Masa setelah melahirkan adalah periode transisi penting yang sering penuh tantangan bagi ibu baru. Di Indonesia, banyak ibu mengalami kelelahan fisik berat, luka nifas, serta tekanan mental seperti baby-blues atau depresi karena kurang dukungan dan informasi. Data Kemenkes menunjukkan komplikasi nifas masih menjadi penyebab kematian ibu signifikan, sementara depresi pasca melahirkan memengaruhi 10 hingga 20 persen ibu.
Padahal, pemulihan yang baik bisa dicapai dengan perawatan sederhana, nutrisi tepat, istirahat cukup, dan dukungan keluarga. Kesehatan fisik dan mental ibu saling terkait: tubuh kuat mendukung pikiran tenang, dan sebaliknya. Dengan langkah tepat, ibu bisa pulih optimal dalam 6 hingga 8 minggu, siap merawat bayi dengan penuh energi.
Artikel ini membahas mendalam cara menjaga kesehatan fisik seperti involusi rahim dan luka lahiran, kesehatan mental dari stres hingga depresi, nutrisi esensial, aktivitas aman, tanda bahaya, pencegahan komplikasi, serta kapan harus segera ke dokter agar masa nifas menjadi waktu pemulihan menyenangkan bagi ibu dan keluarga.
Mengenal Masa Nifas dan Pemulihan Ibu
Masa nifas atau puerperium adalah periode pemulihan penting yang berlangsung selama sekitar 6 hingga 8 minggu setelah persalinan, baik persalinan normal maupun operasi sesar. Pada fase ini, tubuh ibu mengalami proses involusi, yaitu kembalinya organ-organ reproduksi dan sistem tubuh ke kondisi sebelum hamil. Proses ini berlangsung bertahap dan dipengaruhi oleh faktor seperti jenis persalinan, kondisi kesehatan ibu, nutrisi, serta dukungan fisik dan emosional dari lingkungan sekitar.
Selama masa nifas, tubuh tidak hanya beradaptasi secara fisik, tetapi juga mengalami perubahan hormonal besar yang berdampak pada kondisi mental dan emosional ibu. Oleh karena itu, masa ini sering disebut sebagai periode kritis yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari tenaga kesehatan maupun keluarga.
Perubahan fisik utama:
- Rahim mengecil dari sekitar 1 kilogram setelah melahirkan menjadi ±100 gram pada akhir masa nifas. Proses ini terjadi secara bertahap melalui kontraksi rahim, yang sering dirasakan sebagai kram terutama saat menyusui karena pengaruh hormon oksitosin.
- Luka bekas pelepasan plasenta di dalam rahim mulai sembuh. Area ini awalnya berupa permukaan luka terbuka yang secara alami akan menutup kembali, namun tetap rentan terhadap infeksi bila kebersihan tidak terjaga.
- Lokhia atau darah nifas keluar bertahap. Awalnya berwarna merah (lokhia rubra), kemudian berubah menjadi kecokelatan atau kekuningan (lokhia serosa), dan akhirnya menjadi putih bening (lokhia alba). Proses ini bisa berlangsung hingga 4–6 minggu dan merupakan bagian normal dari pembersihan rahim.
- Payudara mulai memproduksi ASI. Pada awalnya, payudara terasa penuh, kencang, dan kadang nyeri akibat peningkatan aliran darah dan produksi ASI. Proses ini akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi seiring waktu.
- Hormon estrogen dan progesteron turun drastis setelah persalinan. Penurunan hormon ini memicu berbagai perubahan, mulai dari penyusutan rahim, berhentinya kehamilan, hingga memengaruhi suasana hati, elastisitas kulit, dan kondisi rambut.
Perubahan mental:
- Fluktuasi emosi sangat umum terjadi. Ibu dapat merasa bahagia, cemas, sedih, atau mudah tersinggung dalam waktu yang berdekatan. Kondisi ini dikenal sebagai baby blues dan biasanya membaik dalam dua minggu pertama.
- Kelelahan karena kurang tidur sering dialami akibat pola tidur bayi yang belum teratur. Kelelahan fisik yang berkepanjangan dapat memperburuk kondisi emosional bila tidak diimbangi dengan istirahat cukup.
- Adaptasi peran sebagai ibu membutuhkan waktu. Tanggung jawab baru, perubahan rutinitas, serta tekanan untuk merawat bayi dengan “sempurna” dapat menimbulkan stres, terutama pada ibu baru.
Masa nifas adalah fase pemulihan menyeluruh, bukan hanya proses “menunggu tubuh pulih”. Dukungan medis, nutrisi seimbang, istirahat cukup, serta dukungan emosional dari pasangan dan keluarga sangat berperan dalam membantu ibu melalui masa ini dengan sehat, aman, dan lebih percaya diri dalam menjalani peran barunya sebagai seorang ibu.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists 2024, pemulihan optimal membutuhkan kunjungan nifas rutin dan dukungan komprehensif.
Di Indonesia, kunjungan nifas direkomendasikan minggu ke-1, ke-2, dan ke-6.
