• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Kanker Rahim: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Kanker Rahim

Di samping kanker payudara dan kanker serviks, kaum Hawa mesti waspada terhadap kanker rahim. Kanker rahim adalah kanker yg menyerang kandungan/rahim perempuan. Menurut International Gynecologic Cancer Society, kanker rahim menempati peringkat ke-6 sebagai kanker yang paling umum terjadi pada perempuan di seluruh dunia dan yang paling banyak adalah kanker endometrium. Karena itu, diperlukan kesadaran akan gejala kanker rahim dan pentingnya deteksi dini seperti dijelaskan dalam artikel berikut ini yang berfokus pada kanker endometrium.

Kanker Rahim

Apa Itu Kanker Rahim?

Kanker rahim adalah kondisi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di dalam rahim atau uterus. Rahim sendiri merupakan organ reproduksi perempuan berbentuk buah pir tempat janin berkembang selama kehamilan.

Rahim memiliki lapisan dalam yang akan menebal dalam setiap siklus menstruasi. Jika tidak terjadi kehamilan, lapisan ini akan luruh. Namun, dalam kondisi tertentu, sel-sel di lapisan ini bisa mengalami perubahan susunan dan bentuk sel dan berkembang menjadi kanker.

Berdasarkan tipe jaringan tempat sel kanker pertama kali muncul, penyakit ini terbagi menjadi dua kelompok utama:

Kanker Endometrium

Seperti dijelaskan dalam BMJ Best Practice, kanker endometrium terjadi ketika sel-sel di lapisan endometrium tumbuh secara tidak terkendali. Endometrium adalah lapisan dinding dalam rahim tempat sel telur yang dibuahi menempel.

Pertumbuhan itu dipicu berbagai faktor, terutama ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Paparan estrogen yang tinggi tanpa diimbangi progesteron yang cukup dapat merangsang pertumbuhan berlebihan pada lapisan rahim. Dalam jangka panjang, pertumbuhan ini dapat berkembang menjadi kanker.

Sarkoma Uterus

Jenis kanker rahim ini tergolong jauh lebih jarang, yaitu kurang dari 5 persen dari total kasus. Dalam kasus ini, tumor ganas sarkoma berkembang pada miometrium (lapisan otot rahim) atau jaringan ikat penyokong rahim. Kanker ini umumnya lebih agresif dibanding kanker endometrium.

Ketika membicarakan kanker rahim, biasanya orang-orang mengacu pada kanker endometrium daripada sarkoma uterus karena lebih sering terjadi.

Gejala Kanker Rahim

Untuk meningkatkan peluang sembuh, penting untuk melakukan deteksi dini terhadap gejala kanker rahim. Berikut ini beberapa gejala yang paling umum:

Perdarahan abnormal

Gejala kanker rahim yang paling khas dan sering muncul adalah perdarahan abnormal dari vagina. Data dari National Cancer Institute menunjukkan sekitar 90 persen kasus kanker endometrium terdeteksi melalui keluhan perdarahan abnormal ini.

Perdarahan ini bisa berupa:

  • Haid yang lebih lama atau lebih banyak
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi
  • Perdarahan setelah menopause

Keputihan tidak normal

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Bayi Kembar

Cairan vagina yang encer, berwarna cokelat, kecokelatan bercampur darah, atau berbau tidak sedap meskipun tanpa disertai rasa gatal.

Nyeri panggul

Rasa kram berulang, nyeri tumpul pada area panggul, atau rasa sakit yang tak kunjung reda di bawah perut yang tidak terkait dengan siklus haid harian.

Penurunan berat badan tanpa sebab

Gejala ini sering muncul ketika kanker sudah berkembang. Berat badan bisa melorot signifikan tanpa penyebab yg jelas.

Gangguan buang air

Dalam stadium lebih lanjut, bisa terjadi tekanan pada organ sekitar termasuk saluran kemih yang menyebabkan gangguan seperti kesulitan atau rasa sakit saat buang air kecil serta munculnya sensasi penuh pada rongga panggul akibat pembesaran volume rahim.

