Di samping kanker payudara dan kanker serviks, kaum Hawa mesti waspada terhadap kanker rahim. Kanker rahim adalah kanker yg menyerang kandungan/rahim perempuan. Menurut International Gynecologic Cancer Society, kanker rahim menempati peringkat ke-6 sebagai kanker yang paling umum terjadi pada perempuan di seluruh dunia dan yang paling banyak adalah kanker endometrium. Karena itu, diperlukan kesadaran akan gejala kanker rahim dan pentingnya deteksi dini seperti dijelaskan dalam artikel berikut ini yang berfokus pada kanker endometrium.
Apa Itu Kanker Rahim?
Kanker rahim adalah kondisi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di dalam rahim atau uterus. Rahim sendiri merupakan organ reproduksi perempuan berbentuk buah pir tempat janin berkembang selama kehamilan.
Rahim memiliki lapisan dalam yang akan menebal dalam setiap siklus menstruasi. Jika tidak terjadi kehamilan, lapisan ini akan luruh. Namun, dalam kondisi tertentu, sel-sel di lapisan ini bisa mengalami perubahan susunan dan bentuk sel dan berkembang menjadi kanker.
Berdasarkan tipe jaringan tempat sel kanker pertama kali muncul, penyakit ini terbagi menjadi dua kelompok utama:
Kanker Endometrium
Seperti dijelaskan dalam BMJ Best Practice, kanker endometrium terjadi ketika sel-sel di lapisan endometrium tumbuh secara tidak terkendali. Endometrium adalah lapisan dinding dalam rahim tempat sel telur yang dibuahi menempel.
Pertumbuhan itu dipicu berbagai faktor, terutama ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Paparan estrogen yang tinggi tanpa diimbangi progesteron yang cukup dapat merangsang pertumbuhan berlebihan pada lapisan rahim. Dalam jangka panjang, pertumbuhan ini dapat berkembang menjadi kanker.
Sarkoma Uterus
Jenis kanker rahim ini tergolong jauh lebih jarang, yaitu kurang dari 5 persen dari total kasus. Dalam kasus ini, tumor ganas sarkoma berkembang pada miometrium (lapisan otot rahim) atau jaringan ikat penyokong rahim. Kanker ini umumnya lebih agresif dibanding kanker endometrium.
Ketika membicarakan kanker rahim, biasanya orang-orang mengacu pada kanker endometrium daripada sarkoma uterus karena lebih sering terjadi.
Gejala Kanker Rahim
Untuk meningkatkan peluang sembuh, penting untuk melakukan deteksi dini terhadap gejala kanker rahim. Berikut ini beberapa gejala yang paling umum:
Perdarahan abnormal
Gejala kanker rahim yang paling khas dan sering muncul adalah perdarahan abnormal dari vagina. Data dari National Cancer Institute menunjukkan sekitar 90 persen kasus kanker endometrium terdeteksi melalui keluhan perdarahan abnormal ini.
Perdarahan ini bisa berupa:
- Haid yang lebih lama atau lebih banyak
- Perdarahan di luar siklus menstruasi
- Perdarahan setelah menopause
Keputihan tidak normal
Cairan vagina yang encer, berwarna cokelat, kecokelatan bercampur darah, atau berbau tidak sedap meskipun tanpa disertai rasa gatal.
Nyeri panggul
Rasa kram berulang, nyeri tumpul pada area panggul, atau rasa sakit yang tak kunjung reda di bawah perut yang tidak terkait dengan siklus haid harian.
Penurunan berat badan tanpa sebab
Gejala ini sering muncul ketika kanker sudah berkembang. Berat badan bisa melorot signifikan tanpa penyebab yg jelas.
Gangguan buang air
Dalam stadium lebih lanjut, bisa terjadi tekanan pada organ sekitar termasuk saluran kemih yang menyebabkan gangguan seperti kesulitan atau rasa sakit saat buang air kecil serta munculnya sensasi penuh pada rongga panggul akibat pembesaran volume rahim.
Nyeri Saat Berhubungan Seksual
Rasa tidak nyaman atau nyeri tekan di dalam vagina saat melakukan aktivitas seksual.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab kanker rahim bersifat multifaktorial atau kombinasi sejumlah faktor. Berikut ini di antaranya:
Obesitas
Obesitas menjadi salah satu faktor risiko utama. Perempuan dengan berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko hingga tiga kali lebih tinggi terkena kanker endometrium dibanding perempuan dengan berat badan ideal. Terkait dengan obesitas, diabetes melitus juga terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kanker endometrium.
Usia
Sebagian besar kasus kanker rahim terjadi pada perempuan berusia di atas 50 tahun atau telah memasuki masa menopause.