Gejala Normal dan Tidak Normal Pasca Melahirkan
Gejala normal fisik:
- Lokhia merah 3–10 hari, kuning 2–4 minggu, putih hingga 6 minggu
- Kram perut ringan saat menyusui
- Payudara bengkak hari ke-3 hingga ke-5
- Sembelit atau wasir sementara
- Kelelahan ringan
Gejala normal mental:
- Baby-blues: menangis, cemas, mudah tersinggung hari ke-3 hingga ke-10
Gejala tidak normal fisik:
- Demam >38 derajat Celsius
- Perdarahan hebat isi pembalut <1 jam
- Bau lokhia busuk
- Nyeri perut hebat terus-menerus
- Luka merah bengkak bernanah
- Payudara merah panas nyeri (mastitis)
- Kaki bengkak satu sisi nyeri (trombosis)
Gejala tidak normal mental:
- Kesedihan berat >2 minggu
- Hilang minat pada bayi
- Pikiran menyakiti diri atau bayi
Gejala ini butuh evaluasi dokter segera.
Penyebab Gangguan Kesehatan Pasca Melahirkan
Penyebab fisik:
- Infeksi bakteri pada luka atau rahim
- Sisa plasenta
- Anemia akibat perdarahan
- Gangguan pembekuan darah
- Mastitis atau abses payudara
Penyebab mental:
- Turun drastis hormon estrogen dan progesteron
- Kurang tidur kronis karena bayi sering bangun
- Riwayat depresi atau kecemasan
- Kurang dukungan pasangan/keluarga
- Persalinan traumatis atau komplikasi
- Masalah kesehatan bayi
Faktor risiko tinggi: persalinan sesar, perdarahan postpartum, bayi NICU.
Cara Dokter Mendiagnosis Gangguan Pasca Melahirkan
Diagnosis melalui kunjungan nifas rutin.
Pemeriksaan fisik:
- Palpasi rahim dan lokhia
- Inspeksi luka perineum atau sesar
- Ukur tekanan darah dan suhu
- Cek payudara
Pemeriksaan penunjang:
- Hemoglobin untuk anemia
- USG jika dicurigai retensio
- Kultur luka jika infeksi
- Skrining depresi EPDS
Diagnosis depresi jika skor EPDS >10 atau gejala berat.
Cara Mengatasi atau Pengobatan Gangguan Pasca Melahirkan
Pengobatan fisik:
- Antibiotik untuk infeksi
- Suplemen zat besi dan vitamin
- Obat nyeri aman menyusui
- Fisioterapi luka sesar
- Transfusi jika anemia berat
Pengobatan mental:
- Dukungan emosional keluarga
- Psikoterapi CBT atau IPT
- Antidepresan aman menyusui seperti sertraline
- Rawat inap jika psikosis
Pengobatan holistik paling efektif.
Komplikasi Jika Kesehatan Pasca Melahirkan Diabaikan
Komplikasi fisik:
- Sepsis
- Perdarahan sekunder
- Gagal ginjal
- Trombosis paru
- Infeksi kronis
Komplikasi mental:
- Depresi mayor kronis
- Gangguan ikatan ibu-bayi
- Risiko bunuh diri
Komplikasi jangka panjang: hipertensi kronis, PTSD nifas, gangguan perkembangan anak.
Pencegahan Gangguan Kesehatan Pasca Melahirkan
Pencegahan fisik:
- Kunjungan nifas rutin
- Higiene baik
- Nutrisi tinggi protein, zat besi, kalsium
- Istirahat cukup
- Aktivitas bertahap
Pencegahan mental:
- Dukungan pasangan sejak hamil
- Bantuan rumah tangga
- Kelompok ibu nifas
- Olahraga ringan
- Tidur saat bayi tidur
Rencana nifas sebelum lahir sangat membantu.
Kapan Harus ke Dokter
Segera ke dokter jika:
- Demam tinggi
- Perdarahan hebat
- Bau lokhia busuk
- Nyeri luka hebat
- Kesedihan berat >2 minggu
- Pikiran berbahaya
- Tidak bisa merawat bayi
Konsultasi rutin tetap dianjurkan.
Informasi lengkap kesehatan ibu nifas dapat dibaca pada artikel masa nifas dan layanan kandungan dari Primaya Hospital.
Pemulihan Nifas adalah Prioritas untuk Keluarga Bahagia
Kesehatan fisik dan mental ibu setelah melahirkan adalah dasar kebahagiaan keluarga baru. Dengan perawatan rutin, nutrisi baik, dukungan keluarga, dan pencegahan di atas, masa nifas bisa menjadi waktu pemulihan penuh energi.
Mulai hari ini: prioritaskan istirahat, makan bergizi, bicarakan perasaan, dan kunjungi dokter rutin. Ingat: ibu sehat adalah ibu bahagia yang bisa memberikan cinta terbaik pada bayi. Jaga diri Anda dengan penuh kasih — karena keluarga kuat dimulai dari ibu yang kuat fisik dan mental!
Ditinjau oleh:
dr. Marhamah Asaad Maidin, Sp.OG, Subsp.Obginsos
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Hospital Makassar
Referensi:
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Postpartum Care 2024. Diakses pada 17 Desember 2025. https://www.acog.org/womens-health/faqs/postpartum-care
- World Health Organization. Postnatal Care Guidelines 2024.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pedoman Kesehatan Ibu Nifas 2024.
- Kementerian Kesehatan RI. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 2023.