Nyeri Saat Berhubungan Seksual

Rasa tidak nyaman atau nyeri tekan di dalam vagina saat melakukan aktivitas seksual.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab kanker rahim bersifat multifaktorial atau kombinasi sejumlah faktor. Berikut ini di antaranya:

Obesitas

Obesitas menjadi salah satu faktor risiko utama. Perempuan dengan berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko hingga tiga kali lebih tinggi terkena kanker endometrium dibanding perempuan dengan berat badan ideal. Terkait dengan obesitas, diabetes melitus juga terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kanker endometrium.

Usia

Sebagian besar kasus kanker rahim terjadi pada perempuan berusia di atas 50 tahun atau telah memasuki masa menopause.

Riwayat keluarga

Adanya sindrom genetik seperti Lynch syndrome dalam riwayat keluarga meningkatkan risiko kanker rahim secara signifikan.

Gangguan menstruasi

Perempuan dengan siklus haid yang tidak teratur atau tidak pernah mengalami kehamilan lebih berisiko terhadap kanker ini.

Diagnosis Kanker Rahim

Berbeda dengan banyak jenis kanker lain, kanker rahim sering terdeteksi lebih awal karena gejalanya muncul sejak tahap awal, terutama berupa perdarahan abnormal. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

Pemeriksaan Fisik dan Panggul

Dokter memeriksa organ reproduksi bagian luar dan dalam secara manual untuk mengamati adanya perubahan ukuran atau benjolan pada rahim dan ovarium.

USG Transvaginal

Prosedur pencitraan dengan memasukkan perangkat ultrasonografi kecil ke dalam vagina guna mengukur ketebalan serta menilai tekstur dan ketebalan lapisan endometrium.

Biopsi dan Kuretase Endometrium

Pengambilan sampel jaringan kecil dari dinding rahim menggunakan alat biopsi atau kuret tanpa operasi besar. Sampel ini kemudian dianalisis di laboratorium di bawah mikroskop.

Histeroskopi

Jika dari biopsi itu belum bisa diambil kesimpulan, dokter memasukkan teleskop kecil berkamera ke dalam rahim untuk melihat kondisi dinding rahim secara langsung lalu mengambil sampel jaringan yang lebih representatif untuk diperiksa.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Normal Agar Berjalan Lancar

Pencitraan Lanjutan (CT Scan/MRI)

Digunakan untuk memetakan luas penyebaran tumor, apakah masih terbatas di dalam rongga rahim atau sudah menginvasi kelenjar getah bening dan organ panggul lain.

Biopsi merupakan standar emas dalam diagnosis karena hanya melalui pemeriksaan jaringan kanker dapat dipastikan secara definitif

Pengobatan Kanker Rahim

Penanganan kanker rahim bergantung pada stadium, kondisi pasien, dan jenis kanker. Pilihannnya antara lain:

Operasi

Ini adalah penanganan utama untuk kanker endometrium, terutama pada stadium awal. Biasanya meliputi:

  • Pengangkatan rahim (histerektomi)
  • Pengangkatan ovarium dan tuba falopi

Sebagian besar kasus stadium awal dapat sembuh hanya dengan operasi.

Radioterapi

Penggunaan sinar-X berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi atau sebagai terapi utama jika operasi tidak mungkin dilakukan.

Kemoterapi

Biasanya diilakukan pada stadium lanjut atau jika kanker telah menyebar. Obat kemoterapi bekerja dengan menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Terapi hormon

Obat-obatan seperti progestin digunakan untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker endometrium. Opsi ini kadang dipertimbangkan bagi pasien muda yang masih ingin mempertahankan kesuburan pada stadium sangat awal.

Imunoterapi

Pendekatan terbaru yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker, terutama pada stadium lanjut.

Sebagian besar kasus kanker rahim berhasil terdeteksi pada stadium awal karena gejalanya yang cukup khas. Tingkat keberhasilan pengobatannya cukup tinggi jika ditemukan sejak dini. Jika merasa ada gejala kanker rahim, sebaiknya segera datangi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ditijau oleh

dr. Marihot Pasaribu, M. Kes, Sp.OG, Subsp. Onk – Onkologi Kebidanan

Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Onkologi

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below