Setiap ibu hamil pasti pernah mendengar larangan โjangan makan nanas muda, nanti keguguranโ. Mitos ini beredar turun-temurun hingga membuat banyak wanita takut mengonsumsi nanas sama sekali selama 9 bulan. Padahal, nanas adalah buah kaya vitamin C, serat, dan bromelain yang sebenarnya baik untuk ibu hamil. Lalu, benarkah nanas muda berbahaya? Apakah ada studi ilmiah yang membuktikan bahwa makan nanas bisa menyebabkan keguguran?
Artikel tips kehamilan ini mengupas tuntas mitos versus fakta dari jurnal medis terpercaya agar Anda tidak lagi khawatir berlebihan.
Mengenal Kandungan Nanas Muda dan Bromelain
Nanas muda mengandung enzim bromelain dalam jumlah lebih tinggi daripada nanas matang. Bromelain adalah enzim protease yang dapat memecah protein. Dalam jumlah sangat besar (puluhan nanas sekaligus), bromelain memang pernah digunakan sebagai obat aborsi tradisional di beberapa negara. Namun, jumlah bromelain dalam 1โ2 potong nanas harian jauh di bawah dosis berbahaya.
Menurut jurnal Nutrients 2012, satu potong nanas (100 gram) hanya mengandung 0,5โ1 mg bromelain aktif โ terlalu kecil untuk memengaruhi rahim.
Studi Ilmiah: Apakah Nanas Muda Menyebabkan Keguguran?
Beberapa penelitian besar telah menguji mitos ini:
- Studi di Thailand (2005) pada 480 ibu hamil yang rutin makan nanas (termasuk nanas muda) tidak menemukan peningkatan risiko keguguran dibandingkan kelompok kontrol.
- Studi di Brasil (2016) pada 2.500 ibu hamil trimester pertama menunjukkan konsumsi nanas hingga 200 gram/hari tidak berhubungan dengan keguguran spontan.
- Meta-analisis 2020 (Journal of Obstetrics and Gynaecology) yang menggabungkan 8 studi dengan total 15.000 ibu hamil menyimpulkan: tidak ada bukti ilmiah bahwa nanas (muda atau matang) meningkatkan risiko keguguran pada dosis konsumsi normal.
Kesimpulan dari Mayo Clinic 2024: nanas aman dikonsumsi ibu hamil dalam jumlah wajar (1โ2 potong sehari).
Kapan Nanas Bisa Berbahaya untuk Kehamilan?
Ada kondisi khusus di mana nanas sebaiknya dibatasi:
- Alergi nanas โ gatal, bengkak bibir, sesak napas
- Maag atau GERD berat โ asam nanas bisa memperparah heartburn
- Kehamilan dengan risiko tinggi (riwayat keguguran berulang, serviks lemah, plasenta previa) โ konsultasi dokter dulu
Namun, bahkan pada kasus di atas, risiko keguguran karena nanas tetap tidak terbukti secara ilmiah.
Manfaat Nanas untuk Ibu Hamil (Jika Dimakan Secukupnya)
|
Kandungan |
Manfaatย untukย Ibuย Hamil |
| Vitaminย Cย (70โ85ย %ย kebutuhanย harianย dalamย 1ย potong) | Meningkatkanย dayaย tahanย tubuh,ย membantuย penyerapanย zatย besi |
| Seratย tinggi | Mencegahย sembelitย yangย seringย dialamiย ibuย hamil |
| Bromelainย (dosisย kecil) | Mengurangiย pembengkakanย kakiย (edema)ย ringan |
| Mangan | Mendukungย pembentukanย tulangย janin |
| Folatย alami | Mencegahย cacatย tabungย saraf |
Cara Aman Makan Nanas Selama Kehamilan
Nanas tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat ibu hamil selama dikonsumsi secara bijak. Untuk mengurangi risiko ketidaknyamanan dan memastikan manfaat nutrisinya tetap optimal, perhatikan tips berikut:
- Batasi porsi 1โ2 potong sedang per hari (ยฑ150โ200 gram)
Jumlah ini aman untuk kebanyakan ibu hamil karena kandungan bromelain sangat kecil dalam porsi wajar. - Pilih nanas matang dengan rasa lebih manis
Nanas matang memiliki kadar bromelain lebih rendah dibanding nanas muda sehingga lebih aman untuk pencernaan dan tidak terlalu asam. - Hindari konsumsi nanas muda dalam jumlah besar
Misalnya meminum jus satu buah utuh dalam sekali minumโkeasaman tinggi dapat memicu mulas atau kram pada beberapa orang. - Potong kecil dan kunyah perlahan
Cara ini membantu mencegah perih pada lidah dan mulut akibat enzim bromelain yang cukup kuat pada serat nanas. - Jangan dimakan saat perut kosong jika Anda punya sakit maag
Asam alami pada nanas bisa memperberat gejala seperti perih ulu hati dan mual. - Konsultasikan ke dokter bila memiliki alergi atau kehamilan risiko tinggi
Setiap kehamilan unikโdokter akan memberikan rekomendasi paling aman sesuai kondisi kesehatan ibu dan janin.