Riwayat keluarga
Adanya sindrom genetik seperti Lynch syndrome dalam riwayat keluarga meningkatkan risiko kanker rahim secara signifikan.
Gangguan menstruasi
Perempuan dengan siklus haid yang tidak teratur atau tidak pernah mengalami kehamilan lebih berisiko terhadap kanker ini.
Diagnosis Kanker Rahim
Berbeda dengan banyak jenis kanker lain, kanker rahim sering terdeteksi lebih awal karena gejalanya muncul sejak tahap awal, terutama berupa perdarahan abnormal. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
Pemeriksaan Fisik dan Panggul
Dokter memeriksa organ reproduksi bagian luar dan dalam secara manual untuk mengamati adanya perubahan ukuran atau benjolan pada rahim dan ovarium.
USG Transvaginal
Prosedur pencitraan dengan memasukkan perangkat ultrasonografi kecil ke dalam vagina guna mengukur ketebalan serta menilai tekstur dan ketebalan lapisan endometrium.
Biopsi dan Kuretase Endometrium
Pengambilan sampel jaringan kecil dari dinding rahim menggunakan alat biopsi atau kuret tanpa operasi besar. Sampel ini kemudian dianalisis di laboratorium di bawah mikroskop.
Histeroskopi
Jika dari biopsi itu belum bisa diambil kesimpulan, dokter memasukkan teleskop kecil berkamera ke dalam rahim untuk melihat kondisi dinding rahim secara langsung lalu mengambil sampel jaringan yang lebih representatif untuk diperiksa.
Pencitraan Lanjutan (CT Scan/MRI)
Digunakan untuk memetakan luas penyebaran tumor, apakah masih terbatas di dalam rongga rahim atau sudah menginvasi kelenjar getah bening dan organ panggul lain.
Biopsi merupakan standar emas dalam diagnosis karena hanya melalui pemeriksaan jaringan kanker dapat dipastikan secara definitif
Pengobatan Kanker Rahim
Penanganan kanker rahim bergantung pada stadium, kondisi pasien, dan jenis kanker. Pilihannnya antara lain:
Operasi
Ini adalah penanganan utama untuk kanker endometrium, terutama pada stadium awal. Biasanya meliputi:
- Pengangkatan rahim (histerektomi)
- Pengangkatan ovarium dan tuba falopi
Sebagian besar kasus stadium awal dapat sembuh hanya dengan operasi.
Radioterapi
Penggunaan sinar-X berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi atau sebagai terapi utama jika operasi tidak mungkin dilakukan.
Kemoterapi
Biasanya diilakukan pada stadium lanjut atau jika kanker telah menyebar. Obat kemoterapi bekerja dengan menghentikan pertumbuhan sel kanker.
Terapi hormon
Obat-obatan seperti progestin digunakan untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker endometrium. Opsi ini kadang dipertimbangkan bagi pasien muda yang masih ingin mempertahankan kesuburan pada stadium sangat awal.
Imunoterapi
Pendekatan terbaru yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker, terutama pada stadium lanjut.
Sebagian besar kasus kanker rahim berhasil terdeteksi pada stadium awal karena gejalanya yang cukup khas. Tingkat keberhasilan pengobatannya cukup tinggi jika ditemukan sejak dini. Jika merasa ada gejala kanker rahim, sebaiknya segera datangi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Ditijau oleh
dr. Marihot Pasaribu, M. Kes, Sp.OG, Subsp. Onk – Onkologi Kebidanan
Spesialis Kebidanan dan Kandungan Subspesialis Onkologi
Primaya Hospital Bekasi Timur
Referensi
- Signs & Symptoms Endometrial Cancer. https://www.training.seer.cancer.gov/cervical-uterine/uterus/intro/symptoms.html. Diakses 10 September 2026
- Endometrial Cancer Causes, Risk Factors, and Prevention. https://prod.cancer.org/content/dam/CRC/PDF/Public/8610.00.pdf. Diakses 10 September 2026
- Endometrial cancer. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/266. Diakses 10 September 2026
- Endometrial Cancer: A Review. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41973450/. Diakses 10 September 2026
- Uterine Cancer. https://igcs.org/uterine/. Diakses 10 September 2026
- Endometrial Cancer. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525981/. Diakses 10 September 2026
- Uterine Sarcoma. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16408-uterine-sarcoma. Diakses 10 September 2026
- Endometrial Cancer Treatment (PDQ®)–Patient Version. https://www.cancer.gov/types/uterine/patient/endometrial-treatment-pdq. Diakses 10 September 2026
- Cancer of the corpus uteri: A 2025 update. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12411821/. Diakses 10 September 2026
- Endometrial cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometrial-cancer/symptoms-causes/syc-20352461. Diakses 10 September 2026


