• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Obat Kanker: Apa Saja Pilihan yang Tersedia

Obat kanker

Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO),ย tercatat hampir 10 juta kematian akibat kanker pada 2022. Banyak orang mengira tidak ada obat kanker, tapi penyakit ini bisa dihilangkan sepenuhnya jika terdeteksi dan tertangani secara efektif sejak dini. Berikut ini artikel yang mengulasnya.

Mengenal Kanker

Kanker adalah suatu kondisi ketika sekelompok sel di dalam tubuh mulai tumbuh secara ganas dan tidak terkendali. Normalnya, sel akan tumbuh, membelah, dan mati dengan teratur sesuai instruksi genetiknya. Kanker terjadi ketika proses ini tak berjalan sebagaimana mestinya sehingga sel terus membelah tak terkendali dan menyerang jaringan di sekitarnya, bahkan menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem getah bening. Obat kanker berfungsi mencegah perkembangan kondisi ini.

Menurut American Cancer Society, kanker dapat muncul di hampir semua bagian tubuh dan diistilahkan berdasarkan asalnya, seperti kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker usus besar. Meski obat kanker untuk tiap jenis itu bisa saja sama, diagnosis dan penanganannya bisa berbeda, termasuk dengan mempertimbangkan tingkat keparahan/stadium kanker yang diderita.

Data di Amerika tahun 2025, tiga jenis kanker yang umum pada pria adalah kanker prostat, melanoma kulit dan kanker kolorektal. Sedangkan 3 kanker utama pada wanita adalah kanker payudara, kanker Rahim dan kanker tiroid.

Ada lebih dari 100 jenis kanker yang dibedakan menjadi dua kategori utama: kanker padat dan kanker darah. Kanker padat, misalnya kanker payudara atau kanker paru-paru, tumbuh dalam massa yang dapat terlihat atau teraba. Sedangkan kanker darah, seperti leukemia, tidak membentuk benjolan dan lebih merusak sel-sel darah di dalam tubuh.

Kanker bisa terjadi karena faktor genetik, bisa juga dipicu mutasi yang terjadi akibat faktor seperti penggunaan produk tembakau, radiasi, virus, bahan kimia karsinogen, obesitas, hormon, peradangan kronis, dan kurangnya aktivitas fisik.

Jenis-jenis Kanker, Apa yang Paling Mematikan?

Data di Indonesia terdapat empat kanker terbanyak yaitu kanker payudara, serviks, patu dan kolorektal.

Kanker diklasifikasikan berdasarkan asal jaringan atau sel tempatnya berasal. Secara garis besar, ada lima kelompok yang mencakup:

  • Karsinoma: jenis kanker paling umum yang berasal dari jaringan epitel yang melapisi organ dalam dan kulit (misalnya, kanker payudara, paru-paru, prostat, usus besar).
  • Sarkoma: relatif langka, berasal dari jaringan ikat seperti tulang, otot, lemak, dan tulang rawan (misalnya osteosarkoma, liposarkoma).
  • Leukemia: kanker sel darah di mana sel darah putih dihasilkan secara berlebihan, dimulai dari sumsum tulang tempat tubuh memproduksi darah.
  • Limfoma dan myeloma: dimulai dari sel-sel sistem kekebalan (limfosit). Limfoma mempengaruhi kelenjar getah bening, sementara myeloma menyerang sel plasma di sumsum tulang.
  • Kanker sistem saraf pusat: berasal dari jaringan otak dan sumsum tulang belakang.
Baca Juga:  Badan Meriang dan Pegal Linu, Gejala Penyakit Apa?

Lalu kanker apa yang paling berbahaya dan mematikan? Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, kanker paru-paru masih menjadi jenis kanker yang paling mematikan dengan angka kematian 1,8 juta per tahun. Tingkat kematiannya yang tinggi dikaitkan dengan sifat agresif penyakitnya dan diagnosis yang seringkali terlambat, misalnya lantaran gejala seperti batuk kronis yang sering diabaikan.

