Kanker bukan lagi penyakit “jarang”. Di Indonesia, setiap 1 jam ada 48 orang baru terdiagnosis kanker, dan setiap tahun lebih dari 400.000 kasus baru muncul. Secara global, WHO mencatat 20 juta kasus baru dan 10 juta kematian akibat kanker pada 2022 — angka yang terus naik.
Kabar baiknya: 40–50 % kanker bisa dicegah, dan 70–80 % bisa sembuh jika terdeteksi dini. Namun, banyak orang baru berobat saat sudah stadium lanjut karena tidak tahu jenis kanker apa yang paling sering terjadi di sekitarnya.
Yuk, kenali 10 kanker paling umum di Indonesia dan dunia, gejala awal yang sering diabaikan, serta langkah pencegahan paling efektif agar Anda dan keluarga terhindar dari ancaman ini!
Ini Daftar 10 Kanker Paling Umum di Dunia (Data GLOBOCAN 2022)
| Peringkat | Jenis Kanker | Kasus Baru/Tahun | Kematian/Tahun |
| 1 | Kanker Paru | 2,48 juta | 1,8 juta |
| 2 | Kanker Payudara (Payudara Wanita) | 2,3 juta | 670.000 |
| 3 | Kanker Kolorektal | 1,93 juta | 930.000 |
| 4 | Kanker Prostat | 1,41 juta | 375.000 |
| 5 | Kanker Lambung | 1,09 juta | 769.000 |
| 6 | Kanker Serviks | 604.000 | 342.000 |
| 7 | Kanker Hati | 866.000 | 757.000 |
| 8 | Kanker Tiroid | 586.000 | 43.000 |
| 9 | Kanker Kandung Kemih | 573.000 | 212.000 |
| 10 | Kanker Limfoma Non-Hodgkin | 544.000 | 260.000 |
Ini Daftar 10 Kanker Paling Umum di Indonesia (Data Globocan & Kemenkes 2022)
| Peringkat | Jenis Kanker | Kasus Baru/Tahun | Faktor Risiko |
| 1 | Kanker Payudara | 68.858 | Obesitas, hormon, rokok, alkohol |
| 2 | Kanker Serviks | 36.633 | HPV, berganti pasangan, menikah muda, banyak melahirkan (>5), penggunaan alat kontrasepsi jangka lama |
| 3 | Kanker Paru | 34.783 | Rokok & polusi |
| 4 | Kanker Kolorektal | 34.241 | Diet tinggi daging merah, kurang serat, obesitas, alcohol, tidak ada aktifitas fisik |
| 5 | Kanker Hati | 21.400 | Hepatitis B/C, alcohol, obesitas, diabetes |
| 6 | Kanker Tiroid | 15.113 | Diet rendah yodium, radiasi, obesitas |
| 7 | Kanker Limfoma | 14.620 | Infeksi, imun lemah |
| 8 | Kanker Nasofaring | 13.500 | EBV, diet tinggi makanan yang diawetkan, alcohol, rokok |
| 9 | Kanker Ovarium | 13.336 | Genetik, terapi hormon, tidak pernah hamil/menyusui, menstruasi dini |
| 10 | Kanker Prostat | 12.267 | Usia, genetic, obesitas, merokok |
Menurut GLOBOCAN 2022, Indonesia memiliki angka kematian kanker tertinggi di ASEAN karena 70 % pasien datang di stadium 3–4.