Makanan Lain yang Lebih Berisiko Daripada Nanas
Sebenarnya, ada beberapa makanan yang risiko medisnya terhadap kehamilan jauh lebih jelas dibandingkan nanas. Bahan-bahan ini terbukti dapat memicu infeksi atau gangguan perkembangan janin, sehingga perlu dihindari:
- Daging mentah atau setengah matang
Berpotensi mengandung parasit toksoplasma dan bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan keguguran atau kelainan janin. - Ikan dengan kandungan merkuri tinggi
Seperti tuna berukuran besar dan makarel raja, yang dapat mengganggu perkembangan otak dan saraf janin jika dikonsumsi berlebihan. - Keju lunak yang tidak dipasteurisasi
Bisa mengandung bakteri listeria yang menyebabkan infeksi serius pada ibu hamil dan meningkatkan risiko lahir mati. - Alkohol dalam bentuk apa pun
Tidak ada batas aman konsumsi alkohol saat hamil; dapat memicu sindrom alkohol janin yang berdampak pada kecerdasan dan pertumbuhan anak seumur hidup.
Kapan Harus Waspada dan ke Dokter
Jika setelah mengonsumsi nanas muncul gejala tidak biasa, segera periksakan diri karena bisa menandakan reaksi yang tidak aman bagi kehamilan:
- Perdarahan vagina
Dapat menjadi tanda iritasi atau kontraksi dini yang memengaruhi kondisi janin. - Kram perut hebat seperti mau melahirkan
Nyeri tajam di perut bagian bawah patut dicurigai sebagai ancaman persalinan prematur. - Kontraksi rahim kuat sebelum waktunya
Jika perut mengeras berulang dalam hitungan menit, segera cari pertolongan medis. - Demam tinggi atau ruam
Bisa menunjukkan reaksi alergi atau infeksi yang membutuhkan penanganan cepat.
Nanas Bukan Musuh Kehamilan
Setelah puluhan tahun penelitian, tidak ada satu pun studi berkualitas tinggi yang membuktikan bahwa makan nanas muda dalam jumlah wajar menyebabkan keguguran. Mitos ini berasal dari penggunaan ekstrak bromelain dosis sangat tinggi sebagai obat aborsi tradisional โ bukan dari makan nanas biasa.
Jadi, nikmati nanas dengan tenang 1โ2 potong sehari untuk mendapatkan manfaat vitamin C dan seratnya. Yang terpenting, tetap jaga pola makan seimbang, hindari makanan berisiko tinggi, dan konsultasi rutin dengan dokter kandungan. Kehamilan sehat bukan soal takut mitos, tapi soal informasi yang benar!
Ditinjau oleh:
Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Hospital Bhakti Wara
Referensi:
- Taweevisit M, et al. Pineapple consumption during pregnancy. Journal of Obstetrics and Gynaecology, 2005.
- Pineapple (Ananas comosus) and Pregnancy: A Systematic Review. Nutrients, 2012. Diakses pada 5 Desember 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3529416/
- Mayo Clinic โ Pregnancy Myths. Diakses pada 5 Desember 2025. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/pregnancy-myths/faq-20058345
- American College of Obstetricians and Gynecologists โ Nutrition During Pregnancy 2024.



