Sering Berdebar Saat Hamil, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

Sering Berdebar Saat Hamil, Apakah Tanda Penyakit Jantung_

Tanda penyakit jantung amat beragam. Banyak orang sampai tak sadar bahwa dia memiliki penyakit jantung. Sebab, tanda-tanda itu mirip dengan gejala penyakit lain. Namun ada pula yang langsung curiga ketika mengalami gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung, seperti sering berdebar-debar. Apalagi bila gejala itu baru muncul seiring dengan perubahan pada tubuhnya.

Ibu hamil, misalnya, kerap merasa jantungnya berdebar-debar sejak trimester pertama. Padahal sebelumnya ia tak pernah mengalami hal tersebut. Terlebih bila ada keluarga atau orang di sekitarnya yang memiliki penyakit jantung dengan gejala serupa. Jantung berdebar memang salah satu tanda penyakit jantung. Namun jangan terburu-buru untuk menyimpulkan gejala itu.

 

Penyebab Berdebar Saat Hamil

Ibu hamil mengalami begitu banyak perubahan pada dirinya. Tak hanya perubahan fisik, ada pula sistem kerja tubuh yang berubah. Saat hamil, jantung akan bekerja lebih keras ketimbang sebelumnya. Tujuannya adalah meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh demi perkembangan janin.

Kian keras jantung bekerja, detak jantung pun kian cepat. Pada ibu hamil, terjadi peningkatan jumlah detak jantung hingga 10-20 kali per menit dibanding ketika belum hamil. Menjelang persalinan atau pada trimester ketiga, jantung akan lebih sering berdebar.

Baca Juga:  Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Meski demikian, ada pula kemungkinan jantung berdebar pada ibu hamil sebagai tanda penyakit jantung. Bisa jadi itu merupakan gejala aritmia takikardia atau kondisi ketika detak jantung terlalu cepat. Bisa pula penyakit jantung koroner yang dipicu sumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah di sekitar jantung.

Penyebab jantung berdebar saat hamil juga bisa berupa hal lain yang tak terkait dengan kondisi jantung, seperti:

  • Cemas dan stres berlebihan
  • Dehidrasi
  • Reaksi terhadap obat tertentu
  • Asupan makanan atau minuman tertentu, seperti kopi
  • Perubahan hormonal
  • Tekanan darah tinggi
  • Masalah tiroid

 

Apakah Jantung Berdebar Normal Saat Hamil?

Tak perlu khawatir berlebihan. Jantung berdebar lumrah bagi ibu hamil. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya sesudah melahirkan. Namun, bagi ibu hamil yang memang memiliki kondisi aritmia takikardia, perlu penanganan secara khusus oleh dokter. Konsultasikan kondisi itu ke dokter kandungan untuk mendapatkan tindakan sesuai.

Demikian pula bila ada faktor risiko penyakit jantung koroner, seperti kelebihan berat badan dan jarang berolahraga. Bisa jadi jantung berdebar itu merupakan tanda penyakit jantung. Kuncinya adalah sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan diri sendiri, termasuk pemeriksaan kehamilan.

Baca Juga:  Cegah Sakit Jantung dengan Rutin Medical Check Up Sejak Muda

Terdapat banyak faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan memicu jantung berdebar saat hamil. Contohnya:

  • Berusia 35 tahun ke atas
  • Ada kelainan jantung
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, sering begadang, dan kurang berolahraga
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Gangguan autoimun
  • Obesitas
  • Kondisi medis lain

 

Kapan Harus ke Dokter Jantung?

Pada dasarnya, jantung berdebar saat hamil adalah fenomena biasa. Tapi ada kemungkinan kondisi yang membutuhkan perawatan ekstra pada ibu hamil yang punya risiko penyakit jantung. Karena itu, ibu hamil perlu memperhatikan beberapa gejala lain yang mengiringi jantung berdebar. Gejala ini menguatkan dugaan adanya penyakit jantung atau kondisi lain yang perlu penanganan dokter jantung segera:

  • Susah bernapas, sesak napas
  • Dada terasa nyeri seperti diremas
  • Batuk berdarah
  • Denyut tak teratur
  • Napas pendek
  • Berkeringat dingin

Dokter akan memeriksa tanda penyakit jantung itu dengan mengecek riwayat kesehatan ibu. Dokter juga akan menjalankan serangkaian tes guna mengecek kondisi jantung. Bila sebelumnya pernah mendapat diagnosis masalah jantung, sebaiknya berterus terang kepada dokter. Demikian pula bila ada anggota keluarga yang punya penyakit jantung. Keterbukaan akan membantu dokter memberikan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca Juga:  Penyakit Gangguan Irama Jantung, Gejala dan Cara Mengobatinya

 

Ditinjau oleh:

dr. Roy Christian SpJP FIHA

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2095764/

https://www.nm.org/conditions-and-care-areas/cardiovascular-care/preventive-cardiology/heart-disease-and-pregnancy/cardiac-signs-and-symptoms-during-pregnancy

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20045977

https://health.usnews.com/conditions/heart-disease/articles/heart-palpitations-during-pregnancy

http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Asuhan-Kebidanan-Kehamilan-Komprehensif.pdf

Sumber Gambar : Freepic

Bagikan ke :