Penyakit Jantung Reumatik: Gejala, Penyebab dan Mengobati

Penyakit Jantung Reumatik_ Gejala, Penyebab dan Mengobati

Penyakit jantung reumatik mungkin terdengar tidak lazim di telinga sebagian besar masyarakat. Di Indonesia, prevalensi jenis penyakit jantung ini memang tidak sebesar penyakit jantung koroner. Tapi anak-anak hingga orang dewasa dapat terserang penyakit jantung rematik yang serius. Butuh perhatian lebih pada penyakit jantung rematik karena gejalanya pun sedikit berbeda dengan jenis penyakit jantung pada umumnya.

 

Mengenal Penyakit Jantung Reumatik

Penyakit jantung rematik atau rheumatic heart disease (RHD) adalah kondisi ketika katup jantung rusak dalam jangka panjang karena demam reumatik. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung rematik adalah salah satu jenis penyakit jantung yang sering terjadi pada orang berusia di bawah 25 tahun. Secara global, sebanyak 291 juta nyawa melayang akibat penyakit tersebut. Sebagian besar adalah warga negara berpendapatan kecil hingga menengah.

Penyakit jantung rematik terjadi akibat reaksi peradangan autoimun terhadap infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus A. Anak-anak paling sering mengalami penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan seumur hidup hingga kematian ini.

 

Gejala Penyakit Jantung Reumatik

Sakit tenggorokan kerap menjadi gejala awal penyakit jantung rematik. Meski begitu, banyak kemungkinan penyebab sakit tenggorokan sehingga perlu pemeriksaan oleh dokter untuk memastikannya.

Baca Juga:  Mengenal TEVAR, Tindakan Jantung Tanpa Pembedahan

Adapun gejala demam rematik yang memicu penyakit jantung rematik antara lain:

  • Demam tinggi
  • Nyeri sendi, rasa nyeri seperti bergerak dari satu titik sendi ke titik lain
  • Siku, lutut, dan pergelangan tangan/kaki membengkak dan terasa hangat saat dipegang
  • Terdapat benjolan kecil di bawah kulit yang tak terasa sakit
  • Nyeri dada
  • Jantung mendesir (murmur)
  • Gelisah, perilaku tidak biasa
  • Kecapekan

Karena penyakit rematik jantung menyerang katup jantung, gejala kerusakan katup jantung juga perlu menjadi perhatian. Di antaranya:

  • Rasa tidak nyaman pada dada
  • Jantung berdetak tak beraturan atau terlalu cepat
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Pusing seperti hendak pingsan
  • Kaki, pergelangan, dan perut membengkak

 

Penyebab Penyakit Jantung Reumatik

Penyakit jantung reumatik dapat terjadi dalam 10-20 tahun setelah infeksi bakteri Streptococcus A yang menyebabkan demam rematik. Namun tidak semua orang yang mengalami demam rematik akan terkena penyakit jantung rematik.

Bakteri Streptococcus A yang banyak menjadi penyebab penyakit jantung rematik adalah S. pyogenes, terutama di negara berkembang. Terdapat risiko infeksi bakteri ini di lingkungan yang tidak bersih. Ditambah kurangnya nutrisi dan daya tahan tubuh, seseorang dapat dengan mudah terinfeksi bakteri hingga mengalami penyakit jantung rematik.

Baca Juga:  Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan GERD?

 

Deteksi Penyakit Jantung Reumatik

Penyakit jantung rematik dapat terdeteksi dengan beragam metode pemeriksaan jantung. Namun, untuk deteksi awal, dokter akan memeriksa adanya infeksi radang tenggorokan yang dapat memicu penyakit jantung rematik. Dalam pemeriksaan fisik, dokter mungkin dapat mendeteksi suara mendesir jantung yang dapat terjadi akibat katup yang rusak.

Untuk memperkuat diagnosis, dokter bisa menjalankan serangkaian tes, seperti:

  • Echocardiogram (echo)
  • Electrocardiogram (EKG)
  • Rontgen dada
  • MRI jantung
  • Tes darah

 

Pengobatan Penyakit Jantung Reumatik

Pengobatan penyakit jantung bergantung pada seberapa besar kerusakan katup jantung. Dalam kasus yang parah, pengobatan bisa mencakup operasi untuk mengganti atau memperbaiki katup jantung yang rusak.

Pasien pun mungkin perlu menjalani operasi lebih dari sekali untuk memulihkan fungsi jantung. Ini termasuk pengobatan untuk penyakit jantung lain yang berkaitan, seperti gagal jantung dan kelainan irama jantung.

Tidak ada obat khusus untuk penyakit jantung rematik. Kerusakan katup jantung juga dapat terjadi secara permanen. Hanya ada obat pengencer darah untuk mengurangi risiko penggumpalan darah bila dibutuhkan.

Baca Juga:  Pacemaker: Alat Pacu Jantung

 

Pencegahan Penyakit Jantung Reumatik

Untuk mencegah penyakit jantung rematik, fokus yang paling utama adalah menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal serta memelihara daya tahan tubuh dengan asupan nutrisi dari gizi seimbang. Lingkungan yang bersih dengan sendirinya akan mencegah berbagai penyebab penyakit, termasuk bakteri Streptococcus yang dapat mengakibatkan penyakit jantung rematik.

Bila mengalami radang tenggorokan diikuti gejala lain yang berkaitan dengan penyakit jantung rematik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Deteksi dini sangat berperan untuk mencegah penyakit jantung reumatik berkembang lebih parah di kemudian hari.

 

Narasumber:

dr. Yusak Alfrets Porotuo, SpJP

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Primaya Hospital Karawang

 

Referensi:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK425394/

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rheumatic-heart-disease

Bagikan ke :