Yuk, Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kanker yang tersering menyerang wanita dan merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kanker payudara timbul akibat pertumbuhan yang cepat dari sel abnormal di payudara. Bila tidak segera diobati, kanker payudara bisa menyebar ke tulang, paru, hati dan otak. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan dokter.

Siapa saja yang berisiko terkena kanker payudara? Menurut dr. Tiur Herlina Juliana Situmorang, Sp.B – Dokter Spesialis Bedah Umum dari Primaya Evasari Hospital, faktor risiko dapat dirunut dari riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker payudara. Mengenai gejala timbulnya penyakit ini, biasanya karena pertambahan usia (> 30 tahun), menstruasi pertama pada usia kurang dari 12 tahun. Selain itu kanker payudara umumnya tumbuh juga pada perempuan yang mengalami menopouse pada usia mulai dari 55 tahun. Wanita yang tak memiliki anak atau mengalami kehamilan pada usia dari 30 tahun, dan tidak menyusui juga berisiko.

Baca Juga:  Cukupi Nutrisi Untuk Pertumbuhan Gigi pada Bayi

“Sementara kebiasaan mengonsumsi alkohol, merokok, kebiasaan konsumsi makanan berlemak juga merupakan risikonya. Penggunaan terapi pengganti hormon dalam jangka panjang dapat memicu kanker payudara. Pernah ada riwayat operasi payudara atau tumor di daerah payudara, dan pernah menjalani pengobatan/radiasi di daerah dada merupakan indikator kanker payudara juga.” Dokter Tiur, Spesialis Bedah Umum berkata. Oleh sebab itu, perlu untuk melakukan deteksi dini kanker payudara.

Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kanker yang paling mudah di deteksi. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Pemeriksaan ini harus dilakukan setiap satu bulan sekali. Jika masih mengalami menstruasi, SADARI dilakukan pada 7-10 hari setelah menstruasi dimulai. Namun jika Anda sudah menopouse SADARI dapat dilakukan kapan saja. “SADARI adalah cara mudah untuk mendeteksi kanker  payudara sedini mungkin,” tandas dokter spesialis bedah umum tersebut.

deteksi dini kanker payudara, rumah sakit evasari awal bros

deteksi dini kanker payudara, Primaya Evasari Hospital

SADARI tidak sulit untuk dilakukan. Perhatikan langkah-langkah untuk melakukan SADARI berikut:

  1. Berdiri di depan cermin dalam keadaan pakaian yang terbuka dan pastikan pencahayaan ruangan baik.
  2. Setelah itu taruh lengan di samping tubuh, perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, serta bentuk puting payudara.
  3. Kemudian letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat, sambil perhatikan payudara Anda dari kiri ke kanan juga sebaliknya.
  4. Selanjutnya, membungkuklah di depan cermin, hingga payudara Anda terjulur ke bawah.
  5. Perhatikan dan raba untuk mengetahui apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
  6. Tautkan tangan di belakang kepala untuk kemudian tekan ke dalam. Periksalah kedua payudara Anda, termasuk di bagian bawah.
  7. Tekan secara perlahan area puting payudara dengan menggunakan jari telunjuk dan jempol.
  8. Cermati kembali, apakah ada sekresi, seperti darah yang keluar dari puting Anda.
Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Normal Agar Berjalan Lancar

Selain melalui SADARI, kanker payudara juga dapat ditandai dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • Benjolan pada payudara
  • Keluar cairan dari puting, terutama berwarna merah
  • Puting tertarik ke dalam
  • Pada tahap lanjut, kulit payudara akan terlihat kasar, seperti kulit jeruk
  • Bentuk payudara menjadi asimetri

Primaya Evasari Hospital memiliki layanan unggulan Woman and Children Center. Pusat Kesehatan Ibu dan Anak tersebut menjaga kesehatan tubuh dan sistem reproduksi sejak dini. Dapat dilakukan USG (ultrasonografi) dan mamografi untuk mendeteksi keberadaan kanker payudara dalam proses general check-up yang dilakukan setiap tahunnya oleh para wanita.

 

Ilustrasi gambar oleh Brooke Cagle. dan Freepic

Bagikan ke :