Gejala Awal 10 Kanker Teratas yang Sering Diabaikan
- Kanker Payudara → benjolan, puting masuk atau keluar darah, kulit jeruk
- Kanker Serviks → keputihan berdarah, perdarahan setelah hubungan, perdarahan dari vagina abnormal
- Kanker Paru → batuk >3 minggu, sesak, darah di dahak, nyeri saat batuk/bernafas
- Kanker Kolorektal → BAB berdarah, BAB tidak tuntas, BB turun
- Kanker Hati → nyeri perut kanan atas, kuning, BB turun drastis
- Kanker Tiroid → benjolan leher, suara serak, sulit menelan
- Kanker Limfoma → kelenjar getah bening membesar tanpa nyeri, BB turun tanpa sebab, keringat malam, demam terus menerus
- Kanker Nasofaring → hidung tersumbat satu sisi, telinga berdenging, mimisan berulang
- Kanker Ovarium → perut kembung kronis, sering kencing
- Kanker Prostat → susah kencing, nyeri tulang pinggul
Faktor Risiko Utama Kanker di Indonesia
Kanker sering muncul akibat kombinasi faktor gaya hidup, lingkungan, dan rendahnya deteksi dini. Di Indonesia, beberapa faktor risiko terbukti menyumbang angka kejadian kanker yang terus meningkat dari tahun ke tahun:
- Rokok & tembakau (30 % semua kanker)
Kebiasaan merokok — termasuk vape dan paparan asap rokok orang lain — menjadi penyebab terbesar kanker paru, mulut, tenggorokan, pankreas, hingga kandung kemih. Tembakau mengandung lebih dari 70 zat karsinogen yang dapat merusak DNA sel dan memicu mutasi ganas. - Infeksi HPV, HBV, HCV (serviks, hati)
Virus Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks, sementara hepatitis B dan C menjadi pemicu utama kanker hati. Minimnya vaksinasi dan skrining berkontribusi pada tingginya kasus kanker terkait infeksi ini di Indonesia. - Diet tinggi daging merah & garam (kolorektal, lambung)
Konsumsi daging merah berlebihan, terutama yang diproses seperti sosis dan daging asap, meningkatkan risiko kanker kolorektal. Sementara makanan tinggi garam dan pengawet seperti ikan asin meningkatkan risiko kanker lambung. - Obesitas & kurang aktivitas fisik
Berat badan berlebih mengganggu regulasi hormon seperti insulin dan estrogen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker payudara dan kolorektal. Kurang bergerak memperburuk risiko ini. - Alkohol berlebih
Konsumsi alkohol merusak sel hati, meningkatkan estrogen, dan memicu peradangan kronis yang berkontribusi pada kanker mulut, hati, payudara, dan lainnya. Risiko meningkat semakin tinggi frekuensi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi. - Paparan bahan kimia & polusi
Paparan jangka panjang terhadap pestisida, asap industri, dan polusi udara — termasuk PM2.5 di kota besar — berkaitan erat dengan kanker paru dan berbagai kanker lainnya akibat kerusakan sel yang terus menerus. - Deteksi dini yang masih rendah
Banyak jenis kanker dapat disembuhkan jika ditemukan pada stadium awal. Namun, minimnya pemeriksaan rutin dan rendahnya kesadaran masyarakat menyebabkan sebagian besar pasien datang dengan kondisi sudah lanjut, sehingga angka kematian masih tinggi.
12 Cara Paling Efektif Mencegah Kanker
- Berhenti merokok total
- Vaksin HPV (usia 9–45 tahun) & Hepatitis B
- IVA/Pap smear & mammografi rutin
- Konsumsi sayur & buah 5 porsi/hari
- Batasi daging merah <500 g/minggu
- Olahraga 150 menit/minggu
- Jaga berat badan ideal
- Hindari alkohol
- Pap smear setiap 3 tahun, mammografi setiap 2 tahun mulai usia 40
- Kolonoskopi mulai usia 45
- Hindari paparan sinar matahari berlebih & bahan kimia karsinogen
- Screening sesuai risiko keluarga
Deteksi Dini yang Direkomendasikan
| Kanker | Usia Mulai Screening | Metode |
| Payudara | 40 tahun | Mammografi 2 tahun sekali |
| Serviks | 21–65 tahun | Pap smear/IVA/HPV DNA tiap 3 tahun |
| Kolorektal | 45 tahun | Kolonoskopi 10 tahun sekali / cek feses (FOBT atau FIT-DNA) tiap 5 tahun |
| Paru | 50–80 th + perokok | Low-dose CT scan tahunan |
| Prostat | 50 tahun | PSA + colok dubur tiap 2 tahun |
Informasi lengkap tentang kanker dapat dibaca pada artikel layanan onkologi dan deteksi dini kanker payudara dari Primaya Hospital.
Kanker Bisa Dicegah, Bukan Ditakuti
Kanker bukan “takdir” yang tidak bisa diubah. Dengan berhenti merokok, vaksinasi, screening rutin, dan gaya hidup sehat, mayoritas kanker bisa dicegah. Mulai hari ini, jadwalkan pemeriksaan sesuai usia, perbanyak sayur-buah, dan bergeraklah.
Ingat: kanker paling berbahaya adalah yang tidak terdeteksi. Deteksi dini = peluang sembuh hingga 90 %. Jangan tunggu gejala — bertindaklah sekarang untuk masa depan bebas kanker!
Ditijau oleh:
dr. Fauzan Herdian, Sp.Onk.Rad
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi
Primaya Hospital Bekasi Barat
Referensi:
- GLOBOCAN 2022 – International Agency for Research on Cancer (IARC). Diakses pada 5 Desember 2025. https://gco.iarc.fr/today/home
- World Health Organization. Cancer Fact Sheet 2024. Diakses pada 5 Desember 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
- Kementerian Kesehatan RI. Profil Kanker Indonesia 2023.
- Indonesian Cancer Foundation. Data Kanker Nasional 2023.



