarti berani menghadapi kenyataan tentang kondisi kesehatan kita. Melakukan pengecekan berkala bukan berarti kita sedang “mencari penyakit”, melainkan sedang menyusun strategi untuk masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Pemeriksaan jantung yang komprehensif dapat memberikan gambaran jelas mengenai kondisi ritme jantung, kesehatan pembuluh darah, hingga profil lemak tubuh Anda. Dengan data yang akurat, Anda tidak lagi menebak-nebak, melainkan melangkah dengan kepastian.
Mari Jaga Detak Jantung Anda Mulai Hari Ini
Kesehatan jantung adalah aset yang tidak bisa ditukar dengan apapun. Jangan menunggu hingga muncul keluhan, karena jantung yang sehat adalah kunci untuk terus mendampingi orang-orang tersayang lebih lama.
Kami hadir untuk membantu Anda memahami kondisi jantung Anda secara lebih mendalam melalui Paket Screening Jantung Spesifik yang dirancang dengan pendekatan personal dan nyaman. Tim dokter ahli kami akan membantu Anda membaca “pesan” dari jantung Anda dan memberikan saran terbaik sesuai profil kesehatan Anda. Ingat, deteksi dini bukan hanya tentang angka di atas kertas, tapi tentang ketenangan pikiran Anda.
Ditinjau oleh:
dr. Andini Nurkusuma Wardhani, Sp.JP
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Primaya Hospital Kelapa Gading
Referensi:
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118
- https://www.google.com/search?q=https://inaheart.or.id&authuser=2
- https://www.heart.org/



