Stimulasi Prenatal Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Janin

Stimulasi Prenatal Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Janin

Kehamilan adalah suatu investasi masa depan bagi semua orang tua untuk menghasilkan keturunan yang sehat, cerdas dan berahlak baik.  Pertumbuhan dan perkembangan janin yang baik sejak masa kehamilan akan menghasilkan generasi yang sehat, cerdas dan berahlak baik. Memantau dan melakukan berbagai usaha untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin adalah salah satu kewajiban ibu yang sedang hamil. Pertumbuhan dan perkembangan janin yang baik didukung oleh beberapa faktor seperti kecukupan nutrisi, factor hormonal dan lingkungan disekitar janin.

Kemampuan fisik, kecerdasan, dan perilaku diatur oleh bagian bagian tertentu di otak. Pembentukan dan perkembangan otak dimulai sejak awal kehamilan. Perkembangan dan pertumbuhan sel sel otak janin terutama terjadi pada usia 10-20 minggu. Perkembangan neurosensory terjadi pada usia sekitar 16-20 minggu. Janin mulai dapat merasakan nyeri setelah usia 24 minggu. Menjelang usia 7 bulan, janin mulai menunjukkan tanda tanda kepribadian, sifat dan perilaku. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa atensi dan memori pada janin terbentuk setelah 32 minggu. Janin juga sudah memiliki perasaan, mimpi dan dapat menikmati sesuatu.

Otak dibentuk oleh sel sel otak yang disebut neuron. Sel sel otak saling terhubung satu sama lain membentuk jaringan (network) . Setiap stimulasi yang sesuai dan adekuat pada otak akan memicu terbentuknya koneksi dan integrasi sel sel neuron. Koneksi sel sel otak yang semakin banyak, semakin kompleks dan terintegrasi dikaitkan dengan kemampuan inteligensi, social dam emosional yang lebih baik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembetukan, pertumbuhan, perkembangan sel dan jaringan otak janin dapat dioptimalkan sejak dalam kandungan. Selain nutrisi yang baik, tentunya lingkungan janin yang baik dan hangat melalui beberapa stimulasi eksternal akan mendukukung pertumbuhan otak janin yang baik.

Stimulasi prenatal adalah suatu proses untuk mendorong proses pembelajaran pada janin sehingga mengoptimalkan perkembangan fisik, sensoris dan mental pada janin melalui stimulasi eksternal. Proses pembelajaran pada janin akan optimal jika dilakukan dengan cara teratur dan berulang ulang. Beragam penelitian menunjukkan bahwa janin yang distimulasi saat dalam kandungan menunjukkan perkembangan daya lihat, pendengaran, linguistic (Bahasa), motorik, daya belajar, tingkat kecerdasan dan kreativitas yang lebih baik. Stimulai prenatal dapat dilakukan sejak awal trimester kedua kehamilan.

Ada beragam cara stimulasi janin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa stimulus seperti mengelus ngelus janin melalui perut, memaparkan music yang lembut, berbicara dengan janin, memberikan getaran lembut serta cahaya pada janin adalah menyenangkan bagi janin. Calon ibu bisa melakukannya dengan janin sendiri dalam kandungan, bisa pula bersama suami. Peran suami penting dalam stimulasi perkembangan janin. Demikian pula anggota keluarga lain, khususnya di lingkaran terdekat ibu hamil. Berikut ini beberapa cara stimulasi janin:

 

1. Memperdengarkan Janin dengan Musik

Sistem pendengaran pada janin dapar berespon terhadap bunyi sejak usia sekitar 25 minggu. Awalnya janin berespon terhadap bunyi frekwensi rendah 250-500 hz pada usia 25-27 minggu  dan respon terhadap bunyi 1000-3000Hz pda usia 29-31 minggu.

Perkembangan jaringan dan network sel sel saraf pada periode perinatal sangat dipengaruhi oleh aktivitas multisesorik intinsik dan ekstrinsik. Beragam penelitian menunjukkan bahwa paparan bunyi yang terstruktur seperti music meningkatkan pembentukan sel sel saraf korteks dan sinaps di otak.

Paparan bunyi melodi atau music yang lembut dapat meningkatkan respon sel sel saraf terhadap bunyi sehingga meningkatkan kemampuan mendengar pada janin dan dampak postif ini dapat berlangsung untuk jangka panjang. Paparan music pada periode prenatal dan postnatal dapat meningkatkan perkembangan otak dan memperbaiki kemapuan belajar (learning capacities). Music juga menginduksi aktivitas di beberapa bagian otak yang berperan dalam pembentukan perilaku dan emosi sehingga music dapat mepengaruhi maturasi dan perkembangan aspek sosial emosional janin.