Pilihan Obat Kanker yang Tersedia

Obat kanker tidak seperti obat pada umumnya yang diminum atau disuntikkan untuk menangkal penyebab dalam tubuh. Strategi pengobatan kanker saat ini mengalami pergeseran paradigma dari kemoterapi konvensional ke terapi presisi (presision medicine), seperti terapi target dan immunoterapi.

Pada tahun 2025, FDA menyetujui pendekatan Imunoonkologi dan terapi presisi termasuk penghambat pos pemeriksaan Imun (Imun checkpoint inhibitor), terapi berbasis antibodi (monoclonal antibody), konjugat obat antibodi (antibody drug conjugate), pengaktifan sel T (car T cell therapy) dan molekul kecil yang ditargetkan (small molecule targeted therapy) sehingga saat ini pemeriksaan biomarker menjadi sangat penting.

Pembedahan

Ini obat kanker yang paling efektif untuk kanker yang belum menyebar. Tujuannya adalah mengangkat tumor secara fisik beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya untuk memastikan sel kanker tidak tertinggal. Teknik bedah kanker terus berkembang, dari bedah terbuka konvensional hingga bedah laparoskopi (minimal invasif) dan bedah robotik yang lebih presisi dengan pemulihan lebih cepat.

Kemoterapi

Penggunaan obat sitotoksik untuk membunuh sel yang membelah cepat, termasuk sel kanker. Masalahnya, obat ini juga menyerang sel normal yang membelah cepat seperti di folikel rambut, sumsum tulang, dan saluran pencernaan, sehingga menimbulkan efek samping seperti rambut rontok, mual, dan penurunan sel darah.

Radioterapi

Pemanaatan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X atau proton) untuk merusak DNA sel kanker sehingga menghambat pertumbuhan dan pembelahannya. Dengan teknologi radioterapi yang kian canggih, pengiriman dosis radiasi bisa lebih presisi dengan meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya.

Baca Juga:  Jangan Panik! Menangani Demam dengan Bijak dan Efektif

Terapi Target

Terapi target dirancang khusus untuk menyerang molekul atau gen spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan penyebaran kanker. Dengan begitu, risiko kerusakan jaringan pada area di sekitar tumor bisa dihindari.

Imunoterapi

Imunoterapi adalah metode peningkatan sistem kekebalan tubuh sendiri untuk melawan kanker. Dengan obat ini, sistem imun tubuh dilatih untuk mengenali dan menyerang sel kanker. Terapi ini dianggap efektif dan menjanjikan, bahkan penelitinya diganjar dengan Hadiah Nobelย pada 2018.

Terapi Hormon

Digunakan untuk kanker yang pertumbuhannya dipicu hormon, seperti kanker payudara dan prostat. Obat-obatan ini bekerja dengan memblokir produksi hormon atau menghalangi aksinya pada sel kanker.

Transplantasi Sel Punca (Stem Cell)

Prosedur ini memungkinkan pemberian kemoterapi dosis sangat tinggi untuk menghancurkan sumsum tulang yang mengandung kanker (seperti pada leukemia atau myeloma), kemudian mentransfusikan sel punca sehat (dari diri sendiri atau donor) untuk membentuk kembali sumsum tulang sehingga pasien bisa bertahan dengan sumsum tulang yang sehat.

Kesimpulan

Dengan adanya lebih dari seratus jenis kanker yang telah diidentifikasi, pemahaman mendalam dan penelitian yang terus-menerus diperlukan untuk menciptakan obat kanker dan pengobatan yang lebih efektif. Berbagai pilihan terapi yang tersedia saat ini memberikan harapan bagi banyak pasien kanker. Penting bagi kita untuk tetap waspada dan mendukung upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker agar dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit ini.

Ditinjau oleh:

DR. dr. Sahyuddin, Sp. PD, KHOM

Spesialis Penyakit Dalam KOnsultan Hemato Onkologi

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below