Pada tahun 1990-an, banyak calon ibu di Barat yang menempelkan headphone untuk memperdengarkan musik kepada janin. Tujuannya adalah merangsang indra pendengaran janin. Anda dapat menggunakan cara tersebut, bisa juga dengan memutar musik biasa tanpa headphone. Musik dapat menstimulasi berbagai aspek perkembangan janin. Makin dini memperdengarkan musik, makin bagus untuk memastikan janin tumbuh dan berkembang secara sehat. Tidak ada jenis musik khusus sebagai alat stimulasi, tapi musik klasik bisa menjadi pilihan karena dapat memunculkan suasana tenang.

 

2. Membaca Buku

Sebuah penelitian pada 2013 di University of Oregon, Amerika Serikat, menemukan bahwa janin yang diperdengarkan kata-kata saat dalam kandungan bisa mengenali kata tersebut ketika lahir. Dalam penelitian, sejumlah ibu hamil diberi rekaman kata-kata yang diperdengarkan menjelang akhir masa kehamilan. Hasilnya, bayi yang lahir kemudian kenal dengan kata-kata tersebut dan variasinya.

Artinya, membacakan buku untuk janin memberikan manfaat untuk perkembangan janin. Bacalah buku dengan suara jelas dan keras. Tidak harus buku cerita anak, bisa juga novel atau bacaan lain yang menarik.

 

3. Menyentuh dan Memijat

Ibu juga bisa melakukan stimulasi rabaan terhadap janin. Janin sudah bisa merasakan gerakan di luar rahim pada usia kehamilan 26 minggu. Ibu bersama pasangan bisa memberikan stimulasi dengan menyentuh dan memijat, juga membelai, menepuk, atau mengusap perut.

Stimulasi ini dapat membuat rileks dan menenangkan bayi dalam kandungan. Janin itu akan merespons stimulasi dengan menyentuh dinding rahim, mengubah posisi, serta menendang atau mendorong tubuhnya ke belakang.

 

4. Berolahraga

Ibu yang rajin berolahraga selama kehamilan tidak hanya bisa meningkatkan kesehatannya, tapi juga dapat menstimulasi perkembangan janin. Sebuah studi dari University of Montreal, Kanada, menemukan bahwa wanita hamil yang berolahraga setidaknya selama 20 menit sehari, tiga kali seminggu, memiliki bayi yang lahir dengan tingkat aktivitas otak lebih tinggi.

Jadi berolahraga secara rutin bisa merangsang perkembangan otak janin. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain berjalan, berenang, aerobik ringan, dan bersepeda statis.

 

5. Mengajak Berbicara

Stimulasi perkembangan janin ini juga bisa dilakukan bersama oleh ibu dan pasangannya. Konsepnya mirip dengan membacakan buku untuk bayi dalam kandungan. Bayi akan menerima rangsangan itu dan memberikan respons. Selain meningkatkan perkembangan janin, mengajak bicara bayi dalam kandungan bisa menguatkan jalinan batin.

Ibu pun bisa merasa tenang dan jauh dari kecemasan saat berkomunikasi dengan buah hati di dalam perutnya. Stimulasi ini mesti berlanjut hingga bayi lahir.

 

Narasumber oleh:

dr. Christina Sitorus, Sp.OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

https://www.unicef.org/parenting/child-development/how-music-affects-your-babys-brain-class

https://www.webmd.com/baby/news/20130102/babies-learn-womb#1

https://www.pnas.org/content/110/37/15145

https://www.eurekalert.org/pub_releases/2013-11/uom-edp110113.php

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-stimulasi-bermain-untuk-merangsang-kecerdasan-multipel

Partanen E, Kujala T, Tervaniemi M, Huotilainen M.  Prenatal Music Exposure Induces Long-Term Neural Effects. PLoS ONE 8(10):2013 e78946. doi:10.1371/journal.pone.0078946

Chorna O.,  et al.Neuroprocessing Mechanisms of Music during Fetal and Neonatal Development: A Role in Neuroplasticity and Neurodevelopment. Neural Plasticity Volume 2019, Article ID 3972918, 9 pages https://doi.org/10.1155/2019/3972918

Rowley S. Multi-sensory stimulation and infant development. Research review. www.reasearchreview.com.

 

Bagikan ke :